
Sesampainya di kelas karena sahabat mereka belum sampai, jadi Rangga pun punya kesempatan untuk bertanya ke Rena.
"Beneran nggak ada yang serius di taman tadi?"
"Iya.. Cuman ngobrolin hal yang nggak penting. Tumben lu berangkat sendirian? Mana yang lain?" tanya Rena mengalihkan obrolan.
"Masih di kantin, bentar lagi juga pasti kesini. Mau titip sesuatu nggak? Gue telfon Galieh kalau iya," tanya balik Rangga.
"Nggak kok, gue nggak laper. Bisa kenyang banget sampe malem malah.."
"Jangan pernah diet ya.. Badan lu udah bagus. Nggak perlu diet segala, okey?" ucap Rangga.
"Kenapa jadi bahas ke diet segala sih. Gue emang nggak ada selera aja sekarang.. Oh ya tugas dosen udah lu kerjain belum?"
"Yang mana?"
"Yang kemarin itu, tiga hari lalu. Baru di suruh kumpulin semingguan lagi sih. Kan lu yang jadi informan tugas gue," ucap Rena sambil mengeluarkan laptopnya.
"Udah mikirin harus bikin apa sih, tapi belum gue bikin. Gimana kalau ntar balik kampus kita kerjain bareng?" tanya Rangga.
"Boleh.. Sama anak-anak yang lain juga kan?"
"Sebenernya gue maunya kerjain berdua sama lu aja sih. Tapi boleh kalau ajakin mereka juga,"
"Tapi gue baru bisa join jam empat mungkin. Ada urusan bentar soalnya. Lagian gue udah bikin 80%, jadi tinggal dikit aja kelar deh.."
"Nggak apa-apa, yang penting lu dateng. Janji ya? Ntar kalau belum sampai di tempat janjian jam empat, siap-siap gue telfon nggak mau tau lu lagi ngapain," ucap Rangga.
"Oke.. Iya, yang penting dateng kan? Easy.."
Setelah itu, mereka berdua pun sharing tentang beberapa materi yang nanti akan di bahas dosen. 10 menit setelah itu sahabat mereka datang.
Zanna dan Abel pun memeluk Rena cukup erat karena rindu pada Rena. Setelah itu seperti biasanya, Zanna mulai mengintrogasi Rena. Kemana dia selama satu Minggu ini tidak terlihat di kampus.
Rena pun menjelaskan karena ada perlu yang mendesak di tempat tinggal barunya. Sebelum Zanna bertanya lebih, Abel pun malah fokus membahas parfum Rena.
"Rena, parfum lu ganti pake parfum cowok? Sejak kapan?" tanya Abel.
"Masa sih? Coba sini gue cium?" Zanna pun memastikan.
Dia pun mengendus pakaian Rena bagian kanan dan kiri. Pantas saja aroma yang di cium Abel tidak tercium Zanna juga. Karena bau itu hanya ada di sisi Abel, sedangkan di sisi Zanna aromanya masih sama seperti biasanya.
"Ngaku lu Ren, habis ngapain sama Rangga?"
Tanya Zanna.
"Oh ya, kan tadi kita di kantin cukup lama. Pantes Rangga langsung balik duluan," tambah Rama.
"Sayang banget gue telat nonton adegan so sweet. Lu sih Ram, makan lama banget!" ucap Abel.
"Stop jangan traveling bisa nggak pikirannya? Orang nggak ada apa-apa antara gue sama Rangga. Tanya aja dia," ucap Rena sambil menunjuk Rangga.
Respon Rangga di luar dugaan, dia hanya tersenyum gemas melihat sikap teman-teman yang terlalu banyak berpikir.
Tentu saja dengan respon Rangga yang no komen membuat mereka makin yakin. Pasti terjadi sesuatu diantara mereka.
Lalu kemudian dosen pun masuk kelas dan matkul pun dimulai.
Rangga tiba-tiba terpikirkan, apakah aroma parfum yang Abel cium ini aromanya Gilang? Apalagi yang pertama menemui Rena di kampus adalah Gilang, bukan dia.
Lain hal dengan Rena yang terpikirkan kejadian di hotel tadi. Saat di peluk Allan sambil mengucap rindu. Namun setelah itu dia mengigau ingin segera bercerai dengan Rena.
Cukup rollercoaster perasaan Rena hari ini. Setelah terbang langsung di jatuhkan begitu saja. Namun dia tidak bisa bercerita pada siapapun.
Setelah kejadian Gilang, dimana Ajeng mengambil Gilang dari Rena. Saat ini Rena ingin mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri. Rena bertekad setelah selesai kampus, dia akan kembali ke hotel untuk menyelesaikan tugasnya.
Jiwa, hati dan perasaan Rena sebenarnya ingin menjauh sementara dari Allan. Namun dia tidak bisa menghindari hal yang seharusnya dia hadapi. Dia semakin mantap karena memikirkan perasaan anak-anak yang sudah sangat merindukan Papa mereka.
Dengan melihat ekspresi Rena, Rangga bisa memastikan kalau Rena sedang tidak baik-baik saja. Namun karena Rena bersikeras tidak ingin sharing masalah padanya. Dia hanya bisa melihat apa yang Rena sedang lakukan dari jauh.
Kelas pun berakhir, setelah dosen pergi. Mereka pun berkumpul di gazebo depan gedung. Tidak lama dari itu, Rena pun pamit pada mereka dan berjanji akan datang pukul empat seperti kesepakatan.Sedangkan yang lainnya berangkat ke cafe untuk mengerjakan tugas lebih awal.
Setelah kepergian Rena, Mereka pun berangkat menggunakan mobil masing-masing. Dimana Abel dan Zanna menaiki mobil Galieh. Sisanya Rangga dan Rama berangkat menaiki mobil Rangga.
Di jalan Rama pun masih penasaran dengan hal yang mereka bahas di awal kelas. Dia pun mencoba bertanya sekali lagi pada Rangga.
"Serius lu nggak habis nembak atau ngelakuin hal lain ke Rena?" tanya Rama.
"Jangan mikir kemana-mana ya. Lu tau sendiri kalau gue nggak akan berbuat hal yang nggak di mau dia. Lagi pula, lu lupa manner gue kayak gimana ke cewek?" tanya Rangga.
"Iya juga sih, terus aroma parfum cowok itu punya siapa? Lu nggak jealous?" tanya Rama yang masih penasaran.
"Menurut? Jealous lah, apalagi sebelum gue ketemu Rena. Gue liat doi lagi duduk di taman sama Gilang,"
"Gilang yang kata Abel cowok tolol yang sia-sia in Rena?" tanya Rama memperjelas apa yang dia dengar.
"Iya.. Tenang aja, gue tanya Rena dan kata dia cuman ngobrol biasa.. Nyalain musik dong biar lu nggak bahas lain-lain lagi.." pinta Rangga.
"Oke, gue nggak bahas lebih dalam lagi."
Lalu kemudian Rama pun menyalakan musik dari mobil Rangga.
...***...