Cold CEO & Cute Girl

Cold CEO & Cute Girl
Trik Yang Digagalkan Fathur



Selama satu Minggu ini Rena menjalankan tugas barunya dengan baik. Sebenarnya sebelum kak Fara meninggal dia juga sudah menjalankan tugas-tugas yang sama. Hanya saja jika biasanya dia bisa bertanya lebih banyak pada kak Fara, sekarang dia harus mencoba melakukan hal itu sendiri tanpa ada yang bisa ditanyai.


Selama beberapa hari ini pula, selain bertugas mengurus anak-anak dia juga tetap menyempatkan untuk membuatkan Allan makan. Meskipun di beberapa hari ini Allan tidak tinggal di rumah, melainkan di hotel. Namun Rena selalu menitipkan 3 menu di setiap jam nya untuk Allan pada Fathur.


Rena tahu pasti, banyak kenangan indah yang terjadi di rumah besar ini. Jadi wajar saja jika Pak Allan belum sanggup menghadapi itu. Namun ada perasaan aneh yang Rena rasakan karena sudah beberapa hari ini tidak bertemu Allan. Seperti ada yang hilang, meski waktu Rena di antar dan di jemput dari kampus oleh Allan tidak berlangsung lama. Namun dia sudah terbiasa dengan aktivitas itu. Jadi saat aktivitas itu sudah tidak dilakukan lagi, ada perasaan yang hilang. Apalagi Rena harus mempertahankan keluarga kecil yang sedang dia jaga ini.


Saat Rena sedang melamun sambil mencuci buah, Alea datang. Dia ingin di kupas kan juga buah yang sedang Rena bawa. Selagi dia memotong buah yang di minta Alea, Rena meminta Alea untuk mengajak Ian ke ruang tengah. Alea pun melakukan perintah Rena.


Setelah siap, Rena pun membawa buah yang sudah dia kupas pada anak-anak. Sedikit perasaan sedih Rena pun hilang setelah melihat keceriaan anak-anak. Alea berjalan menghampiri Rena untuk menyuapi buah yang dia makan.


"Manis kan kakak buahnya?" tanya Alea.


"Iya manis sekali, kalian makan yang banyak ya. Nanti kalau sudah habis kakak potongkan yang lainnya," jawab Rena


"Papa.. Ian kangen Papa kakak.. Hiks... Hiks.." ucap Ian sambil melihat foto Allan.


Rena yang berada di dekat Ian pun mendekat dan mencoba untuk mengajak dia berbicara.


"Ian kangen Papa?" Tanya Rena.


Ian pun mengangguk tanda setuju dengan pernyataan Rena.


"Alea juga kangen kak, kapan Papa bisa pulang kerja? Biasanya meskipun bekerja, Papa selalu videocall sama kita, kenapa sekarang nggak kak?" tanya Alea.


Karena Alea sudah masuk SD kelas 4, pertanyaan dia pun mulai kritis. Hingga saat dia bertanya hal demikian, Rena hanya bisa memberikan dia janji.


"Disana ada perbedaan waktu sayang. Jadi sulit untuk Papa melakukan videocall. Coba nanti kakak tanyakan ke uncle Fathur ya?"


"Iya kakak, Alea sama Ian sudah kangen sama Papa. Mama udah di surga, Kita bertiga cuma punya Papa sekarang." jelas Alea.


"Iya, kakak usahakan biar Papa bisa cepat pulang.."


Setelah menenangkan anak-anak, dia pun mengajak anak-anak untuk segera tidur. Setelah dia selesai menidurkan anak-anak, dia pun mengirimkan pesan pada Fathur.


Rena:


'Fathur, tanyakan pada pak Allan. Kapan dia akan pulang?'


......................


Fathur tengah menemani Allan berada di tempat baru yang sering Allan kunjungi akhir-akhir ini. Saat dia mendapatkan pesan dari Rena, dia pun menunjukkan handphonenya pada Allan.


"Balas saja, Saya masih tidak ingin pulang," ucap Allan.


"Baik Tuan," jawab Fathur.


Fathur:


'Belum tahu pasti Nona, Tuan masih butuh waktu diluar,' Jawab Fathur memperhalus ucapan Tuannya.


Rena:


Setelah mendapatkan pesan jawaban Rena, dia pun menunjukkan lagi pada Allan.


"Kasih saja, saya akan membuah dia menyesal karena datang. Semakin cepat dia ingin bercerai semakin baik," jawab Allan.


"Baik Tuan."


Fathur pun mengirimkan alamat hotel Allan pada Rena. Setelah itu Fathur pun mendapatkan telfon dari kantor, dia pun meminta izin pada Allan untuk keluar sebentar.


Setelah kepergian Fathur, Allan pun meminta pelayan untuk mengambilkan beberapa botol minum lagi. Dia juga meminta untuk di panggil kan satu perempuan cantik untuk dia. Tidak lama setelah itu ada perempuan cantik yang datang. Dari jauh Allan melihat jika perempuan cantik itu mirip dengan postur Rena. Setelah perempuan itu semakin dekat, dia tahu pasti bahwa dia bukan Rena. Dia pun langsung berbicara ke inti pembicaraan pada perempuan cantik.


"Saya tidak ingin kamu melakukan hal aneh pada saya. Saya hanya ingin kamu bisa tidur di sebelah saya nanti malam." ucap Allan.


"Boleh, untuk tuan tampan apa saja saya pasti akan lakukan.." jawab perempuan itu sambil menyentuh muka Allan.


Namun Allan pun segera menepisnya. Dia pun berkata,


"Saya hanya ingin kamu tidur di samping saya tanpa berbuat apapun. Tugas kamu hanya perlu di lihat perempuan yang besok akan datang di hotel saya. Jangan berani sentuh saya atau nanti kamu tidak akan mendapat bayaran," ucap Allan.


"Okey, easy.." jawab perempuan itu.


Allan pun mencoba untuk mabuk malam ini, dia meminum beberapa botol yang baru saja di antar pelayan. Namun dia tetap saja tidak bisa mabuk. Hingga Fathur datang dan terkejut dengan apa yang dia lihat. Tuan nya sudah meminum beberapa botol minuman keras di depannya. Dia pun menuduh perempuan yang duduk di samping tuannya.


"Kamu mau buat Tuan saya mabuk ya? Kamu keluar atau saya akan bicara dengan manager disini!" ucap Fathur dengan berteriak.


"Santai dong, tanya Tuan lu. Dia atau gue yang suruh!" ucap perempuan itu.


"Tenang Fathur. Saya masih cukup sadar. Karena dia besok akan ke hotel, saya ingin dia bisa melihat dengan versi terburuk saya. Jadi saya meminum beberapa botol ini sendiri. Tapi aneh nya saya belum juga bisa mabuk, pesan lagi beberapa botol untuk saya." ucap Allan mendahului Fathur bertanya padanya.


"Maaf Tuan, saya tidak bisa melakukan perintah Tuan Allan. Saat nya Tuan pulang," ucap Fathur lalu membawa Allan keluar dari ruangan.


"Bawa dia pulang, saya hanya ingin kehadiran dia saja. Pertunjukan besok pasti akan jauh lebih menarik," ucap Allan.


"Maaf tuan tidak bisa. Saya tidak ingin dia memanfaatkan situasi," ucap Fathur pada Allan.


"Ini bayaran kamu, sekarang kamu bisa pergi." ucap Fathur pada perempuan itu.


"Kamu tidak dengar perkataan saya Fathur?" ucap Allan marah dengan nada bicara yang masih jelas.


"Maaf Tuan, mari saya bantu kembali ke hotel."


Setelah itu Fathur pun membopong Allan masuk mobil. Setelah sampai di hotel, Fathur pun mengantar Allan untuk masuk ke kamarnya. Kemudian Fathur kembali ke kamar hotelnya sendiri. Selama beberapa hari ini pula dia tinggal di hotel yang bersebelahan dengan Fathur. Dia takut sesuatu hal terjadi pada Tuan nya. Jadi dia memilih untuk melakukan hal ini.


...***...