
Hari ini, Yara mengantar Renata ke bandara. Renata rencananya akan pergi dengan orang tuanya ke negara neneknya yaitu Rusia.
Renata juga rencananya akan belajar bisnis peninggalan Chester. Dia yang akan menjadi pemilik perusahaan Chester sesuai dengan wasiat Chester.
Jadi Renata akan mengunjungi neneknya terlebih dulu sebelum mulai bekerja di perusahaan Chester sebagai CEO.
Keluarga Chester juga tak keberatan dengan masalah itu karena mereka sudah menganggap Renata adalah putri keluarga mereka.
Setelah pulang dari bandara, Yara tak langsung menuju penthouse. Dia mampir ke mansion Bryan untuk menemui Belle dan bayi kembar mereka yang lucu lucu.
"Halllllllooooooo...aunty Yara dataaaaangggg", teriak Yara dari pintu depan dan menuju ruang tengah dimana Si kembar dan Belle sedang bermain.
Si kembar Rev dan Gen yang sudah berusia hampir satu tahun tampak senang mendengar suara menggelegar auntynya.
"Yara...aahh aku senang kau datang..bala bantuanku telah tiba", kata Belle tersenyum senang.
"Apa yang bisa kubantu nyonya?", kata Yara sembari mencium pipi Rev dan Gen.
"Mereka sedang belajar berjalan..dan mereka sama sekali tak membiarkanku pergi..huuuftt..bahkan pada pengasuhnya saja mereka tak mau..aku ingin ke salon sebentar..hari ini ulang tahun Bryan dan Bryce bukan?", jawab Belle.
"Ya..aku sudah membelikan hadiah untuk Bryce", jawab Yara.
"Aku akan menjaga mereka..ayo ikut aunty ke taman..", lanjut Yara semangat dan menggendong si kembar ke taman.
"Aku akan kembali secepatnya..thanks Yara", kata Belle.
"Nevermind..mereka hanya mau dengan auntynya yang cantik ini", kata Yara.
Belle tertawa pelan dan langsung berganti baju lalu keluar.
Yara tetap dibantu oleh pengasuh si kembar untuk menjaga si kembar yang sedang aktif aktifnya.
Menjelang malam, Belle datang dan Yara langsung bersiap pulang.
"Kau cantik sekali Belle", kata Yara.
"Thank you baby..hati hati dijalan", kata Belle mencium pipi Yara.
Yara kemudian diantar oleh supir Belle menuju penthousenya.
Setibanya di penthouse, Yara langsung mandi karena seharian dia bermain bersama si kembar.
Setelah mandi, Yara memakai parfum dan lingerie yang dibelinya kemarin.
Malam ini dia ingin melayani Bryce dengan sangat manis, karena sudah lama mereka tak bermesraan apalagi Yara baru saja selesai datang bulan.
Yara memakai lingerie hitam yang benar benar terlihat seksi di tubuhnya yang sintal dan ramping.
Yara kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Bryce. Tetapi Bryce tak mengangkatnya.
"Apa dia lembur?", gumam Yara.
Yara mengedikkan bahunya dan menelepon Hannah yang masih berada di New York.
Hannah sedang giat giatnya menemani Warren program diet.
Mereka menjadi sepasang sahabat yang manis di mata Yara.Yara bahkan berharap Warren dan Hannah bisa menikah suatu hari nanti.
"Hannah?", kata Yara.
"*Hmmm..ada apa nyonya?", kata Hannah.
"Tak ada..aku hanya merindukanmu", kata Yara.
"Oh ya? kemarilah..aku sedang berada di clu bersama Warren", kata Hannah.
"Tidak bisa ..aku sedang menunggu Bryce", kata Yara sembari melihat ke arah luar jendela Penthousenya*.
Cukup lama Yara dan Hannah mengobrol. Begitulah mereka jika sudah mengobrol pasti akan lupa waktu.
Yara berjalan ke dapur dan mengambil camilannya yang ada di meja makan sembari masih mengobrol dengan Hannah.
Bryce yang baru datang dari perusahaan melihat Yara yang berada di dapur dan seperti biasa, Yara selalu duduk di atas meja sambil mengayunkan kakinya sembari memakan camilannya.
Tapi kali ini pemandangan itu benar benar menggoda imannya. Yara tampak seksi dengan lingerie hitamnya.
Yara terlihat tertawa bersama Hannah di telepon. Entah apa yang mereka bicarakan. Pasti omongan absurd dan random seperti biasanya.
Bryce membuka jas dan sepatunya lalu menghampiri Yara yang masih belum menyadari kedatangannya.
TBC 😁
**FOLLOW IG AUTHOR @ZARIN.VIOLETTA
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VITE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤**