
Yara menyuruh Rosie untuk berganti baju di kamar mandi ruangan Bryce.
Rosie kemudian keluar dan tampak malu karena memakai baju yang sangat bagus.
"Kau cantik Rosie..kemarilah", kata Yara.
Kemudian Rosie duduk di sofa dan Yara mulai mendadaninya.
Yara memang ahlinya untuk masalah kosmetik karena dirinya sering berpesta di club bersama 2 sahabat gilanya.
"Berapa usiamu?", tanya Yara sambil memoles wajah Rosie.
"20 tahun", jawab Rosie pelan.
"Kau tidak kuliah?", tanya Yara.
"Tidak..aku harus bekerja..aku hanya tinggal bersama adikku..orang tua kami sudah tiada", kata Rosie.
"Apa tak ada program beasiswa di sekolahmu?", tanya Yara.
"Ada..tapi aku tak akan bisa makan jika aku memilih kuliah", jawab Rosie jujur.
"Nanti aku akan meminta suamiku untuk menguliahkanmu", kata Yara dengan entengnya.
"A..apa?? tapi nyonya itu berlebihan..aku sudah bersyukur bisa bekerja di perusahaan sebesar ini", jawab Rosie.
"Tapi aku ingin kau kuliah... adikmu juga akan menerima beasiswa dari perusahaan ini.. tenanglah..suamiku sangat kaya", kata Yara dengan percaya dirinya.
"Tapi nyonya..", kata Rosie.
"Sudahlah..anggap saja ini perintah dari bosmu", kata Yara.
"Done", kata Yara setelah selesai mendandani Rosie.
"Perfecto", lanjut Yara yang puas melihat hasil karyanya pada Rosie.
"Berdiri disana..aku akan memotretmu", kata Yara menyuruh Rosie berpose dan Yara yang mengarahkan posenya.
ROSIE
"See??? kau sangat cantik Rosie..kau memiliki rambut pirang yang indah", kata Yara.
Lalu tiba tiba pintu ruangan terbuka, Bryce melihat Yara dan Rosie disana.
"Baby...apa kau sedang bermain?", tanya Bryce santai.
Tapi tidak dengan Rosie yang langsung gugup melihat Bryce.
Jamie juga melihat ke arah Rosie yang penampilannya berubah 180 derajat.
JAMIE
"Duduklah Rosie..sepertinya istriku menyukaimu", kata Bryce tersenyum.
Jamie sudah menceritakan tentang Rosie pada Bryce tadi.
"Honey..kuliahkan dia dan biayai adiknya bersekolah..oh ya jangan lupa sediakan juga kebutuhan hidupnya selama dia berkuliah..dan setelah lulus pekerjakan dia disini lagi..dia gadis pintar", kata Yara penjang lebar sembari memeluk Bryce.
"Baiklah..Jamie..urus semua urusan Rosie..", kata Bryce enteng.
Bryce memiliki 4 asisten. Jadi tak ada masalah jika Jamie untuk sementara mengurusi kuliah Rosie sesuai keinginan Yara.
"Baik tuan", jawab Jamie.
Rosie masih tertegun karena merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Rosie..pulanglah..siapkan semua kuliahmu sedari sekarang..Jamie akan membantumu", kata Yara tersenyum.
"A..aku..aku...", kata Rosie tak bisa berkata kata.
"Relax Rosie..Relax... ", Yara memegang bahu Rosie.
"Terima kasih" Rosie menundukkan kepalanya berkali kali pada Yara.
"Hei..ini berlebihan Rosie..pergilah..Jamie akan mengantarmu pulang..belajarlah yang giat dan aku ingin kau menjadi wanita yang berhasil nanti", kata Yara.
Rosie mengangguk sembari menahan tangisnya.
Yara memeluknya dan kemudian menyuruhnya pulang dengan diantar oleh Jamie.
Setelah Jamie dan Rosie pergi, Yara melihat ke arah Bryce yang duduk di kursi kebesarannya.
Yara menghampirinya lalu duduk di pangkuannya kemudian memeluknya.
"I love you sooooo much", kata Yara.
"Hmm..i love you too", jawab Bryce mengecup bibir Yara.
"Mengapa kau setuju dengan permintaanku?", tanya Yara.
"Aku sangat mengenalmu..pilihanmu sudah tepat..dan aku yakin Rosie akan memafaatkan kesempatan ini dengan sangat baik", kata Bryce pelan.
"Thank you honey..apa kita bisa bercinta di meja ini?", tanya Yara.
Bryce tertawa pelan dan mencium bibir merah Yara.
"Kita akan makan siang sebentar lagi...kita akan melakukannya di apartemen saja nanti", jawab Bryce.
Yara mengusap bibir Bryce yang sedikit memerah karena lipstik Yara.
"Baiklah tuan..ayo kita pergi", kata Yara.
Lalu merekapun pergi ke restoran tempat mereka akan bertemu dengan teman bisnis Bryce.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤