
"Satu.... Dua..... Tigaaaaa..."
Setelah itu Allan pun langsung melepas pelukan dia pada Rena. Rena pun akhirnya bisa bernafas lega lagi, dia juga tidak perlu untuk mengeluarkan tenaga ekstra demi melepaskan diri dari Allan. Apalagi saat di dalam pelukan Allan, jantung Rena berdegup sangat kencang. Rena takut jika semakin lama mereka berada pada jarak yang dekat, akan membuat Allan bisa mendengarkan detak jantung dia.
Beberapa detik setelah lepas dari pelukan Rena, Allan pun memasang ekspresi seperti anak kecil. Dia mengeluh tentang tindakan Rena padanya sebelum ini.
"Kamu kok tega sih sama aku..? Lihat nih, pipi aku jadi merah gara-gara kamu tampar tadi. Kamu nggak lihat wajah aku kan juga penuh luka, bahkan jauh lebih parah di bandingin dokter itu.." keluh Allan pada Rena.
"Itu kan salah pak Allan sendiri. Salah sendiri kenapa cari gara-gara sama orang asing? Pak Allan nggak kasian sama Fathur yang masih bekerja di luar jam kerja dia?"
"Kok kamu jadi nyalahin aku..! Kesel deh sama kamu," ucap Allan lalu berbalik membelakangi Rena.
"Yaudah kalau kesel, bagus deh. Buruan tidur lagi, jangan gangguin waktu istirahat saya.."
"Loh, ih kamu. Aku tuh maunya..(sambil mengambil tangan Rena lalu di letakkan di atas kepalanya) Di usap-usap gini kepalanya. Terus di peluk deh.." ucap Allan lalu spontan memeluk Rena lagi.
Rena pun hanya bisa melotot saat mendapatkan serangan yang mendadak dari Allan. Lalu kemudian dia memohon pada Allan untuk bisa melepaskan dia. Allan tidak tahu juga serangan spontan dia bisa membuat jantung Rena berdegup kencang.
"Pak Allan, please lepasin ya pelukannya. Pak Allan harus tahu, yang ada di pelukan bapak sekarang ini Rena." ucap Rena dengan pelan. Jika sebelumnya dia berbicara tinggi pada Allan namun tidak di dengar, maka dia akan mencoba metode yang kedua ini.
'Kamu kira aku nggak tahu siapa yang aku peluk ini? Fara Sayang, izinin aku untuk egois satu hari ini aja ya? Berat buat lepasin dia di saat kamu udah nggak ada di dekat aku. Aku mau pura-pura mabuk dan tidur di pelukan dia ya. Bolehkan?' ucap Allan dalam hatinya.
"Aku mau tidur di pelukan kamu aja hari ini, I Love You.." ucap Allan sambil memejamkan matanya.
Saat Rena ingin melepaskan pelukan, dia melihat wajah lelah dan senangnya Allan. Dia pun mengurungkan diri untuk melepas pelukan Allan, lalu dia pun menatap wajah Allan lekat-lekat.
'Kamu pasti sangat menyayangi kak Fara? Sampai di saat mabuk pun, yang pak Allan inget itu kamu kak. Apa aku bisa membuat dia jatuh cinta dengan aku seperti dia jatuh cinta sama kakak? Hanya ada dua pilihan yang bisa aku pilih, bertahan atau melepaskan.' batin Rena.
30 menit setelah itu
Setelah membereskan masalah tuan Allan, Fathur pun segera kembali ke mobil. Dia pun masuk dan duduk di tempat pengemudi, lalu setelah itu dia membalikkan badan seraya melapor apa yang telah di kerjakan.
"Semua sudah saya tangani nona, pasien yang ada di ruang IGD juga sudah setuju dengan tawaran saya." ucap Fathur.
"Oke bagus kalau gitu, sekarang kita langsung pulang ke rumah saja.."
"Apa nona tidak masalah dengan posisi istirahat tuan saat ini? Jika ingin saya bantu ganti posisi, saya bisa membantu nona." tanya Fathur yang baru menyadari posisi Allan tengah memeluk Rena sambil tertidur.
"Nggak apa-apa Fathur, biarkan tetap di posisi ini. Asal tidak membuat keributan di luar lagi," ucap Rena sambil melihat ke sisi tangan kiri dia yang sedang di pelukan Allan.
"Baik nona, saya akan menjalankan mobilnya." ucap Fathur pada Rena.
Fathur juga cukup memaklumi emosi tuannya yang seperti ini, apalagi ini kali kedua dia ada untuk Allan di saat terpuruknya. Yang dibutuh Allan adalah pelukan dan belaian lembut dari orang tersayang. Sedangkan Allan sudah kehilangan sosok itu satu persatu. Meskipun Fathur rasa Allan tidak belum menyukai Rena, namun Fathur juga tahu jika hanya Rena yang pantas berada di samping Allan.
Sesampainya di rumah Fathur langsung membawa Allan ke kamarnya, dengan mobil yang dibiarkan terparkir sembarangan. Sedangkan Rena kemudian berjalan ke dapur berinisiatif untuk membuatkan Allan air madu.
"Kenapa jadi kamu yang membopong saya? Panggilkan Rena sekarang!" ucap Allan dengan kesal.
Fathur pun segera mencari keberadaan Rena, lalu kebetulan saat Rena telah usai membuat air madu mereka bertemu di ruang tengah.
"Nona di cari tuan Allan," ucap Fathur.
"Oke, saya juga mau ke kamar pak Allan. Untuk hari ini kamu sudah bisa pulang Fathur, makasih ya untuk hari ini." ucap Rena.
"Baik nona saya akan pamit, besok sebelum ke kantor saya akan mampir ke rumah lagi," ucap Fathur.
Rena pun hanya menjawabnya dengan anggukan kepala dan senyuman saja. Setelah itu dia berjalan ke kamar Allan. Ternyata Allan tengah menunggu Rena di depan pintu kamar sambil menyender di dinding. Saat Allan tahu ada Rena dan tengah menghampiri dia, sontak Allan pun langsung berjalan dengan sempoyongan ke arah Rena.
Allan pun hampir terjatuh karena ulahnya sendiri, Rena pun sigap langsung mendekat ke arah Allan dan membantu dia masuk ke kamar. Rena pun meminta Allan untuk terbaring di tempat tidurnya, meskipun aneh tapi Allan berhasil tidur begitu saja setelah mendapat perintah Rena.
"Nah gitu dong nurut dari tadi," ucap Rena berbicara sendiri di depan Allan.
Rena pun menarik selimut yang ada di kasur dan dia selimut kan di atas badan Allan. Lalu saat dia berbalik akan kembali ke kamarnya, dia melihat foto pernikahan Allan dan Rena. Rena pun kembali tersadar akan posisinya di rumah ini. Dengan sikap Allan yang beberapa hari ini selalu menunjukkan bahwa dia rindu pada Fara. Bahkan terlihat jelas bahwa dia sangat mencintai Fara, membuat Rena merasa putus asa dan ingin mengakhiri hubungan ini segera. Tanpa sadar air matanya pun menetes.
"Kak Fara... Rena mau menyerahkan aja ya... Rena... udah nggak bisa bantuin kakak dan jalanin wasiat kakak. Hiks... Rena memang masih bisa tangani pak Allan, tapi makin kesini pak Allan semakin mirip dengan orang itu... Udah saatnya buat Rena kabur dan cari hal lain yang nggak berhubungan dengan pak Allan... Hiks.. Hiks.. Sama seperti yang sebelumnya Rena lakukan untuk menghindari orang itu atau juga ibu Rena sendiri... Rena hanya bisa melakukan sampai sini aja... Pak Allan terlalu mencintai kak Fara dan nggak bisa buat buka hati untuk Rena.. Rena pamit ya.. Hiks.. Rena udah nggak bisa pertahankan keluarga kecil kita lagi... Maafin Rena kak..."
...***...
Hai-Hai Terimakasih Ya Sudah Mendukung Author sampai di bab ini.
Jangan Lupa Untuk Tinggalkan Like, Komen dan Vote untuk mendukung Author dan Membuat Author Semakin Semangat Rajin Up😁🫶
Bonus Visual💜
Male and Female Lead dulu ya😜
Rena Salma Ellyana
Allan Kusuma Pratama