
2 hari kemudian Yara dan Bryce mulai bertravelling lagi. Yara rutin menelepon Bryce dan selalu merekam semua kegiatannya ketika mendatangi suatu tempat yang indah.
Yara senang melihat Jade yang semakin sehat dan Bryce mengatakan bahwa Jade akan segera keluar dari rumah sakit minggu depan.
Yara ingin sekali bertemu Jade tetapi dia harus menahannya untuk sementara waktu sampai Jade benar benar pulih.
Bryce dan Yara kini dalam perjalanan ke desa Lauterbrunnen. Desa Lauterbrunnen terletak sejauh 70 km dari kota Bern.
Istilah Lauterbrunnen itu memiliki arti banyak mata air. Penamaan itu berdasar pada keberadaan 72 air terjun yang ada di sekeliling desa ini.
Dari sekian banyak air terjun, ada satu yang paling terkenal di kalangan wisatawan yaitu air terjun Staubbach.
Air terjun ini memiliki ketinggian 300 meter dan merupakan air terjun tertinggi di eropa.
"Oh God..ini sangat cantik Bryce...benar benar seperti di negeri dongeng", kata Yara yang berjalan di jalan setapak menuju air terjun.
"Ya swiss memang terkenal dengan Heaven on earth", jawab Bryce sembari menggandeng tangan Yara.
Yara tampak merekam video pemandangan disana dan mengirimkannya pada sang ayah dan Vira, sang adik tersayang.
"Honey..potret aku...", kata Yara memberikan ponselnya pada Bryce.
Yara berpose konyol dan membuat Bryce tertawa.
"Bisakah kau berpose normal, baby?" kata Bryce yang masih memotret Yara.
"Tidak. Ini untuk Gaby dan Hannah" jawab Yara.
"Sudah?" tanya Bryce.
"Hmm, kemarilah," kata Yara menarik tangan Bryce dan berselfie ria berdua.
Yara memegang ponselnya dan mengecup bibir Bryce.
"Oh my...seharusnya kau memotret adegan ranjang kita juga, Baby," kata Bryce.
"Ya..nanti akan kupikirkan," kata Yara melihat hasil fotonya dan mengirimnya pada Hannah dan Gaby.
"Mmmuuuaaahhh....cup.. cup ..cup.." Bryce mengecup bibir Yara bertubi tubi.
"Bryce, apa yang kau lakukan? Tidak ada ranjang di sini," kata Yara.
"Apa kita cari hotel di sini? Di sini banyak hotel. Kira kira ada 10 hotel di sini. Kau tinggal memilihnya," jawab Bryce tersenyum menggoda.
Yara memandang Bryce tajam sembari memicingkan matanya.
"Aku ingin view jendelanya menuju air terjun. Itu akan sangat seru bukan?" kata Yara dengan sumringah.
Bryce tertawa dan mencium bibir Yara kembali.
"Ayo..." kata Bryce yang tak kalah semangat.π
Merekapun mencari hotel dengan view terbaik di sekitar sini. Dan Akhirnya mereka menemukannya.
Setelah membooking hotel, mereka langsung menuju ke atas kamar dan melakukan kegiatan bercintanya dengan penuh keliaran yang hakiki.π
"Aaahh, Honey..kurasa kita memang tak bisa melakukannya di campervan lagi...kita akan membuat campervan kita seperti terkena gempa," kata Yara sembari menggerakkan tubuhnya dengan liar di atas tubuh Bryce.
Bryce tertawa pelan dan mencium dada penuh Yara yang bergerak seirama dengan gerakan tubuhnya.
Mereka menikmati adegan panas ini dengan pemandangan alam yang indah di luar jendela. Seru bukan?π
Bryce membalik posisinya berada di atas Yara. Yara tersenyum cantik dan Bryce kembali mencium bibirnya yang sexy.
"Kau tau betapa sexynya bibirmu?" kata Bryce dengan masih menggerakkan pinggulnya di atas Yara.
"Tentu saja, apa yang ada di diriku semuanya seksi. Kau beruntung, Tuan," kata Yara narsis.
Bryce tertawa kecil dan menciumi leher jenjang Yara. Tangan Yara memegang erat pinggang Bryce dan menciumi dada bidangnya yang penuh tato.
Berbagai gaya bercinta dipraktekkan oleh Bryve pada sang istri. Yara sudah lumayan menguasai segala tehnik bercinta atas bimbingan dari Bryce.π
Setelah cukup lama bercinta, Bryce mengakhirinya dengan kata kata cintanya seperti biasa.
Saat ini Yara bahagia meskipun belum bertemu dengan sang ayah. Setidaknya dia mengetahui kabar kesehatan daddynya yang membaik dari hari ke hari.
**FOLLOW IG AUTHOR @ZARIN.VIOLETTA
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA β€β€β€**