
Keesokan harinya, Bryce dan Yara kembali ke mansion Seren. Di sana masih ada keluarga besar Bryce.
Yara masih ingin beramah tamah dengan keluarga besar Bryce. Setiap hari, Yara selalu menyempatkan dirinya untuk menelepon kedua orang tuanya.
Galy dan Yara main bersama para cucu Seren. Karena satu frekwensi, mereka sangat kompak kegilaannya.
Sera tak ada di mansion ketika Yara datang, karena dia harus menemani Alex ke kota sebelah untuk bertemu dengan kawan lamanya yang kebetulan ada di Swiss juga.
Mereka main baseball di taman belakang yang sangat lebar.
Anak anak Galy yang masih kecil pun ikut bermain juga termasuk Thea yang masih berumur 4 tahun.
Bryce juga ambil bagian di dalam permainan ini, begitu juga dengan Rey.
Suasana riuh memenuhi taman belakang rumah keluarga Robert.
Seren dan Regan tampak melihat anak dan cucu mereka bermain bersama dengan senyum yang mengembang.
"Sepertinya kita semakin tua, sayang", kata Seren.
Regan memeluk Seren dan mencium keningnya.
"Tidak sayang..kau masih muda..aku yang sudah tua", jawab Regan dan Seren tertawa pelan.
"I love you", kata Regan yang masih tampan dan gagah di usianya yang tak muda lagi.
"I love you too", jawab Seren dan membalas pelukan Regan yang selalu menjadi tempat ternyamannya.
Setelah puas bermain seharian, semua anggota keluarga besar Robert makan malam bersama.
Malam ini, Bryce dan Yara akan menginap di mansion meskipun sebenarnya Bryce ingin tetap di hotel. Tetapi Yara memaksa untuk menginap di mansion.
"Kapan kalian pergi lagi?", tanya Galy.
"Dalam minggu ini", jawab Bryce.
"Kapan uncle akan mengajakku berpetualang?", tanya Andrei.
"Nanti setelah usiamu 17 tahun", jawab Bryce.
"Aku pegang kata kata uncle..", kata Andrei tersenyum.
"Kemana lagi tujuanmu Bryce?..bukankah kau sudah keliling dunia?", tanya Rey.
"Itu ketika aku sendiri kan..sekarang aku ingin mengajak Yara berkeliling dunia", kata Bryce.
Yara menoleh pada Bryce.
"Thank you..i love you", bisik Yara dengan hanya menggerakkan bibirnya tanpa bersuara.
"Itu terserah pada Yara", jawab Bryce.
"Aku ingin menundanya setahun mom..tak masalah kan?", kata Yara.
"No problem sayang...itu hakmu", jawab Seren tersenyum.
Bryce mengusap rambut coklat Yara dan tersenyum padanya.
Ya..Yara memutuskan untuk menunda kehamilannya setahun karena ingin puas berpetualang dulu dengan Bryce.
Yara dan Bryce sudah membicarakan hal ini sebelum pernikahan mereka kemarin dan Bryce tak keberatan dengan hal itu.
Itu sebabnya Yara memakai KB yang di rekomendasikan oleh Sera agar kesehatan rahimnya tetap terjaga.
Setelah makan malam, keluarga Robert berkumpul di taman belakang ditemani api unggun kecil di tengah tengah mereka.
Mereka tampak mengobrol santai dan bersenda gurau disana. Yara sangat cocok dengan keluarga besar Bryce yang sangat friendly.
Setelah 2 jam kemudian, Bryce dan Yara kembali ke kamar mereka masing masing. Begitu juga dengan anggota keluarga yang lainnya.
Sebelum tidur, Yara dan Bryce mengadakan sesi pillow talk.😁
"Apakah kita akan menyewa campervan juga di Italy?", tanya Yara.
"Hmm..tentu saja..atau kau ingin kita di hotel saja?", tanya Bryce.
"Tidak..kita tetap di campervan saja...itu lebih menyenangkan..dan ketika kita ingin bercinta, kita akan mencari hotel", jawab Yara tersenyum.
"Kita bercinta di campervan saja", kata Bryce.
"Apa kau gila? nanti mobil kita akan bergerak, Bryce", jawab Yara polos.
Bryce spontan tertawa dengan jawaban Yara.
"Kita bisa bercinta di alam luar..itu akan sangat seru..atau kita akan membangun tenda di luar agar campervan kita tak bergoyang", kata Bryce tersenyum usil.
"Boleh juga...itu sepertinya memang sangat seru", jawab Yara tersenyum lebar.
"Layani aku malam ini..aku ingin kau yang memimpin sepenuhnya", kata Bryce dengan tangan yang sudah masuk ke dalam baju Yara.
"Besok pagi saja..aku akan sangat bergairah jika pagi menjelang", jawab Yara sembari mengecup bibir Bryce bertubi tubi.
"Aku pegang janjimu, baby", kata Bryce yang kemudian memeluk Yara.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DA HADIAH YAA ❤❤❤