
Yara tiba di ruangan Bryce tetapi belum menemukan Bryce disana.
Dia menutup pintunya dan menguncinya sementara karena akan berganti baju.
Yara kemudian memakai baju barunya yang berwarna merah terang yang panjangnya di atas lutut dan lipstik yang senada.
"Huaaahh..baju buatan designer terkenal memang berbeda", Yara bermonolog sambil berkaca.
Yara kemudian membuka kunci pintunya dan duduk di sofa. Dia melakukan panggilan video call dengan Hannah dan Gaby sembari menunggu Bryce datang.
Lalu tak lama kemudian, Pintu ruangan terbuka dan bukan Bryce yang datang melainkan asistennya.
Yara menutup panggilan teleponnya.
"Dimana suamiku?", tanya Yara ramah.
"Tuan Bryce masih di ruangan meeting nyonya", kata Asistennya itu.
"Siapa namamu?", tanya Yara.
Yara memang orang yang supel dan ingin mengenal banyak orang.
"Namaku Jamie, nyonya", jawab Jamie.
"Apakah meetingnya masih lama?", tanya Yara.
"Sekitar satu jam lagi", jawab Jamie dan mengambil dokumen di meja Bryce.
"Bisakah aku minta tolong padamu?", tanya Yara sebelum Jamie pergi.
"Ya?", jawab Jamie.
"Panggilkan Rosie dibawah", kata Yara.
"Rosie?", tanya Jamie.
"Ya..kau tak kenal Rosie?", tanya Yara balik.
"Nanti aku tanyakan bagian personalia", kata Jamie.
"Dia resepsionis di lobby bawah", kata Yara.
Benar apa yang dirasakan Yara. Rosie dianggap tak ada di kantor ini.
Entah mengapa meskipun hanya seorang respesionis seharusnya mereka saling mengenal bukan?
Dan Yara merasa sakit hati dengan hal ini. Meskipun baru mengenalnya tadi, tetapi Yara tahu bahwa Rosie wanita yang baik dan tulus.
2 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk mengenali seorang pegawai yang sama sama bekerja di perusahaan ini.
"Ah begitu..baiklah..akan saya panggilkan nyonya", kata Jamie.
"Terima kasih", kata Yara.
"Siapa diantara kalian yang bernama Rosie?", tanya Jamie pada 3 wanita resepsionis didepannya.
"Aku tuan", jawab Rosie.
Jamie melihat Rosie.
"Ikut aku..nyonya besar memanggilmu", kata Jamie datar.
"Baiklah", jawab Rosie menunduk hormat.
"Ck..enak sekali kau.. daritadi melalaikan tugasmu", gumam pelan resepsionis disebelah Rosie.
"Tak usah bergunjing", kata Jamie tegas karena mendengar hal itu.
"Ma..maaf tuan", kata resepsionis itu menunduk.
"Ayo rosie..ikut aku", kata Jamie.
Rosie mengikuti dibelakang Jamie. Jamie adalah salah satu tangan kanan Bryce di perusahaan ini.
Usianya baru 27 tahun tapi sudah sangat mumpuni mengurus perusahaan Bryce jika Bryce berpetualang. Tetapi tetap diawasi oleh Bryan.
Rosie dan Jamie menaiki lift khusus pimpinan dan langsung menuju ruangam Bryce.
"Hai Rosie..kemarilah", kata Yara.
"Iya nyonya", kata Rosie.
"Ya Tuhan..sudah kubilang jangan memanggilku nyonya..aku merasa seperti wanita tua berusia 50 tahun", kata Yara dan membuat Jamie serta Rosie tersenyum.
"Terima kasih Jamie sudah mengantar Rosie kemari", kata Yara pada Jamie.
"Baik..nyonya..saya permisi dulu", kata Jamie.
Lalu Yara menarik tangan Rosie dan mendudukkannya di sofa.
"Tadi aku membeli banyak kosmetik dan baju..jadi kau akan menjadi percobaan pertamaku", kata Yara semangat.
"Apa maksud anda?", tanya Rosie bingung.
"Aku ingin melakukan make over padamu..ini akan sangat seru ..Rosie..percayalah padaku", kata Yara dengan sumringah.
"Ba..baiklah..nyonya", kata Rosie.
"Jangan gugup Rosie..relax..just relax...", kata Yara.
Rosie mengangguk dan tersenyum kikuk.
Yara memberikan sebuah dress pada Rosie dan menyuruhnya memakai dress itu.
Rosie tak berani menolak karena yang dihadapinya adalah nyonya besar pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤