
Setelah selesai makan siang, dia pun kembali ke kelas bersama dengan teman-temannya. Masing-masing sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Begitupun dengan Rena, karena saat makan siang dia tidak sempat membuka handphone, akhirnya saat ini dia gunakan waktu yang tersisa untuk membuka. Siapa tahu ada pesan penting yang perlu segera dia balas.
Benar saja, dia cukup terkejut karena dapat spam pesan dari kak Allan. Ini adalah hal baru untuk Rena, apalagi jika dikaitkan dengan sebelumnya, di mana dulu tidak ada pesan yang perlu dia balas dan tidak ada pesan yang menunggu balasan dari Rena secepat mungkin. Seketika beban pikiran yang sempat mengganggu Rena pun hilang. Dia pun segera membalas pesan yang baru saja dia baca.
Rena to Pak Allan :
'Rena udah selesai makan siang kak, ini mau otw ke kelas buat ikut materi selanjutnya.'
'Rena baru sempet buka chat..'
'Kak Allan juga jangan lupa makan siang ya, nanti kalau hasil lab udah keluar. Kakak langsung pulang terus istirahat aja dulu di rumah..'
'Nanti sore tetep jadi kok, kalau Rena sudah sampai di kafe langsung aku kirim sharelock ke kakak kok. See you kak Allan..😉'
Setelah mengirimkan beberapa pesan itu, saat Rena membaca kembali pesan yang dia kirimkan. Dia ingin segera menghapus dan menariknya kembali agar tidak terbaca kak Allan. Dia cukup malu untuk mengirimkan pesan sederhana seperti demikian, apalagi ini adalah baru pertama kalinya dia menjalin hubungan lebih dari sahabat. Namun hal itu tidak bisa dia lakukan, karena pesan yang baru beberapa detik Rena kirim sudah di baca kak Allan. Dia pun hanya bisa menunggu balasan apa yang akan dikirim padanya.
Rena pun melanjutkan jalannya menuju kelas. Lalu kemudian ada notifikasi pesan masuk di handphone Rena berbunyi, dia pun ingin langsung membukanya . Namun saat akan membaca pesan dari arah belakang Rangga dan Zanna pun ikut bergabung. Dengan cepat Rena pun mematikan handphone dan langsung bersikap biasa saja. Tetapi karena hal ini Rena jadi membiarkan pesan baru dari Allan hanya terbaca saja.
......................
Setelah sampai di kelas
Mereka pun dengan serius mengikuti materi dosen yang kini sedang menjelaskan. Setelah kelas selesai mereka pun langsung menuju tempat selanjutnya. Kini mereka sudah berada di dalam mobil Rangga. Karena di jam sore ini beberapa cafe sudah penuh akan mahasiswa lain yang juga perlu kerja tim, akhirnya mereka hanya bisa memasuki cafe yang masih tersedia di dekat kampus.
Di Dalam Cafe
Mereka berenam pun sibuk dengan job desk masing-masing, dengan Rama dan Galieh yang sibuk membahas alat dan barang yang perlu di bawa nanti. Lalu Zanna dan Abel yang sibuk dengan Mini vlog behind the scene dan koreografi dance. Terakhir Rena dan Rangga yang sibuk membuat materi presentasi sosialisasi dan hal apa saja yang akan dilakukan saat sosialisasi nanti. Karena hal ini lagi-lagi Rena melupakan seseorang yang harus dia kabari.
Di tengah kesibukan itu, ada dering panggilan suara dari handphone Rena. Karena tas Rena lebih dekat dengan Rangga, dia pun meminta tolong Rangga untuk mengambil handphone untuknya. Dengan hati-hati Rangga pun mengeluarkan handphone Rena dari tasnya. Saat dia melihat nama yang tertera di sana,
'Pak Allan'
Rangga pun cukup penasaran. Kenapa nama itu cukup asing? Bahkan dia belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Namun karena dia tidak ingin mencampuri urusan Rena, dia pun hanya diam saja dan kemudian memberikan ponsel yang dia bawa pada Rena.
Rena selalu memiliki kebiasaan jika terlalu fokus dan sibuk akan suatu hal, dia bisa melupakan hal lainnya lagi. Begitupun dengan hari ini, siang tadi karena masalah postingan anonymous dia jadi lupa membuka ponsel dan membuat Allan kesal padanya. Dan kini malam ini pun juga demikian, dia harus membuat seseorang yang begitu sibuk untuk menghubungi dia dahulu.
Tanpa melihat nama yang tertera, Rena pun langsung menekan tombol angkat. Dia meletakkan ponselnya di dekat telinganya, setelah itu dia kembali sibuk menyiapkan materi untuk sosialisasi. Dia pun menyapa seseorang yang ada di ujung telpon.
Sedangkan Rangga yang melihat Rena menjawab panggilan akhirnya bisa merasa lega. Karena seseorang yang menghubungi Rena adalah orang yang tidak terlalu dekat dengannya. Hal ini bisa dia konfirmasi dari bahasa yang digunakan Rena cukup formal. Rangga pun kembali dengan aktivitasnya sendiri tanpa memperhatikan Rena.
"Kamu bener-bener ya.. Kenapa chat aku nggak di balas cuman di baca aja? Terus kamu nggak tahu sekarang jam berapa? Katanya mau sharelock, kenapa belum sharelock juga? Sedari pulang dari rumah sakit aku udah ngikutin kata kamu loh buat pulang dulu. Sekarang aku lagi di depan kampus kamu, kamu lagi di cafe yang mana?"
Setelah mendengar apa yang dikatakan seorang di ujung telpon, dia pun terkejut karena ternyata dia baru saja menjawab telpon kak Allan. Setelah kak Allan meminta Rena melihat sekarang sudah jam berapa, otomatis dia menatap jam dinding yang kebetulan berada di depannya. Ternyata sudah pukul 18.30 malam, bahkan ini sudah lewat dari jam dia janjian dengan kak Allan.
Rena pun melihat sekeliling, selagi semua teman-teman sibuk dengan urusannya, Rena pun langsung memelankan suaranya. Dia segera menjawab pertanyaan kak Allan.
"Maaf kak, Rena lupa waktu lagi. Sekarang Rena kirimkan sharelock ya, kalau sudah sampai di depan kafe langsung chat aja. Rena janji, akan langsung keluar." ucap Rena sambil sedikit berbisik.
"Kenapa kamu ngomongnya bisik-bisik?"
"Rena masih sama temen-temen, langsung aku sharelock ya. See You, Rena mau siap-siap dulu.." ucap Rena lalu langsung mematikan ponsel tanpa persetujuan pihak lainnya.
Segera dia mengirimkan sharelock dan setelah itu mulai membereskan barang bawaannya. Melihat Rena yang mulai membereskan barang bawaan membuat Rangga penasaran dan bertanya.
"Loh Ren, kok udah beres-beres? Kan masih lama.. Balik habis makan malem aja. Nanti gue anterin," ucap Rangga pada Rena.
"Pengennya gitu, tapi gue harus segera balik. Sorry ya guys, next time ya. Lagian kan Minggu depan kita selama lebih dari seminggu bareng-bareng terus.."
"Yah, parah nih lu Ren. Kok balik duluan sih, kalau takut nggak ada angkutan umum santai aja. Kan ada Rangga yang siap anter kita.." ucap Abel mencoba menahan Rena.
Rena pun hanya menjawab dengan senyuman dan kemudian menggelengkan kepala.
"Ada yang perlu gue beli nggak? Biar gue beliin aja, ya sebagai tanda permintaan maaf gue karena nggak bisa lembur sama kalian.."
"Nggak ada kok Ren," ucap Zanna.
"Hmm okey, gue balik dulu ya.." pamit Rena.
"Gue anterin gimana Ren? Gue anterin sampe ke depan cafe aja.." tawar Rangga pada Rena.
...***...