
Lalu Bryce menangkup rahang Yara dan menciumnya dengan pelan. Kali ini dia ingin menikmati ciuman ini dengan lama.
Bryce menggigit kecil bibir sexy Yara agar terbuka. Lalu Yara membuka mulutnya dan Bryce mulai memainkan lidahnya disana.
Yara berusaha mengimbangi permainan lidah Bryce dengan lidahnya.
Bryce menciumnya dengan pelan dan sangat lembut jadi Yara bisa mengikuti permainan bibir Bryce sembari mencoba membalasnya.
Bryce tersenyum dengan balasan ciuman yang Yara lakukan. Tangan Bryce mengangkat tubuh Yara ke atasnya dan kini tubuh mereka saling menempel dengan pembatas pakaian masing masing.
Setelah cukup lama berciuman, Bryce melepas bibir Yara yang basah dan terlihat semakin sexy akibat ciuman Bryce.
Bryce mengusap bibir Yara dan tersenyum. Yara membuka matanya dan mereka saling bertatapan.
"Apa yang kulakukan sudah benar?", tanya Yara polos.
Bryce hanya tertawa pelan mendengar itu.
"Aku akan sering sering mengajarimu..kita harus punya jam terbang tinggi sebelum kita menikah", kata Bryce.
"Ya Tuhan....aku tidak sepolos itu untuk kau bodohi, Bryce", jawab Yara.
Yara selalu membuat Bryce tertawa. Mungkin saja itu akan membuatnya tak cepat tua dan selalu awet muda.
"Besok kita ke Bern", kata Bryce.
"Apakah saudaramu sudah datang?", tanya Yara.
"Ya..aku menyuruh mereka mempercepatnya", jawab Bryce.
"Kau akan menikahiku disana?", tanya Yara.
"Hmm", jawab Bryce sembari memainkan rambut coklat Yara.
"Bagaimana dengan daddy dan mommy?", tanya Yara.
Lalu Bryce mengambil ponselnya dan melakukan sambungan video pada Jade .
Tak lama, Jade mengangkatnya.
"Dad?daddy mengangkat vicall dari Bryce tetapi selalu menolak vicall dariku..menyebalkan", kata Yara mencibir.
Jade tampak tertawa di ujung teleponnya.
"Maaf sayang..sebab ketika kau menelepon, daddy benar benar sibuk", jawab Bryce.
"Daddy ada dimana?kenapa aku sangat asing dengan tempatnya?", tanya Yara.
"Halo sayang..bagaimana kabarmu?" , tanya Selena.
"I'm great mom..mommy ada di mana sekarang? kenapa sangat terang disana?", tanya Yara penasaran dan kemudian duduk di sofa.
"Kami di Amerika sayang...Bryce memberikan hadiah bulan madu untuk kami..kau jangan iri yaa...dan jangan mengganggu kami..oke?!", jawab Selena dengan tertawa pelan.
"Oh my God...mommy serius?", tanya Yara tak percaya sembari melihat ke arah Bryce.
"Ya..kami serius...dan untuk pernikahanmu, maaf sayang..kami tak bisa datang karena kami baru saja tiba di Amerika..kasihan daddy jika harus melakukan perjalanan yang sangat panjang kesana..nanti kita adakan pesta lagi di Dublin, oke?!", kata Selena panjang lebar.
"Kalau begitu aku akan menundanya..aku ingin ada daddy di sampingku", jawab Yara.
Lalu Jade mengambil kembali ponselnya.
"Honey.. jangan menundanya... kalian akan terus bersama sepanjang perjalanan..menikahlah secepatnya... daddy akan menyaksikannya melalui video call..nanti kita akan merayakannya di Dublin", kata Jade.
"But Dad...", kata Yara pelan dan ada rasa sedih di dalam kata katanya.
"Sayang...pernikahanmu akan membuat daddy dan mommy sangat bahagia..maka dari itu kau harus ikuti kata Bryce agar mempercepatnya", kata Jade.
"Baiklah dad..i love you", jawab Yara sedih.
Setelah mengobrol beberapa menit, akhirnya Yara mengakhiri panggilan vidoenya. Yara kemudian melihat ke arah Bryce dan saling bertatapan.
"Kenapa kau tak memberitahuku?", tanya Yara.
"Kurasa itu tidak perlu..karena itu hadiah dariku", jawab Bryce santai.
"Kau tetap harus memberitahuku, Bryce", jawab Yara.
"Ya maaf jika begitu..ayo kita keluar jalan jalan", kata Bryce kemudian berdiri dan menarik tangan Yara.
Bryce mengambil jaketnya dan jaket Yara.
Mereka berjalan sepanjang jalan kota sambil berangkulan.
Meskipun sudah hampir tengah malam, tetapi suasananya masih lumayan ramai karena hari ini adalah musim liburan, jadi banyak wisatawan berkunjung.
Bryce mencium Yara di pinggir jalan dan memeluknya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤