
Seharian, Yara dan Bryce hanya mendekam dikamar. Mereka sedang mengeksplore dan saling mengenal tubuh pasangannya masing masing.😁
Sampai malam menjelang, Bryce dan Yara akhirnya makan malam di restoran hotel.
"Apakah di kota ini ada club, Bryce?", tanya Yara sembari makan.
"Kita tak akan ke club baby...kita akan di kamar..apa aku perlu menyetel musik DJ dikamar?", kata Bryce.
"Boleh juga..nanti aku akan menari striptis untukmu", bisik Yara dan mengedipkan matanya dengan genit.
"Oh God..kau semakin genit saja", kata Bryce tertawa pelan.
"Kau yang mengajariku, suhu", jawab Yara.
Lalu ponsel Bryce tiba tiba berbunyi dan Bryce mengangkatnya.
Wajah Bryce tampak serius dan hanya menjawab singkat apa yang diucapkan oleh peneleponnya.
"Nanti kita bicara lagi..aku sedang makan malam", kata Bryce kemudian menutup teleponnya.
"Siapa?", tanya Yara.
"Asistenku di New York..bulan depan aku harus kesana", jawab Bryce.
"Kau bekerja di New York?", tanya Yara.
Bryce mengangguk.
Yara pun tak bertanya lagi dan melanjutkan makan malamnya.
"Ada yang harus kuambil di rumah mommy..kau naiklah dulu", kata Bryce.
"Hmm..baiklah..", kata Yara.
Lalu Bryce mengecup bibir Yara dan pergi dari hotel.
Yara kembali ke dalam kamar. Dia melihat bingkisan hadiah yang diberikan oleh Galy kemarin. Dan dia belum sempat membukanya.
Lalu Yara membuka bungkusan itu dan melihat apa yang diberikan Galy padanya.
"Ya Tuhan..ini baju atau jaring ikan?", gumam Yara melihat lingerie yang benar benar tembus pandang.
"Baiklah..aku akan mencoba memakainya", kata Yara.
Lingerie itu berwarna merah menyala dan membuat tubuh Yara benar benar sexy.
Galy juga mengiriminya parfum branded yang sangat mahal dan wanginya benar benar sensual.
Yara memandang tubuhnya di cermin kamar mandi.
"Aku seperti pelac*r saja..ah tak masalah.. hanya Bryce saja yang melihatku seperti ini", Yara bermonolog.
Yara menunggu Bryce lumayan lama, karena Bryce tak muncul muncul setelah 2 jam berlalu.
Yara akhirnya memutuskan untuk tidur lebih dulu karena sudah mengantuk.
Bryce baru kembali dari mansion Seren tengah malam setelah berbicara dengan Rey tentang urusannya di Amerika dan Bryce ingin Rey membantunya.
Bryce masuk ke dalam kamar dan melihat Yara yang sudah tertidur.
Bryce membuka bajunya dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah itu dia naik ke ranjang, bergabung dengan Yara.
Yara menutup tubuhnya dengan selimut karena dia kedinginan gara gara hanya memakai lingerie yang amat sangat tipis itu.
Pagi harinya, Yara terbangun karena bunyi ponsel Bryce yang mengganggu tidur.
"Bryce... teleponmu berdering..cepatlah angkat..", kata Yara dengan suara seraknya.
Bryce kemudian membuka matanya dan mengambil ponselnya.
"Halo..ada apa Bryan?", tanya Bryce.
Mereka pun mengobrol tentang pekerjaan Bryce di New York.
Yara kemudian membuka selimutnya dan beranjak menuju kamar mandi.
Bryce melihat tubuh sexy Yara yang hanya dibalut lingerie tipis. Apalagi Yara tak memakai apapun didalamnya.
Bryce sempat tidak konsen dengan apa yang dikatakan Bryan ketika pandangannya terpusat pada tubuh Yara.
Beberapa menit kemudian, Yara keluar dari kamar mandi dan dia mengambil ponselnya yang ada di dalam slingbagnya.
Bryce masih berbicara di telepon dengan Bryan. Dia melihat Yara mengambil ponselnya dan merebahkan dirinya di sofa.
"Damn...", bisik Bryce melihat Yara yang sangat menggoda di matanya.
"Kita lanjutkan nanti saja Bryan...bye", kata Bryce yang langsung melempar ponselnya ke ranjang dan menghampiri Yara yang sibuk dengan ponselnya.
Bryce langsung mengambil ponsel Yara dan meletakkannya di meja. Kemudian dia langsung mencium bibir Yara dengan rakusnya.
"Dari mana kau mendapatkan baju ini?", tanya Bryce yang masih menciumi leher dan dada Yara yang sangat harum karena efek parfum semalam.
"Kak Galy..kau suka?", kata Yara.
"Sangat sangat suka..", jawab Bryce dan langsung menciumi seluruh tubuh Yara hingga ke bagian intimnya.
"Tubuhmu sangat harum", lirih Bryce.
"Ya..kak Galy juga memberikan parfum padaku..", desah Yara dengan tubuh menggeliat karena Bryce mulai bermain di daerah intimnya.
Mereka melakukan percintaannya kali ini di sofa empuk yang lebar.
Bryce mengangkat kaki Yara ke sandaran kursi dan menghentakkan pinggulnya dengan cepat.
Setelah beberapa lama, Bryce mengangkat tubuh Yara di pangkuannya.
"Bergeraklah..bukankah kau dulu ingin bergerak diatasku?", kata Bryce tersenyum nakal.
Yara menggelung rambutnya sembari bergerak pelan di atas tubuh Bryce.
Bryce meremass dada Yara dan menciuminya.
Yara semakin cepat menggerakkan pinggulnya. Tangan kanan Bryce memegang pinggul Yara dan membantunya bergerak.
"Aaahh..baby... ", desah Bryce.
Tangan Yara bertumpu di perut sixpack Bryce dan tetap bergerak liar di atas Bryce.
"Ah..ah..aahhh...", desah Yara dan masih menikmati gerakan sensualnya di atas tubuh Bryce.
Setelah Yara puas dan mendapatkan klim*ksnya, Bryce memimpin kembali dan menghentakkan miliknya dengan cepat di akhir permainan mereka.
Merekapun saling berpelukan merasakan cinta yang mulai tumbuh di antara mereka berdua.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.. ❤❤❤