CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE

CRAZY TRIP CRAZY ADVENTURE
#39



Siang harinya, Bryce benar benar menepati perkataannya. Dia mengejar Yara untuk mengajaknya berenang.


Sebenarnya bukan mengajak ya, tetapi lebih ke arah memaksa.😁


"BRYCEEEE...STOOOOOOPP!!!", teriak Yara sembari berlari di bukit sekitar danau tanpa memakai alas kaki.


"Aku pasti akan menangkapmu... darling", Bryce tersenyum dan tetap mengejar Yara.


Yara yang sudah ngos ngosan dan capek akhirnya berhenti dan pasrah ketika Bryce menggendongnya.


"I hate you...", kata Yara dengan suara ngos ngosan.


Bryce tak kembali ke bawah bukit. Tetapi dia langsung loncat dari atas bukit ke danau.


"NOOOOOOO", teriak Yara yang ada di gendongan Bryce.


BYUUUUURRR...


Dan akhirnya mereka berdua jatuh ke dalam air danau. Bryce melepaskan Yara dan Yara terbatuk karena air masuk ke mulutnya.


"KAAAUUUUU.....", marah Yara.


"Jangan terlalu sering marah sayang..kau akan tua sebelum waktunya", kata Bryce tertawa dan berenang.


Kalau berenang di danau, Yara tak takut karena tak ada ombak. Jadi Yara berenang sendiri ke tepian danau.


Belum sampai pinggir, Bryce kembali menangkap tubuhnya dan membawanya ke tengah danau.


"Kau akan membuatku mati muda jika seperti ini Bryce", rengek Yara dengan pasrah.


"Naiklah di punggungku", kata Bryce.


Lalu Bryce berenang ke tengah danau dengan Yara di punggungnya.


Yara menikmati acara berenangnya kali ini apalagi di air yang tenang ini.


"Indah bukan?", kata Bryce.


"Hmm...apakah danau ini dalam sekali?", tanya Yara.


"Ya..sangat..kau mau kulepas?", kata Bryce.


"Coba saja...akan kucekik lehermu jika sampai melepaskanku", Ancam Yara.


Bryce tertawa dan berenang sedikit jauh lagi. Bryce memang kuat berenang.


Dulunya dia pernah menjadi atlit renang ketika masih sekolah. Jadi tak heran jika dirinya sangat suka dengan olahraga air.


Setelah berenang cukup lama, Bryce dan Yara pun kembali ke tepian danau. Yara langsung memasak makan siangnya tanpa mengganti bajunya.


Bryce keluar dari Campervan setelah mandi dan mengganti pakaiannya.


"Gantilah bajumu..aku yang akan memasak", kata Bryce.


"Baiklah", kata Yara dengan badan gemetar kedinginan.


Setengah jam kemudian, Yara keluar dari campervan dan Bryce sudah selesai memasak.


Merekapun makan siang bersama dengan mood yang sama sama bagus.


"Kau punya buku yang bisa dibaca?", tanya Yara yang baru saja menyelesaikan makan siangnya.


"Banyak..dibawah ranjang..Bryan mengirimiku banyak buku ketika aku tiba di Dublin..sangat banyak buku disana", kata Bryce.


Lalu Yara membereskan makan siangnya dan masuk ke campervan. Dia membuka kotak besar di bawah ranjang yang berisi banyak buku.


"Banyak sekali", kata Yara sambil memilih buku apa saja yang akan dibacanya.


Setelah mendapatkan bukunya, Yara mengembalikan kotak itu kebawah ranjang.


Lalu Yara naik ke ranjangnya yang nyaman meskipun kecil itu.


Yara membaca buku untuk mengisi waktu luangnya kali ini. Sinyal ponsel di tempat ini sering terganggu, itu sebabnya Yara memilih membaca buku.


Bryce masuk ke dalam campervan dan memotret Yara yang sedang membaca buku. Kemudian Yara menutup wajahnya dengan buku.


"Kenapa kau memotretku?aku sedang sangat jelek", kata Yara.



"Aku suka wajah jelekmu", kata Bryce yang masih memotret Yara dan membuka buku yang menutupi wajah Yara.


"Ck..apakah aku harus berpose seksi?", kata Yara dengan wajah sebalnya.


"Boleh juga..ayo... aku menunggu", kata Bryce.


"Jangan menggangguku Bryce..aku sedang serius membaca..keluarlah pengganggu", kata Yara mengusir Bryce.


"Kau lupa Van ini milik siapa?", balas Bryce tersenyum dan semakin mendekat ke wajah Yara dengan kameranya sampai kamera itu menempel ke hidung Yara.


"BRYCEEEEE....Kau mau memotret kotoran hidungku??", bentak Yara.


Bryce tertawa dan menaruh cameranya lalu mencium bibir Yara yang semakin sexy jika sedang kesal.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤