
Yara dan Bryce bersiap siap akan menghadiri acara pesta amal. Bryce memakai setelan jas formal. Sedangkan Yara memakai gaun malam berwarna nude.
Karena sudah terbiasa berdandan, jadi Yara hanya menambahkan sedikit make up tebal untuk terlihat lebih sempurna dan glamour.
"Oh my goodness.. tampan sekali suamiku," kata Yara melihat Bryce dan mengecup bibir Bryce.
Bryce yang tampil klimis memang terlihat sangat tampan.
"Melihatmu seperti ini membuatku ingin bercinta denganmu," kata Yara tersenyum nakal.
Bryce tertawa pelan dan mencium hidung mancung Yara karena tak ingin merusak lipstik Yara yang sudah sempurna.
"Ayo kita berangkat," kata Bryce.
"Let's go," jawab Yara.
Merekapun pergi menuju sebuah hotel mewah yang acaranya diadakan di sana.
Yara baru melihat sisi lain Bryce ketika dalam mode "Billionaire". Bryce terlihat berwibawa dan wajahnya terkesan dingin.
Bryce menggandeng tangan Yara. Dan Yara berjalan dengan anggun di sebelah Bryce.
Terlihat banyak wartawan karena banyak undangan dari kalangan selebritis dan para konglomerat.
Yara bisa menempatkan dirinya disana meskipun sebenarnya dia tak suka bersikap kaku dan diam hanya saja dia tetap berusaha bersikan santai dan elegan.
"Honey, aku ingin ke toilet," kata Yara.
"Hmm, ayo kuantar," jawab Bryce.
"Tidak, aku bisa pergi sendiri..kau jangan kemana mana..tetaplah di sini," kata Yara.
"Baiklah, cepatlah kembali," kata Bryce.
Lalu Yara pergi ke toilet yang hanya berjarak 20 meter saja.
"Bryce?" panggil seorang pria yang seumur dengan Bryce.
Bryce menoleh pada pria yang memanggilnya.
"Chester? kau di sini juga?" tanya Bryce sedikit terkejut.
"Ya...lama tak bertemu," jawab Chester dan menjabat tangan Bryce dan memeluknya.
Chester adalah salah satu sahabat dekat Bryce ketika kuliah dulu.
"Apa kau masih berpetualang?" tanya Chester.
"Ya, itu membuat hidupku berwarna," jawab Bryce tersenyum.
"Daddy..." kata Seorang anak perempuan cantik yang memeluk kaki Chester.
"Sayang, kemarilah," kata Chester menggendong anak perempuan itu.
"Siapa anak cantik ini?" tanya Bryce tersenyum dan mengusap lembut pipi anak perempuan itu.
"Ini anakku..namanya Willa," kata Chester memperkenalkan anak perempuannya ke Bryce.
"4 tahun," jawab Chester, karena Willa tampak malu malu ketika Bryce melihatnya.
"Oh God, Sayang. Mommy mencarimu sejak tadi," kata Seorang wanita yang sangat dikenal Bryce.
Wanita itu tampak melihat pada Bryce dan menggendong Willa.
"Renata?kalian menikah?" tanya Bryce.
"Ya, kami menikah. Terlalu panjang cerita kami. Kurasa besok kita bisa bertemu kembali untuk bercerita banyak. Kita sudah 5 tahun tak bertemu," kata Chester tersenyum santai.
"Bagaimana kabarmu, Bryce?" tanya Renata tersenyum dengan suara lembut seperti biasanya.
"I'm great," jawab Bryce tersenyum.
Renata adalah mantan kekasihnya yang di cintainya dulu. Bryce sedikit bingung karena dulu Renata bukan menikah dengan Chester, melainkan dengan pria lain.
Ya..mereka semua sudah berdamai dengan masa lalunya.
Lalu Yara melihat Bryce sedang berbicara dengan beberapa orang.
Yara memegang tangan Bryce dari belakang untuk menandakan kedatangannya.
"Baby, kenalkan. Ini sahabatku," kata Bryce pada Yara.
Yara menjabat tangan Chester dan Renata serta mengusap lembut tangan mungil Willa.
"Hallo, Honey. Kau sangat cantik," kata Yara pada Willa.
Willa tersenyum manis pada Yara.
"Ooohh..kau sangat maniiiss," kata Yara gemas.
"Dia istriku," kata Bryce pada Chester dan Renata.
Renata tampak melihat Yara dan tersenyum.
"Kau pasti wanita hebat bisa menaklukkan pria liar ini," kata Chester tertawa pelan.
"Hmm..dia takluk padaku dengan mudah," jawab Yara santai karena merasa Chester pria yang menyenangkan dan tidak kaku.
Chester tertawa pelan.
"Kau adalah Bryce versi perempuan," kata Chester lagi.
"Awalnya tidak. Aku terkena virus gilanya," jawab Yara sambil masih memainkan tangan mungil Willa dan menciumnya.
Chester kembali tertawa dan Bryce mengedikkan bahunya.
"Besok kita harus bertemu lagi, Bryce. Kita terlalu lama tak bertemu," kata Chester.
Renata tak terlalu banyak bicara karena memang dia adalah wanita yang pendiam dan lembut.
"Datanglah ke mansion kami. Aku ingin bermain dengan gadis cantik ini," kata Yara yang masih gemas pada Willa.
"Baiklah, besok kita akan kesana. Ya kan, Sayang?" tanya Chester pada Renata.
Renata hanya mengangguk dan tersenyum.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.❤❤❤