
Ruang Tamu Rumah Rangga
"Kalian ngerasa apa yang gue rasa juga nggak sih? Kayak ada yang disembunyikan gitu dari kita," ucap Galieh pada Rama dan Rangga sambil melirik ke belakang.
"Gue juga ngerasa hal yang sama sih. Pasti ada rahasia di antara mereka bertiga yang berhubungan sama kota yang mau kita kunjungi.." timpa Rama yang menyetujui ucapan Galieh.
"Nah kan, lu juga sama kan Rang?" tanya Galieh pada Rangga.
"Apaan sih kalian, jangan mikir aneh-aneh deh. Pikirin tuh kamera sama properti lu besok mau rental kemana!" ucap Rangga sambil melempar bantal ke arah Galieh.
Tidak lama setelah itu Rena, Zanna dan Abel pun kembali. Untuk memastikan mereka bertiga tidak mendengarkan ucapan Galieh yang ngawur, Rangga pun bertanya tentang materi sosialisasi pada Rena.
"Ren, buat materi sosialisasi besok gimana?" tanya Rangga.
"Wait, besok? Kita ke luar kotanya besok? kan belum ada persiapan, ayolah jangan mendadak. Kalau persiapan kita belum mantap kan nanti daripada sia-sia.." keluh Rena yang cukup terkejut dengan apa yang di katakan Rangga.
"Santai Ren bukan itu maksud gue," ucap Rangga.
"Iya Ren, nggak gitu. Hari ini kan Senin, Jumat terakhir kita masuk kampus. Maybe kita ke luar Senin depan aja gimana? Kalian setuju nggak?" Zanna pun memberikan usul.
"Boleh, setuju. Masih ada beberapa hari buat persiapan Minggu depan," jawab Rama.
Zanna pun melihat ke arah mereka yang belum mengeluarkan suaranya. Abel, Rena, Galieh dan Rangga pun mengangguk kepala. Setelah memastikan hari mereka berangkat, mereka pun mulai untuk mempersiapkan kebutuhan besok. Zanna dan Abel cukup sibuk mencari referensi lagi dance cover yang cocok. Rama dan Galieh juga cukup sibuk mengisi list barang elektronik yang wajib mereka rental besok. Sedangkan Rena dan Rangga sibuk mengisi pembahasan saat sosialisasi besok.
Mereka berdiskusi cukup lama hingga mereka lupa waktu, saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19.00. Handphone Rena pun berdering, dia mendapatkan panggilan telepon dari sus Rini. Rena sudah bisa menebak jika anak-anak sudah menunggu dia untuk pulang. Karena cukup serius berdiskusi Rena sampai tidak sadar bahwa waktu bergulir cukup cepat. Saat ini dia bingung harus bagaimana, dia tidak bisa menjawab panggilan telepon sus Rini di depan teman-temannya. Akhirnya Rena mengirim pesan untuk sus Rini, dia meminta sus Rini untuk menelpon pak Allan.
Rena to Suster Rini:
'Sus maaf ya Rena belum bisa menjawab panggilan telepon sus. Bilangin ke anak-anak setelah ini saya akan pulang. Tolong beritahu anak-anak untuk mereka segera makan malam dahulu, nanti saya akan bacakan cerita seperti biasanya. Untuk sementara jika masih ingin bertelepon, sus Rini bisa menghubungi nomor pak Allan ya..'
Suster Rini to Rena :
'Saya tidak memiliki keberanian untuk itu nona, saya takut tuan Allan sedang dalam mood yang kurang baik.'
Rena to Suster Rini :
'Bilang pada tuan saya yang meminta sus Rini, karena anak-anak ingin bertelepon. Nanti biar saya yang menanggung amarah tuan. Begini dulu ya sus, saya akan segera pulang.'
Suster Rini to Rena :
'Baik nona.'
Setelah mengirim pesan pada sus Rini, Rena pun membereskan barang-barangnya. Rangga yang sedari tadi ada di sebelah Rena pun memperhatikan apa yang dilakukannya. Rangga cukup penasaran dengan siapa Rena berkirim pesan hingga setelah itu dia langsung bersiap untuk pergi. Dia pun mencoba untuk menahan Rena.
"Ren, mau balik? Setidaknya meskipun lu nggak nginep disini, lu ikut makan malam lah disini.. Iya nggak guys?" ucap Rangga.
"Iya Ren, sampai makan malam aja. Barusan gue sama Zanna udah pesenin makan buat kita berenam." ucap Abel.
"Sorry guys, nanti keburu nggak ada taxi online. Gue juga udah pesen taxi online kok, nih otw kesini.. Jatah makan malem gue buat kalian aja, tagihannya kirimin ke gue. Nanti gue transfer, okey?" jawab Rena pada kelima sahabatnya.
"Yaudah deh kalau lu buru-buru nggak apa-apa Ren. Tapi besok lu masuk kuliah kan? Kita lanjut bahas sisanya di kampus.." ucap Rangga pada Rena.
"Wait, Ren rencana lu mau magang dimana besok? Dari tadi gue mau tanya tapi kalian pada sibuk jadi gue tahan. Eh lu mau balik duluan, yaudah gue tanyain sekarang." ucap Zanna.
"Maybe kalau keterima maunya sih di Pratama Group. Kalau kalian?"
"Wah sama nih, kalau keterima sih pengen banget bisa masuk Pratama Group. Kalau nggak ya di gedung sebelah mereka juga nggak apa-apa, di Permata Media sama kayak mereka bertiga," ucap Zanna sambil menunjuk Abel, Rama dan Rangga.
"Ya kalau gue sama Rama kan realistis aja, Permata Media juga udah cukup keren. Kalau di Pratama Group gue terlalu banyak mimpi sih.." ucap Abel yang di jawab anggukan Rama tanda dia setuju.
"Kalau gue tujuan awal emang pengen coba ke Permata Media. Lagian bagus sih kalau lu mau coba magang di Pratama Group, tempat magang kita masih sewilayah. Jadi masih bisa sering-sering makan siang plus makan malam bareng.." jawab Rangga.
"Ye.. Itu mah emang mau lu aja Rangga, inget ya kalau makan malem plus makan siang itu tetap ada kita-kita. Bukan berdua aja," ucap Galieh meledek Rangga.
"(tertawa) Jangan godain Rangga lu Gal, emang lu mau kemana?" tanya Zanna.
"Gue? Ya ngikut ayang Zanna aja kali ya.." ucap Galieh menggoda Zanna.
Apa yang dikatakan Galieh pun membuat mereka yang ada di ruangan spontan tertawa dan otomatis berkata, "Cieee..."
Tidak lama setelah itu ada notifikasi dari hp Rena, taxi online dia pun sudah datang. Rena pun pamit dari teman-temannya. Setelah itu dia langsung naik taxi dan bergegas menuju ke rumah.
Saat di dalam taxi online, Rena pun mengirimkan pesan pada Allan.
Rena to Kak Allan 💕 :
'Kak Allan mau Rena bawakan apa buat makan malam?'
'Kok belum di balas ya? udah jam 19.30 sih, harusnya udah makan malam. Kalau gitu aku bawain beberapa cake yang ada di rumah aja, sekalian di microwave dulu di rumah..' batin Rena dalam hati.
Setelah itu Rena pun sudah sampai di depan rumah, dia pun segera masuk ke dalam. Pak Faisal pun dengan sigap segera membukakan gerbang untuk Rena.
"Terimakasih pak," ucap Rena pada pak Faisal.
"Sama-sama non.." jawab pak Faisal.
Setelah itu di ruang keluarga sudah ada anak-anak yang menunggu Rena. Mereka pun memeluk Rena sambil tersenyum bahagia.
"Kak Rena kok nggak makan malam di rumah?" tanya Alea pada Rena.
"Iya kakak baru pulang belajar bersama teman kakak di kuliah. Maaf ya, Alea sama Ian sudah makan kan? Habis nggak makan nya?" tanya Rena dengan lembut pada Alea dan Ian.
"Sudah kak," jawab mereka kompak.
"Kalau begitu segera siap" ke kamar. Kakak akan bacakan dongeng buat kalian,"
Setelah mendengar ucapan Rena, mereka pun bergegas menuju ke kamar dan mencari buku yang ingin di bacakan.
...***...