CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#21



Sudah seminggu ini, Yara selalu menemani Bryce keliling kota Dublin.


Yara tak tahu mantra apa yang diucapkan Bryce pada sang daddy hingga Jade begitu percaya pada Bryce untuk membawa Yara kemanapun.


"Sihir apa yang kau gunakan pada daddy? daddy begitu percaya padamu", kata Yara di sela sela makan siangnya bersama Bryce di luar campervan.


Bryce hanya tersenyum.


"Hei ..jawab pertanyaanku..aku tak suka dengan senyummu yang menyebalkan itu", kata Yara dengan mulut penuh makanan.


"Jangan berbicara sambil makan", kata Bryce santai.


Yara hanya membelalakkan matanya tanda permusuhan. Meskipun sering bersama tetapi Yara tetap menganggap Bryce adalah pria mesum yang menyebalkan.


"Aku memiliki mulut yang manis..tak sulit untuk membujuk uncle Jade", kata Bryce.


"Kurasa hanya aku yang tak pernah percaya mulut manismu yang seperti racun ular berbisa itu", jawab Yara.


Bryce hanya tertawa pelan dan melanjutkan makannya.


"Besok aku akan panjat tebing..kau mau ikut?", tanya Bryce.


"Kau mengajakku? bukankah tempatnya agak jauh dari kota?", tanya Yara.


"Ya sudah kalau kau tidak mau ikut", jawab Bryce.


"Aku mau..aku mau", jawab Yara cepat.


"Apakah daddy mengizinkanku?", tanya Yara.


"Hmm..aku sudah bilang pada uncle Jade tadi pagi", jawab Bryce.


"Benarkah?woooww..kau hebat bisa membujuk daddy", Yara mengacungkan dua jempol tangannya pada Bryce.


"Ya..aku memang hebat..aku sangat tahu hal itu", jawab Bryce.


"Aku ingin muntah sepertinya", kata Yara mendengar ucapan narsis Bryce.


Setelah makan, Bryce membuka laptopnya dan mulai berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Yara hanya melihatnya senbaru berkeliling sekitar danau.


Setelah puas berkeliling Yara masuk ke campervan Bryce dan melihat Bryce masih sibuk dengan laptopnya.


Yara duduk di sofa mini yang ada di dalam campervan. Dia melihat wajah serius Bryce. Yara baru melihat hal ini.


'Dia bisa serius juga ternyata', batin Yara melihat Bryce yang tampak berpikir.


"Hmm", jawab Bryce singkat.


"Kau berjudi?", tanya Yara.


"Hmm", jawab Bryce lagi.


"Ck...", kata Yara dan dia menuju ranjang Bryce yang terlihat nyaman dimatanya karena ada kaca jendela besar yang mengarah langsung ke danau.


"Bagus sekali pemandangan disini", gumam Yara naik ke atas ranjang dan melihat pemandangan danau yang damai.


Tak berapa lama, Yara malah tertidur di ranjang Bryce karena terlalu nyaman.


Bryce menyelesaikan pekerjaannya setengah jam kemudian. Hari sudah menjelang sore. Bryce melihat Yara yang tertidur di ranjang mini campervannya.


Karena kelelahan juga, Bryce tidur di belakang tubuh Yara. Bryce tak terlalu peduli dengan reaksi Yara nanti jika Yara melihatnya ada di belakangnya.


Ranjang yang sempit dan kecil membuat tubuh mereka saling menempel. Tak sadar, Tangan Bryce sudah melingkar ke pinggang ramping Yara.


Yara semakin nyenyak tidurnya. Apalagi, Bryce tadi memakaikan selimut dan membuatnya semakin hangat dan nyaman.


Yara bangun terlebih dahulu 2 jam setelah Bryce ikut tertidur. Dia merasa ada yang memeluknya dari belakang tubuhnya.


Tato di tangan Bryce terlihat jelas dimata Yara sedang melingkar di pinggang.


"Oh God..apa yang kau lakukan!!", Yara otomatis mendorong tubuh Bryce hingga Bryce terjatuh ke bawah.


BRAAAKKKK...


"Yaraaaa...apa yang kau lakukan??!!", teriak Bryce kesal karena tidurnya terganggu.


"Harusnya aku yang bertanya?apa yang kau lakukan padaku???", teriak Yara tak kalah keras.


"Hei..kau tidur di ranjangku..dan aku juga sangat lelah tadi", kata Bryce yang kemudian bangun dengan memegang pinggang dan punggungnya yang sakit karena jatuh.


"Seharusnya kau membangunkanku..kau cari kesempatan kan?", marah Yara.


"Oh God...aku bisa mencari banyak wanita cantik diluar sana, nona", balas Bryce kemudian mengambil minuman dingin di kulkas kecilnya.


Yara masih melihatnya dengan pandangan tajam dan menusuk. Dan Bryce hanya santai dan bersikap biasa saja.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤