
Jam tangan Rena sudah menunjukkan pukul 20.00, sudah saatnya dia pulang. Dia pun pamit lebih dulu pada teman-temannya. Karena sudah lama sekali Rena absen untuk berkumpul, alhasil teman-temannya pun menahan dia hingga semalam ini.
Ini juga kali pertama Rena mengiyakan permintaan sahabatnya setelah menikah. Apalagi saat ini Rena memang butuh mereka, dia tidak mau terlalu banyak memiliki waktu luang. Hal ini agar dia bisa meminimalisir rasa sedih yang dia rasakan.
Setelah berpamitan, awalnya Rangga ingin mengantarkan Rena pulang. Namun karena Rena bersikeras untuk bisa pulang sendiri, dia pun tidak memaksa. Jika terlalu memaksa dia takut nantinya Rena tidak ingin mulai terbuka padanya lagi. Yang bisa Rangga lakukan hanyalah mengantarkan Rena ke depan sampai dia menemukan taksi.
1 Jam sebelum itu
Allan sudah sampai di rumah utamanya lagi. Fathur pun menurunkan barang-barang Allan, lalu kemudian memasukkan barang-barang itu ke kamar Allan.
Saat masuk ke dalam rumah, kedatangan Allan di sambut peluk hangat anak-anak tercinta. Alea dan Ian memeluk Allan cukup erat sangking rindunya dengan Papa mereka.
Tidak lama setelah itu bi Endang datang dan memberitahukan bahwa makan malam sudah siap. Allan pun mengajak anak-anak untuk segera makan. Allan melirik kanan dan kiri sepertinya ada yang tertinggal. Dia baru ingat bahwa Rena belum ada di meja makan, Allan pun meminta sus Rini untuk memanggil dia.
"Sus panggil Rena, suruh ikut makan disini." perintah Allan pada sus Rini.
"Maaf tuan, tapi nona Rena belum pulang dari kuliah." jawab sus Rini.
"Selama ini dia selalu pulang malam seperti hari ini?" tanya Allan.
Saat sus Rini akan menjawab, dia didahului bi Endang.
"Nona tadi sudah telpon saya tuan. Dia akan pulang terlambat karena masih mengerjakan tugas kuliah.." ucap bi Endang.
"Makasih bi, kalau begitu jangan lupa untuk makan setelah ini. Sus Rini tolong bantu Ian makan,"
Setelah itu Allan pun makan bersama anak-anaknya. Tiba-tiba anak-anak meminta dia untuk di bacakan cerita sebelum tidur. Dia pun mengiyakan permintaan mereka. Selagi dia membacakan cerita untuk anak-anak, Allan meminta sus Rini untuk membuatkan susu.
15 menit kemudian susu buatan sus Rini pun datang, Allan meminta anak-anak untuk segera meminum susu mereka dan kemudian bersiap untuk tidur. 30 menit setelahnya mereka pun sudah tertidur lelap. Allan keluar dari kamar anak-anak dan meninggalkan mereka bersama sus Rini.
Allan melihat pintu kamar Rena yang masih tertutup rapat. Dia pun membuka pintu itu untuk memastikan apakah Rena sudah pulang atau belum. Namun setelah membuka pintu, ternyata dia belum pulang. Allan semakin khawatir jika nanti terjadi sesuatu pada Rena disebabkan kejadian sore ini.
Dia pun memutuskan untuk mulai bekerja di ruang keluarga sambil menunggu Rena. Karena dia sudah cukup lama meninggalkan kantor, cukup banyak hal yang dia perlu selesaikan. Di tambah dengan adanya produk yang tertunda launching karena musibah kemarin, membuat dia perlu bekerja lembur.
Tanpa sadar karena sudah kelelahan dia pun tertidur di sofa.
Perjalanan dari cafe ke rumah memakan waktu 1 jam karena jalanan hari ini cukup padat. Sesampainya di rumah dia langsung berjalan ke kamarnya tanpa melihat ada Allan di ruang tengah. Setelah bersih-bersih Rena pun bersiap untuk istirahat. Namun karena masih terpikir akan kejadian sore tadi, sampai pukul 21.30 pun dia masih belum bisa tidur.
Akhirnya dia memutuskan untuk membuat susu dahulu. Ini juga merupakan jurus terakhir Rena agar bisa segera tidur disaat seperti ini. Saat dia akan membuat susu, dia terkejut karena ternyata ada Allan di ruang keluarga. Allan tengah terlelap dalam tidurnya di atas sofa ruang keluarga.
'Kenapa Waktu pulang tadi gue nggak lihat ada pak Allan di ruang keluarga? Ngapain dia tidur di sofa? Bukannya kasur dia lebih nyaman daripada sofa? Kenapa gue mikirin dia yang dengan seenaknya ngira gue cewek nggak bener. Hm udahlah, gue cuekin aja. Inget Rena, tujuan lu detik ini juga adalah bikin susu,"ucap Rena dalam hatinya.
Lalu kemudian dia berjalan melewati Allan. Saat dia meracik susu, sesekali pandangan Rena melirik ke arah Allan. Dia melihat bahwa posisi Allan saat ini pasti tidak nyaman. Dengan suhu AC di ruang keluarga, dia pasti merasa kedinginan karena tidur tanpa selimut.
'Kenapa gue mikirin dia disaat kayak gini? Please Rena sadar woy,' gumam Rena.
Setelah itu susu buatan Rena pun jadi. Dia segera berjalan ke dalam kamarnya. Dia pun meminum susu buatannya sedikit, lalu bersiap untuk tidur. Namun dia teringat akan Allan yang tertidur di ruang keluarga.
Tanpa berpikir panjang lagi dia pun mengambil selimut bersih yang ada di dalam almarinya. Lalu kemudian dia berjalan ke ruang keluarga dan menutup laptop Allan. Dia merapikan file-file yang berantakan, lalu setelah itu menutupi Allan dengan selimut.
'Setidaknya gue udah baik ke dia meskipun dia nggak ngelakuin hal yang sama,' ucap Rena dalam hati.
Setelah melakukan semua itu, Rena pun berbalik untuk segera beristirahat. Namun ternyata Rena sudah membuat Allan bangun dari tidurnya. Allan pun memegang tangan Rena lalu berkata,
"Kenapa pulang semalam ini?" tanya Allan.
Lalu kemudian dari posisi tidur dia beralih ke posisi duduk. Karena masih teringat kejadian sore ini, Rena pun menjawab dengan asal pada Allan.
"Bukannya perempuan malem itu emang harusnya pulang malam? Masih jam 21.30, seharusnya kalau sesuai jam operasional masih cukup sore." Ucap Rena lalu berjalan ke arah kamarnya.
Allan pun mengejar langkah Rena. Saat Rena akan masuk kamarnya, Allan menghadang jalan Rena.
"Apa maksud omongan kamu barusan?" tanya Allan marah dengan apa yang Rena ucapkan.
"Salah? Gue cuman ngomong sesuai dengan apa yang udah lu pikirin tentang gue. Udah lupa sore ini lu udah bilang apa? Mau gue ingetin lagi?" ucap Rena.
Dia pun mendorong Allan dan kemudian masuk ke dalam kamar.
...***...