
Setelah Rena keluar dari ruangan Allan, Fathur pun langsung mengikutinya dari belakang. Setelah itu Rena berjalan melalui lorong rumah sakit dengan senyum yang merekah. Hingga membuat semua orang yang melihat dia bertanya-tanya, hal apa yang membuat dia cukup bahagia.
Sama halnya dengan para suster yang ada di depan resepsionis. Ada satu suster yang melihat Rena berjalan ke arah luar. Lalu segera suster lain pun merekam Rena dengan diam-diam dari belakang. Di dalam video menampakkan sosok Rena yang diikuti pria berpenampilan rapih di belakangnya. Bukan hanya sampai situ saja, di video juga di perlihatkan Rena menaiki mobil jenis Alphard berwarna putih dengan di supir oleh pria itu. Setelah itu mereka pun langsung mengirimkan video itu pada Ajeng. Mereka cukup kesal karena teman seprofesinya putus dengan dokter idola rumah sakit. Apalagi setelah mendengar cerita Ajeng tentang Rena, semakin bertambah kesal mereka.
Saat ini Ajeng tengah berada di area kampus. Apalagi hari ini dia masuk shift siang di rumah sakit, jadi hari ini dia berencana untuk mengumpulkan tugas kuliahnya dahulu. Meskipun kemarin malam dia sudah putus dari Gilang, tentu saja dia tidak menyerahkan begitu saja. Apalagi dendamnya pada Rena semakin bertambah.
Setelah mengirimkan tugas di meja dosen, dia pun mendapatkan notifikasi pesan dari teman sesama suster di rumah sakit tempatnya magang. Setelah dia keluar dari ruang pribadi dosen, dia pun langsung membuka pesan yang baru saja masuk. Pesan itu berisi rekaman Seseorang dari belakang, namun meskipun hanya melihat dari belakang Ajeng sudah tahu jika seseorang itu adalah Rena.
Tiba-tiba Ajeng pun tersenyum menyeringai, dia sudah tahu harus balas dendam seperti apa pada Rena. Dia akan mencari banyak bukti dan kemudian akan membuat nama baik Rena jatuh. Apalagi dengan pakaian yang Rena pakai di dalam video, Ajeng cukup tahu jika Rena tidak akan pernah membeli itu dengan uangnya sendiri.
Urusan Ajeng di kampus pun telah usai, dia memesan taxi online dan menunggu taxi online itu di depan halte dekat kampus. Dia tidak mengarah taxi online tepat di depan gerbang agar jika nanti taxi online sudah sampai, mereka bisa melanjutkan perjalanan langsung tanpa perlu berputar arah. Apalagi jalanan putar baik depan kampusnya cukup padat jika di siang hari. Saat Ajeng hampir sampai di dekat halte bus, dia melihat mobil yang sama persis seperti yang di video mendekat ke arah halte. Ajeng pun langsung menyiapkan handphonenya di mode video. Benar saja dugaan Ajeng, Rena turun dari mobil Alphard putih itu dengan baju yang cukup mahal.
'Gue yakin lu ada main sama om-om Ren, kali ini kesan kak Gilang akan berubah ke lu. Dia akan mulai membenci lu. Sorry, gue ambil lagi kak Gilang, dia punya gue dan sampai kapan pun akan selamanya punya gue. Gue nggak akan biarin lu bisa menang dari gue,' batin Ajeng.
Ajeng sudah merekam video Rena sedari turun dari mobil dan berjalan menuju ke kampus. Setelah itu dia pun langsung menaiki taxi online pesanannya. Dia cukup puas dengan video yang dia rekam.
'Gue akan kumpulin banyak bukti dulu. Jika saat ini lu masih cukup happy dengan apa yang lu punya sekarang, tapi semua itu nggak akan bertahan lama. Setelah gue kumpulin semua, gue mau tau, siapa aja yang mau mempertahankan lu. Kak Gilang, temen sekelas, bahkan Zanna dan Abel pun pasti akan benci sama lu...' batin Ajeng dalam hati lagi.
Taxi online Ajeng pun mengarah ke rumah sakit tempatnya magang. Setelah sampai di rumah sakit, dia bertanya lagi pada teman seprofesinya. Apakah video yang mereka kirim benar-benar Rena atau bukan. Mereka pun menjawab 'iya' dengan yakin.
'Gue yakin om-om lu sekarang adalah salah satu dari pasien disini. Gue yakin pasti dia adalah orang tua yang sakit-sakitan, lu mau di deketin dia karena lu mau dapetin harta dia. Gue baru tahu, bukan cuman sok hebat, sok pinter, sok baik, sok polos, tapi lu juga orang yang picik dan berhati buruk..' batin Ajeng dalam hatinya sambil tersenyum-senyum.
Detik berikutnya Ajeng mendapatkan ide untuk memantik emosi beberapa teman yang ada di kampus. Dia membuka handphone dan membuat akun anonim, setelah itu dia mengirimkan postingan tulisan tentang baju yang Rena kenakan, dia mengirimkan postingan itu di forum kampus.
Anonymous :
'Tumben banget Rena pake baju branded, ada apa nih?' posting Ajeng pada forum kampus.
Setelah itu dia pun kembali bekerja seperti biasanya lagi.
Setelah sampai di kampus, awalnya semua masih berjalan seperti biasanya. Namun beberapa menit setelah itu Rena melihat jika pandangan semua orang cukup aneh padanya. Tetapi Rena tidak terlalu mengambil pusing dan dengan percaya diri tetap berjalan menuju ke kelas. Setelah sampai di kelas semua temannya pun berbisik sambil melihat dia. Rena yang cukup kesal pun langsung bertanya.
"Kalau kalian ada pertanyaan ke gue, tanyain aja langsung. Kenapa pake bisik-bisik sih? Why?" tanya Rena dengan nada sedikit teriak agar semua temannya bisa mendengar ucapannya. Emosinya pun naik karena semua orang hanya berani membicarakan dia dari belakang saja. Rena lebih suka jika mereka bisa lebih blak-blakan, agar jika ada yang perlu dia ubah bisa segera diubah jika saran itu benar.
Setelah teriakan Rena, salah satu dari mereka pun berbicara.
"Baju lu, tumben banget pake yang branded! Nggak sayang tuh duit lu? Bukannya biasanya lu selalu kerja freelance kemana-mana ya?"
Setelah mendengarkan jawaban temannya, Rena pun akhirnya mengetahui kenapa semua orang melihatnya dengan Aneh. Rena pun berdiri seraya akan menjawab pertanyaan itu. Namun Zanna, Abel, Rangga, Rama dan Galieh pun datang bersamaan. Setelah itu Zanna pun menjawab pertanyaan tadi,
"Suka-suka Rena lah mau beli ataupun nggak, lagian entah asli, trift, atau pun sablon emang mengganggu hidup lu banget ya? Ngeselin anjir.." ucap Zanna.
Sontak saja setelah mendengarkan ucapan Zanna, kelas pun menjadi hening seketika. Rangga yang menyadari situasi ini pun langsung mengajak yang lainnya duduk.
"Udah-udah kita ini temen sekelas, nggak perlu cekcok cuman karena hal sepele. Udah pada duduk lu semua. Dosen Ambar bentar lagi sampe.."
Setelah itu masih dengan posisi berdiri, Rena pun mulai bersuara.
"Gue beli dari thrif, kebetulan gue dapet yang masih bagus kualitasnya. Jadi ya udah gue beli deh. Lagian duit-duit gue kenapa kalian yang ribut? Ibaratnya, kalau kemarin-kemarin gue hemat banget urusan duit. Terus sekarang jadi super boros juga nggak masalah kan? Nggak minta di beliin kalian juga.." ucap Rena dengan emosi yang masih tinggi. Dia sangat kesal hanya karena pakaian yang dia kenakan hari ini, mengundang emosi orang-orang untuk nyinyir padanya.
Rangga pun berjalan mendekat ke arah Rena, lalu dengan senyum yang terukir di bibirnya. Dia mengajak Rena untuk duduk bersama sahabat yang lainnya di bawah.
"Udah Ren, yuk duduk. Duduk di depan aja sama anak-anak yang lain. Biar lebih ngerti juga dosen jelasin apa nanti.." ajak Rangga.
Rena pun mengikuti langkahnya dan duduk di sebelah Rangga dan Zanna. Zanna pun menyandarkan kepalanya pada Rena. Lalu kemudian memejamkan matanya sebentar sambil menunggu dosen datang.
...***...