
Yara dan Bryce terbangun di pagi hari dan langsung membuka pintu belakang campervannya.
Mereka melihat pemandangan laut tenang di pagi hari yang terlihat indah dengan masih berbaring di ranjang mereka.
Kemudian Yara membuat secangkir kopi panas untuk Bryce yang ada di ranjang.
Bryce mencium kepala Yara dan memeluknya hingga Yara menyadar di dada bidang Bryce yang terbuka dengan tangan kiri yang memegang secangkir kopi.
"Kita berenang hari ini", kata Bryce.
"No", jawab Yara.
"Aku tak menerima kata "tidak"..", kata Bryce.
"Kau selalu saja memaksa", jawab Yara.
"Baiklah..aku akan mencari wanita berbikini seksi di dekat pantai yang ingin menemaniku berenang", kata Bryce sembari meminum kopinya.
Yara memukul perut Bryce dengan sikunya dan membuat Bryce hampir tersedak kopinya.
"Ck...benar benar ya wanita ini", kata Bryce dan menaruh kopinya lalu turun dari campervannya kemudian menarik kaki Yara.
"Bryce...what are you doing?", teriak Yara.
Bryce menyeret kaki Yara dan berhasil memanggul tubuhnya.
"Bryceeee..noooooo", teriak Yara.
Bryce membawa Yara ke bawah bukit dan menuju pantai.
"Let me go, Bryce", teriak Yara.
"I love you baby..aku ingin berenang bersamamu", kata Bryce.
Yara berteriak kesal karena Bryce pasti akan membawanya sampai ke tengah laut.
Bryce hanya tertawa dan membawa Yara ke tengah laut.
Yara mengalungkan tangannya di leher Bryce dan melihat tajam ke matanya.
"Why?jangan terlalu terpesona melihatku", kata Bryce tersenyum usil yang membuat Yara kesal.
"Aku tak akan memberi jatahmu seminggu ke depan..jangan harap", ancam Yara.
"Oh ya?aku tak percaya..kau selalu tergoda jika aku tampil seksi di depanmu", jawab Bryce dengan senyumnya yang menyebalkan.
"Baiklah..kita buktikan nanti", kata Yara menantang.
Bryce tertawa pelan dan mencium bibir Yara. Tetapi Yara menutup akses mulutnya agar Bryce tak bisa memasukinya.
"Baiklah..aku akan melepasmu disini", kata Bryce membuka tautan tangan Yara di lehernya.
"Jangan coba coba ", kata Yara mengeratkan pegangannya.
"Kenapa kau selalu menyebalkan sejak dulu?", kesal Yara.
"Hmm..aku memang meyebalkan..itu yang membuatmu menyukaiku kan?", kata Bryce tersenyum dan tetap membawa Yara berenang.
Yara menghembuskan nafasnya dan mencium bibir Bryce dan menggigitnya.
"Baby..kau menggigitku", kata Bryce.
"Ya karena kau sangat menggemaskan", jawab Yara tersenyum sebal.
"Naiklah di punggungku", kata Bryce memindahkan Yara ke punggungnya.
"Jangan terlalu jauh, Bryce..aku takut ada hiu", kqta Yara.
Bryce tertawa pelan dan tetap berenang kemudian memutar kembali ke arah pantai setelah cukup kama berenang.
"Setelah ini apakah kita langsung ke kota sebelah?", tanya Yara.
"Hmm..kita berangkat siang atau sore saja", jawab Bryce.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Setelah berenang di pantai, Yara dan Bryce kembali ke campervan lalu bersiap siap untuk berjalan jalan di kota untuk membeli beberapa kebutuhan mereka berdua.
Bryce memakai baju santai berwarna hitam tanpa lengan. Rambutnya yang masih basah membuat Yara memandanginya.
"Aaahh.. dia memang sangat tampan dan aku tak bisa tak tergoda dengan mahluk tampan ini..ck... ", batin Yara sembari menopang dagunya.
Meskipun Bryce sedang melihat ponselnya, tetapi dia tahu bahwa Yara tampak memandanginya.
"Awas ..jangan sampai air liurmu menetes, baby", kata Bryce tersenyum dengan mata yang masih fokus dengan ponselnya.
"Sepertinya aku menjadi hyperseks karenamu, honey...melihatmu seperti itu saja, aku ingin bercinta denganmu", kata Yara blak blakan.
Bryce tertawa dan mengantongi ponselnya lalu menghampiri Yara duduk santai di ranjang.
"Kita bisa melakukannya sebentar disini", bisik Bryce sembari memeluk Yara.
"Tidak..banyak yang harus kita beli hari ini..aku ingin melakukanya yang lama nanti malam saja", jawab Yara.
Bryce kembali tertawa mendengar ucapan Yara yang selalu apa adanya.
"Oke baby..up to you", kata Bryce dan mengecup bibir Yara.
Lalu merekapun pergi menuju pusat perbelanjaan di kota.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤