Cold CEO & Cute Girl

Cold CEO & Cute Girl
Sedetik Lupa, Sedetik Ingat



Sepulang kuliah Rena dan Rangga pun langsung berpisah dengan yang lainnya. Rangga hanya menitipkan pesan agar setelah berkemas mereka bisa langsung datang ke rumahnya. Karena kebetulan Tadi pagi Rangga juga sudah memberitahu pekerja rumah dia untuk bisa menyiapkan segala keperluan. Di tambah dengan kedua orang tua Rangga yang sedang berlibur ke luar negeri, membuat mereka tentu berani untuk menginap di rumah Rangga.


Hari ini selain menjadi hari spesial untuk Zanna juga bisa menjadi hari spesial Rangga. Karena alasan membeli kado untuk Zanna, akhirnya Rangga dan Rena bisa mendapatkan waktu jalan berdua tanpa teman-teman yang lainnya. Di sepanjang jalan Rangga tidak henti mencuri-curi pandang Rena. Sedangkan Rena tidak menyadari apa yang dilakukan Rangga, dia masih sibuk dengan pikirannya.


'Apa yang gue lakuin udah bener? Gue cuman pengen dia cintai sama kayak dia cinta sama kakak. Tapi dengan kepergian gue, ini akan ngebuat dia jadi jauh lebih baik bukan? Selama ini kan dia yang gue buat segera hilang dan menjauh. Tapi gue juga bingung gimana caranya buat bisa jagain anak-anak, di saat gue mau pisah dari papa mereka.. Gue bingung kak harus gimana..' batin Rena dalam hati.


Di sepanjang jalan Rena hanya fokus menatap jalanan. Dia sedang tidak berselera mengobrol. Saat hampir sampai pusat belanja, Rangga pun mencoba bertanya pada Rena. Namun karena dia sudah memanggil Rena sebanyak 3 kali namun tidak juga di dengar, Rangga pun mencoba untuk menepuk punggung Rena. Rena pun akhirnya tersadar dari lamunannya.


"Gimana Rangga? Sorry bisa ulangi lu habis ngomong apa?" tanya Rena pada Rangga.


"Lu lagi mikirin apa sih Ren? Kayaknya hari ini lu emang lagi capek banget ya?" tanya Rangga khawatir pada Rena.


"Nggak kok, gue aman. Kita langsung ke toko make up aja gimana? Gue mau beliin make up baru buat Zanna, lu mau beliin apa?"


"Ini juga yang gue tanya in ke lu, lu mau kemana dan ada saran nggak gue harus beli apa?"


"Oh itu, gimana kalau lu beliin dia tas? Baju? Aksesoris? Coba pilih enaknya lu mau beliin yang mana.." tanya Rena pada Rangga.


"Tas buat ke kampus boleh sih, tapi bantuin buat pilih ya. Gue nggak tau selera Zanna yang dia suka," pinta Rangga pada Rena.


"Okey.. First kita beli kado dari gue dulu, terus nanti lanjut beli kado dari lu ya.."


"Okey, deal.."


Mereka berdua pun turun dari mobil dan setelah itu langsung berjalan menuju tujuan. Pikiran Rena pun akhirnya sedikit teralihkan karena dia gunakan untuk memilih produk mana yang cocok. Rangga pun juga mulai tenang karena setidaknya mood Rena kembali pulih. Karena dia tidak terlalu tahu produk yang mana yang bagus, dia pun hanya memberikan saran sebisanya saja. Setelah memilih, Rena pun membayar apa yang sudah dia pesan dengan sekalian di masukan ke dalam kotak cantik.


Sembari menunggu, Rangga pun bertanya pada Rena produk apa yang biasa dia beli. Rena pun dengan senang hati menjawab pertanyaan Rangga, tidak lupa Rangga menulis setiap produk dan brand yang Rena sebut. Dia ingin saat ulangtahun Rena nanti, dia bisa membelikan kado yang bermanfaat untuk Rena juga. Setelah selesai, mereka pun langsung melanjutkan untuk memilih tas yang cocok untuk Zanna.


"Menurut lu cantik yang ini atau ini Ren?" tanya Rangga sambil menenteng dua tas cantik bermerek di tangannya.


"Terserah lu aja. Lu suka yang mana?"


"Gue tanya karena gue bingung, coba perhatiin dari deket deh. Sini.." ucap Rangga. Rena pun mendekat pada Rangga, lalu karena nalurinya. Dia pun mengintip tag harga yang tergantung di tas. Rena cukup terkejut dengan harga kedua tas yang di bawa Rangga cukup tinggi. Rena pun mendekat dan mulai mengajak Rangga untuk mengobrol menjauhi pelayan toko.


"Gue kira lu mau beliin dia di toko yang bukan brand ini, mahal banget woi.. Tabungan lu aman?"


Mendengarkan apa yang Rena ucapkan membuat Rangga terkekeh geli, dia baru pertama berbelanja dengan perempuan yang cukup memperhatikan harga. Jika perempuan sebelumnya pasti sudah tidak peduli dengan hal ini. Ini kali pertama Rangga mengetahui sisi lain Rena, dia semakin tertarik dengan Rena karena sikapnya yang tidak pemilih. Dia tidak perduli dengan apa yang dia pakai entah brand bermerek atau lokal.


"Terserah aja, keduanya bagus kok. Selera lu aja, kan yang beliin lu," jawab Rena santai. Tentu dia takut memberikan saran berlebih karena kedua barang yang di bawa Rangga memanglah cukup mahal. Dia bahkan tidak tega untuk membeli barang semahal itu menggunakan dompetnya.


"Okey kalau gitu yang ini aja ya, gue liat dia jarang pakai tas di warna ini.." ucap Rangga pada Rena.


Rena pun hanya menjawab ucapan Rangga dengan anggukan kepalanya. Setelah itu Rangga pun langsung ke kasir untuk membayar tas yang dia ingin beli. Selama itu Rena pun mencoba untuk melihat-lihat barang yang di jual di brand ini. Hingga tatapan nya terhenti di manekin yang ada di depan toko.


'Style patung ini sama persis sama pak Allan, elegan tapi simple. Andai dia lebih banyak tersenyum pasti akan jauh lebih baik..' batin Rena sambil memandang patung yang ada di depannya.


Tidak lama setelah itu Rena pun mendapat pesan dari sus Rini bahwa anak-anak ingin dia segera pulang. Mereka juga merengek tidak ingin makan sebelum kakak dan papa datang. Karena pesan sus Rini, Rena pun baru mengetahui bahwa Allan tidak ada di rumah seharian ini. Rena pun mencoba melihat Rangga apakah dia masih sibuk dengan pembayaran. Karena dirasa masih aman, Rena pun kemudian mengirimkan pesan suara pada sus Rini.


Suster Rini:


'Anak-anak nurut dulu ya sama suster Rini dan bi Endang. Besok kakak akan datang ke rumah dan temani kalian, kakak hari ini belum bisa pulang dulu. Kalau hari ini kalian nurut, besok kakak akan bawakan coklat favorit kita. Kakak jagain adek ya. Love you Alea dan Ian..' ucap Rena di voice note.


Rena pun langsung mendapatkan balasan dari sus Rini.


Suster Rini:


'Oke kakak, janji ya. Alea tunggu. Alea janji akan jagain dek Ian. Love you too kakak...' jawab Alea voice note.


Setelah mendengar pesan suara Alea, Rena pun kembali ke tempat dia semula. Ternyata Rangga sudah selesai dengan pembayaran dan dia sedang kebingungan untuk mencari keberadaan Rena. Dia pun mendekati Rena dan bertanya,


"Lu dari mana sih Ren, nggak bisa ya tunggu gue dulu? Gue bingung tau cari lu," gerutu Rangga pada Rena.


"Sorry tadi kesana bentar, udah selesai kan? Yuk langsung balik," ucap Rena.


"Kita beli makan dulu aja gimana? Sekalian pesenin buat temen-teman yang lain." tanya Rangga pada Rena.


"Boleh yuk,"


Mereka pun berjalan ke lantai atas untuk membeli beberapa makanan.


...***...