
Bryce menoleh pada Yara kemudian menangkup wajahnya dan menatapnya. Merekapun saling bertatapan hingga Bryce mencium bibirnya dengan lembut.
Bryce tak terlalu lama mencium Yara karena takut tak akan bisa mengontrol nafsunya. Dia melepaskan ciumannya dari bibir Yara dan melihat mata abu abunya yang besar.
"Dalam rangka apa kau menciumku?apa kau takut kehilangan aku?", tanya Yara.
Bryce tertawa pelan dan mengecup bibir Yara bertubi tubi.
"Bryceee...hentikan..", Yara mendorong dada Bryce agar berhenti mengecupinya.
"Ayo kita ke kota..kita makan malam diluar", kata Bryce tersenyum.
"Kita ke club", kata Yara.
"Baiklah..sebentar saja", kata Bryce.
"Yeeaayy", sorak Yara memeluk Bryce lalu segera beranjak dari ranjang dan mengganti bajunya.
Bryce menyuruh anak buah daddynya untuk menjemput mereka. Daddy Bryce, Regan.. memiliki banyak cabang perusahaan yang tersebar di swiss.
Dan semua bisnis sudah dimasukinya termasuk bidang pariwisata seperti hotel dan resort.
Yara memakai baju santai warna hitam serta celana jeans belel yang sobek sobek.
"Kau baru jatuh dimana?banyak sekali sobekan di celanamu", goda Bryce.
"I don't care", jawab Yara cuek.
Sedangkan Bryce memakai pakaian santai juga yaitu celana jeans dan jaket jeans.
Setengah jam kemudian, supir menjemput mereka dan mengantar ke pusat kota.
Sebelum makan malam, mereka langsung ke sungai Limmat lebih dulu karena suasana tergolong masih sore dan tak terlalu malam.
Disana mereka berlayar selama satu jam dengan melihat pemandangan bangunan bangunan tua di sepanjang pinggir aliran sungai.
Setelah itu mereka menuju restoran dan makan malam.
Setelah makan malam, Bryce dan Yara melanjutkan jalan jalannya di sekitar kota yaitu ke ALTSTADT.
Altstadt berasal dari bahasa jerman yang artinya KOTA TUA. Hampir seluruh bangunan di kota Zurich adalah bangunan bangunan tua yang sudah ada sejak jaman dulu dan masih berdiri kokoh sampai saat ini.
Bangunan bangunan tua ini menampilkan seni estetika yang tinggi jadi Yara banyak berfoto di sana.
Dia melihat sebuah cafe yang menjual es krim dan masuk ke dalamnya.
"Kau tidak beli?", tanya Yara pada Bryce.
"Tidak", jawab Bryce singkat.
"Jangan minta es krimku..awas kau nanti", kata Yara memperingatkan.
Bryce hanya mengedikkan bahunya.
Setelah membeli es krim, mereka pun keluar. Mereka melanjutkan perjalanannya sepanjang jalan kota tua itu.
Bryce sengaja menyenggol lengan Yara hingga es krim Yara memenuhi mulut Yara sampai ke hidungnya.
"Bryce..are you kidding me?", Yara berhenti berjalan dan mulai kesal.
Bryce tersenyum usil.
"Aku tak sengaja..lalu?", jawab Bryce dengan entengnya.
"Kau membuat wajahku belepotan...lihatlah!", kata Yara sedikit berteriak.
"Baiklah...aku akan membersihkannya", kata Bryce yang langsung menjilat es krim yang ada di mulut Yara dan sekitarnya.😁
Yara membelalakkan matanya.
"Ya Tuhan..laki laki ini...", gumam Yara geram.
Di pandangan orang orang yang melintas mungkin hal ini terlihat lucu dan romantis. Tapi tidak bagi Yara yang merasa wajahnya menjadi lengket karena es krim dan tindakan Bryce yang membuatnya semakin kesal.
"Sudah selesai..gampang bukan", kata Bryce tersenyum tanpa dosa.
"Kau tahu betapa aku ingin membantingmu, Bryce", gerutu Yara dan langsung mengusapkan seluruh wajahnya ke baju yang dipakai Bryce.
"Nah..ini baru bersih", kata Yara menjulurkan lidahnya.
Lalu Yara mulai melanjutkan makan es krimnya lagi yang sudah mulai mencair.
Setelah makan es krim, Yara mencari toilet di restoran untuk mencuci wajahnya yang lengket.
Kemudian mereka berkeliling lagi untuk menghabiskan waktunya sebelum mengunjungi club.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ❤❤❤