CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#74



Setelah makan siang, Bryce mengajak Yara ke alun alun Pasar Lama yang terletak di ujung barat jalan Rue du Gros Horloge.



"Apakah ini masih bangunan asli dari jaman dulu, Bryce?" tanya Yara sembari menggandeng tangan Bryce menyusuri jalan.


"Ya.. ini adalah tempat Joan Of Arc dibakar hidup hidup pada tanggal 30 mei 1431," jawab Bryce.


"Kau pasti sangat pintar dulu di sekolah. Daya ingatmu sangat kuat," kata Yara.


"Aku suka sejarah, Sayang. Jadi aku selalu mempelajari sejarah dari tempat yang kudatangi," jawab Bryce.


Di sekitar Alun alun terdapat rumah setengah kayu yang indah.


Setelah menjelang sore, Bryce membawa Yara menuju Jalan jalan pedesaan di Rouen.


Namanya adalah Parc Naturel Regional des Boucles de la Seine Normande yang terletak di daerah Normandy.



Normandy memiliki tanah pertanian yang di batasi oleh pagar tanaman hijau yang banyak serta kebun.


Tepi taman ini berbatasan langsung dengan pantai, yang sebelumnya juga terdapat sungai Seine yang berliku liku.


Disana juga ada sebuah pulau kecil bernama Mont Saint Michel. Bryce dan Yara berjalan kaki menuju pulau itu.


Jaraknya hanya 600 meter saja dari bibir pantai dan penampakan jalannya seperti laut terbelah ketika air sedang surut.



Pulau ini hanya dihuni 44 penduduk saja yang sebagian besarnya adalah biarawan dan biarawati.


Yara tampak antusias berjalan menuju pulau yang terlihat unik dan indah itu karena berada di atas laut.


Jika air pasang, ada sebuah jembatan yang bisa digunakan untuk menuju pulau tersebut.


"Apa sejarah tempat ini, Honey?" tanya Yara.


"Dulu ini adalah benteng pertahanan Perancis ketika perang selama seratus tahun melawan Inggris," jawab Bryce.


Yara mengangguk mendengar setiap penjelasan Bryce dan mengecup bibirnya ketika wajah Bryce dalam mode serius.


Yara merasa sangat beruntung memiliki Bryce. Bryce tipe pria yang memiliki paket lengkap dalam hidupnya.


"Apa kita menginap disini saja? Di sini banyak hotel bagus," kata Bryce memeluk Yara.


Yara tertawa pelan dan mereka mulai memasuki pulau unik itu.


"Kita sudah cukup puas bercinta, Honey," kata Yara menarik tangan Bryce.



Jalanan yang ada di pulau itu memberikan nuansa kota abad pertengahan dan terlihat seperti film fantasi salah satunya film Harry Potter.


Mont saint Michel termasuk dalam situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1979 dan dikunjungi sekitar 2,5 juta wisatawan setiap tahunnya.


Bryce tersenyum dan merangkul bahu Yara.


Menjelang malam, mereka sudah selesai melakukan Tournya. Yara dan Bryce kembali ke campervan dan menikmati makan malamnya di sana.


Bryce memarkirkan campervannya di bukit dekat pantai.



Malam harinya, Yara dan Bryce tak pergi kemanapun. Mereka hanya menonton film dari laptop Bryce sambil memakan cemilan dan minum soda.


Yara bersandar di dada Bryce dan Bryce memeluk pinggangnya.


"Minggu depan kita ke New York. Daddy ingin bertemu," kata Bryce.


Yara membalikkan tubuhnya dan menghadap Bryce.


"Benarkah? Mengapa daddy tak bilang padaku tadi?" kata Yara.


"Sudah kubilang, aku adalah anak daddy. Jadi kurasa daddy merasa harus memberitahuku dulu," kata Bryce santai.


"Ck..." Yara cemberut dan menggigit bahu Bryce yang tak memakai baju.


"Ya Tuhan, au selalu menyiksaku, Baby," kata Bryce memegang bahunya yang digigit Yara.


Yara hanya mencibirkan bibirnya dan melihat filmnya kembali.


Bryce kemudian merebahkan tubuh Yara dan menggelitiki tubuhnya.


"Bryce..STOP..." teriak Yara sambil tertawa karena merasa geli di sekujur tubuhnya.


"No..." jawab Bryce dan masih menggelitiki pingang Yara.


"I'll kill youuu," kata Yara menahan tangan Bryce sekuat tenaga.


"Kau akan menjadi janda di usia muda jika membunuhku," jawab Bryce tertawa dan memeluk erat pinggang Yara karena Yara berusaha melarikan diri.


"Oke oke...sorry... Lepaskan aku sekarang," kata Yara ngos ngosan.


Bryce tertawa dan menciumi wajah Yara yang sudah memerah. Hidupnya terasa semakin berwarna sejak Yara hadir dalam hidup Bryce.


"Bryce, kau membuat wajahku basah. Oh God," kata Yara mendorong dada Bryce.


"I love you," kata Bryce setelah menghentikan ciumannya.


Yara menangkup pipi Bryce dan tersenyum manis padanya.


"I love you too, Tuan mesum," jawab Yara dan merekapun berciuman.


(Silahkan bertravelling sendiri adegan selanjutnya😁)


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤