
"Bersiaplah..kita akan pergi ke Aran island", kata Bryce yang baru keluar dari campervan.
Yara yang tadi moodnya masih buruk langsung senang mendengarnya karena akan melanjutkan perjalanannya.
"Baiklah", jawab Yara dan menyiapkan tas ranselnya.
Bryce dan Yara memakai yacht berukuran sedang menuju ke Aran Island. Aran islands mempunyai 3 pulau.
Dan mereka akan mengunjungi satu pulau yang masih dihuni oleh penduduk asli irlandia.
"Hei..kau sengaja berpose sexy seperti itu?", tanya Bryce yang membawa kameranya.
"Ya..masalah buatmu?", jawab Yara cuek.
"Tunggulah nanti jika kita tiba", kata Bryce tersenyum penuh muslihat.
Yara langsung menurunkan kakinya karena dia tau kegilaan apa yang akan dilakukan Bryce jika dia tetap berpose seperti itu.
Bryce tertawa pelan melihat reaksi Yara dan kembali memotret pemandangan laut.
Kemudian Bryce memotret Yara yang bersandar di pembatas besi Yatch.
"Kau memotretku?", tanya Yara dengan memegang rambutnya yang berantakan terkena angin.
"Hmm", jawab Bryce.
"Kirimkan nanti padaku..aku ingin mengirim foto pada daddy", kata Yara.
"Hmm", jawab Bryce lagi.
Tak lama, mereka pun tiba di Aran island. Meskipun sebenarnya dekat dengan kota Yara, tetapi Yara tak pernah datang kesini karena kesibukan Jade menjaga tokonya.
"Kita menginap?", tanya Yara.
"Ya..di glamping itu", Bryce menunjuk beberapa bangunan glamping (glamour camping) yang ada di pesisir pantai.
Lalu merekapun menuju glamping. Disana ada beberapa pengunjung juga yang mengisi beberapa glamping.
Glamping Bryce dan Yara ada di bagian paling depan, dekat dengan pantai.
Tampak beberapa wisatawan wanita yang melihat ke arah Bryce. Dan Yara melihat hal itu.
"Akan kubuat kau tak laku di mata para wanita, Bryce", gumam Yara tersenyum usil.
Setelah menaruh ranselnya di glamping, Bryce tidur sebentar. Sedangkan Yara, keluar dari sana dan berinteraksi dengan beberapa wisatawan yang menginap di glamping juga.
"Haii...kau darimana?", tanya Salah satu wisatawan pada Yara.
"Aku dari Dublin", jawab Yara tersenyum.
"Aku Yara..senang berkenalan denganmu..kau dengan siapa?", kata Yara.
"Aku bersama temanku dan saudaraku", lalu Rose memperkenalkan 3 wanita dan 2 pria yang bersamanya.
"Kulihat kau dengan seorang pria tadi..apa dia kekasihmu?", tanya Rose kepo.
"Hmmm..ya..dia suamiku..kami baru saja menikah", jawab Yara santai.
'Kau tak akan bisa tebar pesona disini Bryce..meskipun disini banyak wanita cantik... rasakan pembalasanku', batin Yara tersenyum.
Setelah cukup lama tertidur, Bryce pun bangun dari tidur siangnya. Dia mencuci wajahnya dan keluar dari glamping.
Bryce melihat Yara sedang mengobrol dengan beberapa wisatawan.
"Yara...ayo", panggil Bryce.
"Kemana?", tanya Yara.
"Kita akan naik sepeda", jawab Bryce.
"Woooww..okey", kata Yara excited.
Di Aran island disewakan sepeda untuk mengelilingi desa wisata yang tak terlalu banyak rumah dan penduduknya.
Jalannya berkelok kelok dengan pemandangan bukit yang hijau dan rumah rumah sederhana.
Penduduknya pun masih menggunakan bahasa asli irlandia dan pakaian tradisionalnya.
Tetapi mereka tetap bisa berbahasa inggris sesuai bahasa umum di irlandia.
"Yuhuuuuu", teriak Yara ketika melewati jalan yang menurun.
Yara yang tak pernah mau di belakang, tampak selalu menyalip sepeda Bryce jika Bryce melewatinya.
Bryce hanya tersenyum melihat sifat kekanakan Yara.
"Desa ini sangat indah..berapa hari kita disini?", tanya Yara sambil mengayuh sepedanya.
"Besok kita sudah kembali ke Galway", jawab Bryce.
"Lalu?", tanya Yara lagi.
"Kita akan ke Cork", jawab Bryce.
"Aku pernah ke Cork..disana ada nightclub cukup besar..kita kesana ya...pleaseee", mohon Yara sambil masih bersepeda.
"Aku minta imbalan", kata Bryce.
"Ck..lupakan..imbalanmu selalu berbau mesum", jawab Yara.
Bryce tertawa pelan dan mereka bersepeda sampai satu jam lamanya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤