
"Aku pulang lebih dulu Warren", kata Bryce.
"Ya..hati hati dijalan", kata Warren.
"Semoga Yara baik baik saja", kata Warren kemudian.
"Kita pergi saja sekarang..aku sudah mengantuk", kata Norine.
"Baiklah sayang..ayo", ucap Warren.
Bryce menggandeng Yara menuju mobilnya. Yara terlihat semakin gelisah dan setelah masuk ke dalam mobilnya, Yara membuka jaketnya.
"Baby..are you okey?", tanya Bryce.
"Tidak..aku tidak baik baik saja..kurasa ini karena wine tadi..apakah aku alergi?", tanya Yara yang mulai kegerahan.
Yara bahkan membuka bajunya dan hanya memakai bra nya saja sekarang.
Bryce yang menyetir mobilnya tentu saja menjadi tak fokus. Bryce tahu ada yang tak beres di dalam wine nya tadi.
"Sshiiittt", umpat Bryce pelan dan melajukan kendaraannya menuju apartemennya yang cuma berjarak 10 menit saja.
"Bryce...aku sudah tak tahan", kata Yara memegangi tangan Bryce.
"Kita hampir sampai", Bryce memasuki area parkir khususnya dan menutup tubuh Yara dengan jaketnya kemudian membawa Yara ke atas apartemennya.
Setibanya di lift, Yara langsung mencium bibir Bryce dengan ganas. Dan tangan Bryce mulai masuk ke dalam roknya.
"Aaahhh..don't stop please", desah Yara dan masih mencium bibir Bryce.
Ting...
Pintu lift pribadi terbuka dan mereka sudah sampai di kamar apartemen mewah Bryce.
Bryce membantu Yara membuka bajunya dan membawanya ke sofa lebarnya kemudian langsung ke permainan intinya karena Yara sudah tak tahan dengan hal ini.
"Aaahhhh...faster honey", desah Yara dengan melengkungkan tubuhnya.
Bryce menghentakkan miliknya dengan cepat dan menciumi leher Yara.
Tangan Yara mencengkeram erat bahu kekar Bryce.
"Bagaimana bisa aku sebergairah ini, Bryce?", tanya Yara di sela sela kegiatan panasnya.
"Ada yang menaruh obat perangsang di wine ku sepertinya..dan kau meminumnya baby", jawab Bryce dengan suara ngos ngosan.
"Aahhh...Honey...kurasa aku harus diatas", kata Yara dan Bryce mengganti posisi dengan mengangkat Yara di atas pangkuannya.
"Aaahhh...ah..ah..aaaahh", desah Yara keras ketika mereka sama sama mencapai puncaknga bersama.
Yara memeluk Bryce dengan melingkarkan tangannya di leher Bryce.
Bryce pun memeluk tubuh Yara dengan erat.
"I love you honey...aku merasa sangat lelah sekali", kata Yara yang masih ngos ngosan karena kelelahan.
Tetapi rasa panas ditubuhnya sudah menghilang.
"Pasti wanita itu yang melakukannya", kata Yara pelan di leher Bryce.
"Norine maksudmu?", tanya Bryce.
"Dia menyukaimu Bryce..kami berselisih di toilet tadi siang..aku tak menyangka dia akan memakai cara murahan ini padamu..kurasa kau harus menghentikan pernikahan Warren dengannya..dia menjijikkan", kata Yara dan kemudian melihat wajah Bryce.
"Aku tak suka situasi ini..Warren temanku dan salah satu yang lumayan dekat denganku", kata Bryce.
"Maka dari itu..jangan sampai kau membiarkan dia menikahi wanita setan itu", kata Yara.
"Hmm", Bryce mencium bibir Yara kembali.
"Ayo ke kamar mandi..aku butuh mandi", kata Yara mengecup bibir Bryce.
Lalu Bryce pun membawa Yara ke kamar mandi dan mereka mandi bersama di dalam bathtub di jam yang sudah menunjukkan pukul 2 pagi.
"Apa yang terjadi jika kau yang meminum winenya?aku tak bisa membayangkannya..apa kau tak curiga sedikitpun pada Norine?", tanya Yara.
"Aku cukup ke kamar mandi dan menghajarmu disana jika aku sampai meminumnya", jawab Bryce enteng.
"Hah..bagaimana jika tidak ada aku?apa kau akan bercinta dengan sembarang wanita?", tanya Yara dan berbalik melihat ke arah Bryce.
Kali ini Yara tak bisa sesantai ini. Dia benar benar murka dengan perbuatan Norine. Dia bertekad akan membuat pelajaran pada Norine besok.
Bryce tertawa pelan.
"Aku tak selemah itu baby, aku masih bisa menahannya sampai pulang ke rumah dan menemukanmu untuk melampiaskan hasratku", jawab Bryce memencet hidung mancung Yara.
"Jangan berurusan lagi dengan Norine.. aku bisa saja membantingnya dan membuangnya ke jurang", kata Yara.
Bryce tertawa kembali dan memeluk Yara.
"I love you baby", kata Bryce.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤