
7 years later...
"Cean.. Sudah mommy bilang, jangan bermain diatas mobil," teriak Yara mengejar anak laki lakinya yang sangat aktif itu.
"Aku hanya ingin tidur disini malam ini mom," teriak Cean.
"No.. Turun sekarang!! Cepaaat!!" kata Yara sedikit berteriak.
"Aku hanya ingin melihat bintang di malam hari mom..kata daddy itu sangat indah," jawab Cean bersikeras.
"Oh God.. Kau bisa jatuh jika tidur disana. Jangan mengikuti saran daddymu yang selalu aneh itu," teriak Yara.
"Baby.. Biarkan dia. Nanti aku yang akan menjaganya," kata Bryce yang muncul dari belakang Yara.
"Honey.... Bisakah membuat putra kita hidup yang normal normal saja? Dia bahkan membawa selimut dan bantal ke atas campervan," kata Yara dengan tangan di pinggangnya.
"Dia sangat lincah dan bisa menjaga dirinya sendiri..kau tahu sendiri kan. Jadi jangan terlalu khawatir," kata Bryce santai lalu mencium bibir Yara yang tampak cemberut.
"Tapi ini sedang musim dingin, Honey," kata Yara.
"Aku anak daddy mom... Daddy yang terbaik," teriak Cean dari atas mobil.
Bryce tertawa pelan dan memeluk tubuh Yara.
Mereka bertiga sekarang berada di negara Korea selatan.
Dan sejak masih berumur setahun, Yara dan Bryce sudah mengajak Cean keliling ke beberapa negara.
Ocean Journey Robert, itulah nama panjang Ocean. Meskipun usianya baru 6 tahun tapi perawakannya seperti anak 8 tahun karena keturunan dari Yara dan Bryce yang memiliki tubuh tinggi.
Ocean memiliki mata abu abu dan rambut coklat seperti sang mommy. Hanya sikapnya saja yang menurun dari sang daddy yang selalu membuat Yara naik darah.
Yara bahkan sedang hamil anak keduanya diperjalanannya kali ini. Dan usia kandungannya baru 3 bulan. Yara diperkirakan hamil kembar sesuai keinginannya.
Mereka lebih sering tidur di hotel daripada di campervannya karena tubuh Cean yang semakin besar dan ranjang di campervan terlalu kecil untuk mereka bertiga.
Mereka rencananya akan berkeliling Korea selama 2 minggu saja. Setelah itu mereka akan langsung terbang ke Rusia, ke mansion Sera.
Ocean mengikuti program sekolah homeschooling dan bimbingan belajar online selama berpetualang.
Dia juga bisa berbicara beberapa bahasa. Otaknya yang brilian membuatnya cepat belajar hal hal baru.
Bryce selalu membawanya ke tempat tempat yang menantang adrenalin meskipun usianya masih kecil.
Dikehamilan keduanya ini, fisik Yara tergolong sangat kuat. Dia bahkan tak mengalami mual dan muntah.
Maka dari itu Bryce membawanya berpetualang meskipun Yara sedang hamil.
Di korea sedang musim dingin jadi tak terlalu banyak aktivitas fisik yang mereka lakukan diluar.
Pada akhirnya, Cean pun tidur di atas campervan dan Bryce pun naik menjaganya di atas.
Yara akhirnya tak ambil pusing karena Cean lebih keras kepala daripada Yara.😁 Apalagi Cean menjadi kesayangan kakeknya, Jade.
Bryce dan Cean tidur menggunakan sleeping bag agar tak kedinginan di luar.
Pagi harinya mereka makan pagi bersama di lereng gunung Halla di daerah pulau Jeju. Pulau yang menjadi daya tarik wisata di korea selatan.
"Kalian akan hiking nanti?" tanya Yara.
"Of course mom," jawab Cean semangat.
"Lalu, kalian meninggalkan mommy sendirian disini?" tanya Yara.
"Bukankah kau akan shopping, baby?" kata Bryce sembari menikmati makanannya.
"Hmm.. Tapi aku sedikit malas," jawab Yara.
"Mommy tak boleh malas, nanti adik adikku akan menjadi pemalas," kata Cean dengan mulut yang penuh makanan.
Yara mencubit pipi Cean dengan gemas karena ucapannya itu.
JANGAN LUPA LIKE KOMEM VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤