CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#44



Yara mengambil jaketnya ke dalam campervan karena meskipun masuk musim panas, tetapi suhu di swiss masih tetap dingin sekitar 12-14 derajat celcius.


(Fyi ...musim panas di indonesia dan eropa beda ya..di eropa musim panasnya tetap udaranya dingin)


Yara sedang menyiapkan makan siangnya hari ini. Sejak pagi, Yara dan Bryce tak kemanapun. Mereka hanya berdiam di campervan.


Bryce masih sibuk dengan laptopnya karena sebulan lagi dia harus ke New York untuk rapat besar perusahaannya.


"Makan siang sudah siap Tuaaaannn", teriak Yara dari luar.


Lalu Bryce meninggalkam laptopnya dan segera keluar dari campervannya.


"Kau masak apa?", tanya Bryce.


"Apapun bahan yang ada di kulkas..siapa yang mengisi kulkasnya? apa pemilik rental campervan?", tanya Yara.


"Bukan..pegawai daddy yang mengisinya", jawab Bryce.


"Dia memilih semua bahan berkualitas dan sangat mahal menurutku.", lanjut Yara.


"Ya..mungkin daddy yang menyuruhnya", kata Bryce dan mulai makan masakan Yara yang selalu enak di lidahnya.


"Sejak kapan kau bisa memasak?", tanya Bryce.


"Sejak kecil..kak Lyra yang mengajariku..karena mommy kandungku sudah meninggal ketika aku masih sangat kecil", jawab Yara santai.


"Tapi kau mendapat aunty Selena sebagai gantinya", kata Bryce.


"Hmm..aku dan kak Lyra yang membuat mereka akhirnga menikah", ucap Yara tertawa pelan.


"Kami semua sangat mencintainya..kata teman temanku dia adalah ibu tiri terbaik yang pernah ada..kami bersyukur memilikinya", lanjut Yara tersenyum.


Lalu merekapun melanjutkan makan siang mereka dengan suasana damai dan desiran angin sepoi sepoi yang sejuk menenangkan.


Menjelang Sore, Bryce sudah menyelesaikan pekerjaanya. Sedangkan Yara lebih banyak tidur menghabiskan waktunya.


Terkadang dia berjalan jalan di sekitar bukit sembari memotret pemandangan indah disana menggunakan kamera milik Bryce.


Saat ini, Yara hanya bersantai di ranjang sambil melihat hasil foto jepretannya tadi.


Bryce menutup laptopnya kemudian merebahkan dirinya di samping Yara. Dia meregangkan tubuhnya yang capek karena terlalu lama duduk.


Kali ini ranjang di campervan mereka cukup lebar jadi mereka tak kesempitan lagi jika tidur berdua.



"Aku tak sadar kau memotret sebanyak ini..aku ingin minta hasilnya nanti", kata Yara.


"Hmm..aku suka memotret..itu akan selalu menjadi kenangan..dan aku suka melihat lihat kembali album fotoku, aku juga mencetak fotoku sebanyak apapun..aku bahkan memiliki lemari khusus yang menyimpan album foto itu", kata Bryce.


"Apa sebelumnya kau pernah mengajak temanmu berpetualang?", tanya Yara menoleh pada Bryce dan menaruh camera itu di atas meja di belakamg kepala Yara.


"Tidak...aku selalu solo..aku lebih suka sendirian", jawab Bryce.


"Aku merasa tersanjung karena kau mengizinkanku ikut petualanganmu", kata Yara.


"Aku tak bisa menolak wanita sexy sepertimu..setidaknya ada yang menghangatkan ranjangku jika aku kedinginan bukan?", jawab Bryce enteng.


"Apakah keluargamu tahu kalau dirimu selalu semesum ini?", tanya Yara dengan mencibir.


"Ya..tentu saja", kata Bryce.


"Dasar gila", jawab Yara dan menaikkan kepalanya agar bisa melihat pemandangan di luar yang bisa membuat mata segar.


"Kau tahu?..", kata Yara.


"Tidak tahu", jawab Bryce sebelum Yara menyelesaikan kalimatnya.


"Ck..dengarkan aku dulu", kata Yara.


"Hmm..".


"Kakah Hannah dulu menyukaiku..dia bahkan melamarku ketika aku masih berumur 19 tahun..lucu bukan..dan daddy menolaknya mentah mentah karena menganggapnya masih bocah ingusan", kata Yara tertawa pelan.


"Apa dia masih menyukaimu?", tanya Bryce.


"Tidak..dia sudah akan menikah...tunangannya adalah temanku ketika kuliah..aku yang menjodohkan mereka", jawab Yara.


"Kau pernah jatuh cinta?", tanya Bryce.


"Hanya daddy cinta pertamaku..bahkan aku tak pernah mau memikirkan bagaimana jika daddy pergi dariku selamanya..memikirkannya saja aku takut", jawab Yara.


"Tak ada yang abadi di dunia ini", jawab Bryce.


"Jika begitu, lebih baik aku yang pergi lebih dulu", kata Yara santai.


Bryce menoleh pada Yara kemudian menangkup wajahnya dan menatapnya. Merekapun saling bertatapan hingga Bryce mencium bibirnya dengan lembut.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤