
Bryce dan Yara mengisi harinya dengan menyusuri negara Swiss.
Bryce menunda ke Italy karena Yara ingin mengelilingi negara Swiss dulu sesuai dengan rekomendasi dari Seren dimana Swiss adalah negara yang sangat indah dan Yara belum mengunjungi semua tempat di Swiss.
Sebelumnya Yara dan Bryce sudah berpamitan dengan seluruh keluarga besar Bryce karena mereka semua akan pulang besok ke negaranya masing masing.
Hari ini, semua anak anak serta cucu keluarga Robert akan pulang ke negaranya masing masing.
Seren sedikit sedih karena dia akan mulai kesepian lagi meskipun Regan selalu berada di sisinya.
Yara dan Bryce mengelilingi Swiss tetap menggunakam campervannya.
Banyak pedesaan yang sangat indah di Swiss. Tujuan pertama mereka adalah Interlaken.
Kemarin sebenarnya mereka sudah melewati kota ini ketika perjalanan dari kota Zurich ke kota Bern. Hanya saja belum mengeksplore keindahannya.
Kota Interlaken terletak di pegunungan Alpen. Bisa dibayangkan bukan bagaimana keindahan pemandangannya.
Bryce menghentikan campervannya di sekitar danau Thun. Danau indah yang dikelilingi oleh pegunungan.
Karena masuk musim panas, jadi banyak beberapa wisatawan yang berjemur di taman luas dekat danau.
Yara dan Bryce keluar dari campervannya dan menuju danau dimana banyak wisatawan yang menikmati pemandangan indah di tepi danau.
"So beautiful", kata Yara dengan wajah takjubnya.
Bryce menggandeng tangan Yara dan menciumnya.
Bryce juga membawa tikar quilt yang akan di taruh di atas rumput agar mereka juga bisa bersantai disana.
"Kau belum lapar?", tanya Bryce.
"Ini masih belum siang, honey...kita baru makan pagi, bukan?", kata Yara menarik tangan Bryce agar lebih cepat berjalan.
Merekapun menggelar kainnya dan duduk. Yara bersender di dada bidang Bryce dengan menatap ke arah danau dan pegunungan.
"Aku bisa saja tertidur jika suasananya seperti ini", kata Yara sambil menguap.
"Kau tidur sepanjang perjalanan, baby", jawab Bryce tertawa pelan.
"Hmm..tapi ini benar benar nyaman sekali", Yara merebahkan tubuhnya dan kepalanya ada di atas pangkuan Bryce.
"Yaaaa....tapi aku tak janji", jawab Yara.
"Aku akan melemparmu ke danau jika sampai tidur", kata Bryce.
"Ya Tuhan..jahat sekali kau pada istrimu ini", protes Yara.
Bryce tertawa dan mencium bibir Yara.
Setelah beberapa lama bersantai disana, Bryce mengajak Yara jalan jalan di sekitaran danau.
"Pantas saja mommy menghabiskan hari tuanya di Swiss..disini memang benar benar indah..aku juga ingin tua disini", kata Yara sambil berjalan santai.
"Ya..nanti kita akan beli mansion disini jika kau mau", kata Bryce.
Yara menoleh pada Bryce dan tertawa pelan.
"Kau tahu?aku tak menyangka kau sekaya ini..jika aku tahu dari awal mungkin aku yang akan menggodamu", kata Yara tertawa kembali.
"Dasar matrealistis", jawab Bryce mencium gemas bibir Yara.
"No..aku hanya realistis", Yara membenarkan.
Bryce tersenyum dan memeluk Yara kemudian mereka berciuman mesra di tengah tengah jembatan kecil itu.
Yara melingkarkan tangannya ke leher Bryce dan kakinya berjinjit untuk menyeimbangi tubuh Bryce yang tinggi.
Bryce memeluk pinggang ramping Yara dan sedikit mengangkatnya.
"Apa kita ke hotel saja?", lirih Bryce menatap mata Yara yang indah.
"Ayo...", kata Yara tersenyum.
Bryce tertawa dan menarik tangan Yara menuju hotek atau penginapan terdekat dengan area danau.😁
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤