Cold CEO & Cute Girl

Cold CEO & Cute Girl
Pertanyaan Random Alea



Rena pun segera memesan taxi online dan segera pulang, dia khawatir anak-anak sudah kecewa dahulu dengan berpikir bahwa dia tidak menepati janji. Di dalam taxi dia juga membalas pesan yang Zanna kirimkan untuk Rena.


Rena to Zanna :


'Okey, gue agak siangan ya ke rumah Rangga. Tolong kirimin maps alamat kemarin lagi ya Zan. See you..'


Tidak lama setelah itu Rena pun sudah sampai di rumah. Dia segera ke dapur melihat apakah ada sarapan dan bekal untuk di bawa anak-anak ke sekolah. Saat sudah sampai di dapur ternyata sudah ada bi Endang yang sibuk memasak. Rena pun bertanya,


"Bi Endang lagi buat sarapan untuk anak-anak ya?" tanya Rena menyapa bi Endang.


"Iya nona, Alhamdulillah nona sudah pulang. Kemarin itu, tuan ngamuk besar tahu nona keluar dari rumah tanpa pamit pada siapapun." ucap bi Endang mengadukan apa yang terjadi kemarin.


"Maaf ya bi, Rena nggak bermaksud buat bibi dan yang lainnya ikut panik dan takut.."


"Iya nona tidak apa-apa. Iya ini bi Endang sedang membuat bekal dan sarapan untuk anak-anak, sudah hampir selesai."


"Yah sayang sekali Rena terlambat sampai rumah, semua makanan sudah jadi deh." sesal Rena pada dirinya sendiri.


"Ini memang tugas saya nona," ucap bi Endang sambil tersenyum.


"Anak-anak dimana bi?"


"Sedang bersiap di bantu sus Rini nona. Sebentar lagi pasti sudah siap..."


"Kalau begitu saya ke kamar saya dulu ya bi. Mau bersiap antar anak-anak, nanti kalau misalkan anak-anak cari saya. Bilang suruh tunggu saya dahulu ya bi," pesan Rena pada bi Endang.


"Iya nona baik, hanya saja karena kejadian kemarin beberapa barang nona banyak yang sudah di buang. Barang barunya baru akan sampai hari ini nona," ucap bi Endang memberitahu Rena, dia takut nanti Rena terkejut melihat pemandangan kamarnya yang hampir kosong.


"Oh tidak apa bi, saya hanya perlu mandi dan berganti pakaian saja. Lalu akan kembali ke rumah sakit,"


"Siapa yang ada di rumah sakit nona?" tanya bi Endang penasaran.


"Hmm kak.. Maksud Rena pak Allan bi," jawab Rena dengan sedikit gugup, dia bingung harus memanggil Allan dengan apa. Meskipun sudah sepakat harus di panggil kak, namun tetap saja ini hal yang cukup canggung untuk Rena. Apalagi dengan situasi dia yang sedang berada di rumah, semua orang juga belum tahu bagaimana kelanjutan hubungan Rena dan Tuan Allan mereka.


Sedangkan bi Endang cukup terkejut mendengar pernyataan Rena. Jarang sekali Tuan Allan jatuh sakit semenjak beberapa tahun terakhir. Apalagi Allan harus tetap sehat demi mengurus segalanya. Namun bi Endang juga menyadari jika kondisi tuan Allan akhir-akhir ini memang sedikit kurang baik. Dengan emosi dan juga temperamennya yang terkadang baik, tapi juga bisa buruk dalam waktu dekat.


"Astaga, tuan sakit nona?" tanya bi Endang khawatir dengan tuan besarnya.


"Tenang saja bi, sudah sadar kok. Kemarin sedikit keracunan, tapi kalau hasil observasi sudah keluar. Pasti akan bisa segera pulang," jawab Rena menenangkan bi Endang.


Dia langsung mengambil bajunya yang masih di tinggal karena kemarin masih di cuci dan belum kering. Dia segera bersih-bersih lalu kemudian berjalan menuju meja makan. Sudah ada anak-anak, sus Rini dan bi Endang yang ada di meja makan. Melihat anak-anak dan orang yang di rumah bisa makan bersama di meja makan membuat Rena tersentuh. Akhirnya dia berhasil mengajarkan pada anak-anak untuk bisa dekat dengan semua orang yang bekerja di rumah.


Rena berjalan mendekati mereka. Lalu karena Alea menyadari bahwa Rena juga sudah bisa ikut bergabung, dia langsung berlari ke arah Rena dan memeluknya. Tidak lama setelah itu Ian pun juga ikut melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Alea. Rena yang mendapatkan perlakuan tidak terduga ini pun hanya bisa tersenyum bahagia. Setidaknya perlahan dia bisa meluluhkan hari anak-anak.


"Kak Rena tahu, Alea rindu sekali sama kakak.." ucap Alea sambil tersenyum.


"Ian juga rindu kakak..." ucap Ian mengikuti apa yang dikatakan sang kakak.


"Kakak juga rindu kalian, sudah habiskan sarapannya belum? Hayo? Kakak cek loh ya ini.." ucap Rena sambil sedikit menggoda.


"Sisa sedikit lagi kak, Rena lanjutkan makannya. Tunggu dulu ya, jangan pergi.." kata Alea lalu dia segera berlari ke kursi yang sebelumnya sudah dia duduki.


Rena pun tersenyum melihat tingkah Alea yang cukup menggemaskan. Lalu dia menggendong Ian dan mendudukkannya ke tempat duduknya lagi. Melihat bi Endang dan sus Rini yang masih memperhatikan Rena, dia pun kemudian mempersilahkan mereka untuk ikut makan.


"Ayo bi Endang.. Sus Rini... Di makan ya, kalau makan bersama-sama seperti ini. Makanan apapun pasti akan terasa lebih enak, iya kan bi?" tanya Rena pada bi Endang.


Entah mengapa baru dia tinggal sehari saja situasi di meja makan rumah ini sudah kembali menegang. Tentu saja hal ini tidak baik untuk anak-anak, hal ini akan mempengaruhi mereka saat berada di lingkungan sosial yang lebih luas lagi. Setelah selesai makan, Rena pun membawa bekal yang sudah disiapkan bi Endang. Mereka pun berangkat ke sekolah.


Sesampainya di sekolah Alea bertanya hal acak pada Rena.


"Kakak, kalau nanti kakak punya anak. Mau di panggil apa sama anaknya?" tanya Alea pada Rena. Dia baru saja melihat temannya yang di antar oleh papa dan mamanya. Dia pasti cukup iri dan sedih melihat pemandangan itu, maka dari itu dia bertanya pada Rena. Dia ingin Rena menjadi ibunya.


"Hmm tumben sekali menanyakan ini. Kenapa kamu sayang? Coba bilang dulu ke kakak, kenapa tanya tentang hal itu?" tanya Rena penasaran pada Alea mengapa bisa terpikir pertanyaan acak ini. Hal ini juga dia gunakan untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan Alea.


"Ingin tahu saja kak.. Kak Rena jawab dulu pertanyaan Alea.." rengek Alea pada Rena.


"Okey, kakak jawab. Hmm di panggil Buna mungkin.." jawab Rena.


"Oh Buna.. Okey, Alea masuk ke kelas dulu ya kak. Sampai ketemu nanti malam, bacain dongeng lagi ya buat Alea.." ucap Alea lalu dia Segera menyalami tangan Rena dan segera berlari menuju ke kelasnya.


Lalu kemudian sus Rini dan Ian pun juga ikut turun. Karena sekolah Alea dan Ian berada di satu yayasan yang sama, jadi ini juga mempermudah sus Rini untuk memantau kedua anak majikannya. Rena pun menitipkan pesan jika nanti terjadi sesuatu bisa langsung menelpon Rena saja. Sus Rini pun mengiyakan pesan Rena lalu segera membawa Ian ke dalam kelas paud nya.


Setelah mengantarkan anak-anak Rena langsung menuju ke alamat maps rumah Rangga.


...***...


Enaknya mau Author spill wajahnya Gilang+Ajeng dulu atau Zanna+Abel atau Rangga+Galieh+Rama dulu? 🤔😗