
Bryce mulai mencium bibir Yara dengan pelan dan lembut. Yara pun membalasnya dengan santai.
Tangan Yara membelai punggung kekar Bryce yang terbuka.
Ciuman Bryce beralih ke leher dan mengecupnya dengan lembut dan perlahan.
"I'm so fuc*ing love you", bisik Bryce.
Yara tertawa pelan dan menyisir rambut Bryce dengan jari lentiknya.
Tangan Bryce menuju kebawah dan Jarinya mulai memasuki daerah sensitif Yara dan membuatnya mendesah keras.
"Aaaahh...", desah Yara dan menggigit bibirnya.
Bibir Bryce beralih ke dada Yara dan bermain disana dengan gigitan gigitan kecilnya.
Bryce kembali mencium bibir Yara kemudian menatap mata cantiknya dengan tangan yang maish bermain di bagian intim Yara.
"Kau menyukainya?", bisik Bryce.
"Hmm", Yara mengangguk.
Yara melengkungkan tubuhnya dan Bryce mencium bibir Yara kembali.
Setelah cukup lama melakukan pemanasan, Bryce mulai memasukkan miliknya.
Bryce menghentakkannya dengan cepat dan menggenggam tangan Yara di atas kepalanya.
Mata mereka saling bertatapan. Bryce semakin merasakan cinta yang mendalam pada Yara ketika menatap mata abu abunya yang besar.
Bryce kemudian membalikkan tubuh Yara dan melakukan gaya bercinta yang sangat disukai keduanya.
Bryce mencium tengkuk leher dan bahu Yara sembari masih menggerakkan tubuhnya di atas punggung Yara.
Tangan Bryce memegang perut dan pangkal paha Yara.
Bryce dan Yara semakin mendesah secara bersahutan di kamar yang kedap suara itu.
Beberapa lama kemudian, Bryce pun mengakhiri permainan ranjangnya dan mereka saling berpelukan.
"Apakah kita akan selalu bergairah seperti ini?", tanya Yara peran dan menatap mata biru Bryce yang selalu membuatnya tenang.
"Hmm.... tentu saja", jawab Bryce.
"Apakah kita perlu melihat film porno jika kita merasa bosan?", tanya Yara.
Bryce tertawa pelan dan mengecup bibir Yara.
"Tidak perlu..menarilah striptis didepanku dan aku akan menjadi pemeran prianya...jadi kita bisa membuat film porno sendiri", jawab Bryce tersenyum usil.
"Apakah di New York kita akan menghadiri sebuah pesta lagi?", tanya Yara.
"Tidak tahu..mungkin saja.. ", jawab Bryce.
Setelah mengobrol cukup panjang, akhirnya mereka tertidur bersama.
Keesokan harinya, Bryce dan Yara bersiap untuk pergi ke kota Rouen. Setelah makan pagi, merekapun segera berangkat ke kota Rouen.
Jarak kota Paris ke Rouen hanya sekitar 2 jam saja. Tempat pertama yang mereka datangi adalah Gros Horloge.
Gros Horloge adalah salah satu landmark abad pertengahan besar Rouen. Ini adalah sebuah jam astronomi dengan mekanisme dari tahun 1300an yang dipasang di atas lengkungan Renaisans dan lorong.
Rue du Gros Horloge adalah salah satu jalan perbelanjaan utama di Rouen. Dimana terdapat toko toko dan rumah rumah setengah kayu yang luar biasa.
Beberapa diantaranya ada yang masih menunjukkan kerusakan akibat perang dunia kedua.
Karena bangunan yang masih tampak asli dan antik, Yara mengambil banyak fotonya disana bersama Bryce
Tujuan kedua mereka kemudian adalah Vieux Rouen.
Vieux Rouen adalah daerah yang berisi sekitar 2000 rumah berbingkai kayu yang tertua yaitu dari tahun 1200an.
Salah satu jalan di Vieux Rouen adalah Rue saint armand.
Ketika benteng Rouen dihancurkan pada abad 18, mereka digantikan oleh jalan jalan lebar yang terus menandai batas pusat kota tua abad pertengahan.
Bagian dari kota Rouen ini memiliki 227 monumen bersejarah terdaftar yang menempati urutan keenam di Perancis.
Dan hari ini mereka mengakhiri perjalanan mereka di taman Jardin de Plantes.
Taman ini berada tepat di sebelah pusat kota tua. Disini biasanya digunakan oleh masyarakat untuk bertamasya.
Taman ini memiliki tanaman yang berasal dari 5 benua yang berbeda.
Bryce memarkirkan campervannya di daerah dekat taman. Mereka hanya bersantai di sana sembari makan siang di campervan dengan membuka pintu bagasi belakangnya.
Mereka sebenarnya melewati makan siangnya. Dan mereka baru bisa menikmati makan siangnya di waktu sore.
JANGAN LUPA LIKE KOMEM VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤