
Segera dia buka pesan itu,
Kak Gilang💕
'Besok kita ketemu yuk Ren.'
Pesan Gilang berhasil membuat Rena cukup senang. Hingga membuat Rena lupa bahwa tadi sore dia telah melihat Gilang bersama dengan Ajeng. Rena pun langsung melupakan pesan Ajeng dan membalas pesan Gilang,
'Boleh kak, kita ketemu di rumah sakit aja. Jam 10.00 ya🌚."
Setelah membalas pesan Gilang, Rena pun bergegas untuk tidur. Tidak ada lagi perasan harus menyesuaikan tempat tidur. Meski ini adalah hari pertama dia tidur di rumah besar keluarga Allan.
......................
Fathur pun sudah tiba di rumah sakit, segera dia menuju ruangan kamar VIP. Saat Fathur membuka pintu, ternyata sedang ada check up malam untuk nyonya nya. Fathur hanya melihat sekilas dokter magang yang memeriksa nyonya Fara. Lalu kemudian dia mendekat ke arah Tuan Allan. Barang-barang yang di bawakan Rena pun di serahkan pada Tuan Allan.
"Barang-barang yang di perlukan sudah di masukan kedalam semua oleh nyonya muda. Nyonya juga meminta untuk di panggil nona saja selama di rumah demi anak-anak, jadi saya meminta orang rumah sekaligus saya untuk biasa memanggilnya dengan sebutan nona." ucap Fathur.
"Oke, tugas kamu hari ini sudah selesai. Kamu bisa pergi, sebelum itu ambilkan air hangat untuk saya." perintah Allan.
"Baik tuan." Fathur pun berjalan menuju termos dekat ranjang Fara.
"Ma, kamu juga minta Fathur buat siapkan baju tidur dan baju kantorku? Aku kan bisa pulang dulu besok," ucap Allan pada Fara.
"Bukan, pasti itu disiapkan pribadi sama Rena. Bagus kalau dia masih ingat kamu, tanpa di minta sudah di siapkan sendiri." ucap Fara sambil tersenyum.
"Lancang sekali dia, main ambil-ambil aja tanpa di perintah. Besok perlu aku marahi dia," ucap Allan menggerutu.
"Awas aja, berani marahi dia! Aku yang akan marah ke kamu nanti, dia kesayangan aku ya.. Itu juga merupakan salah satu tugas dia," ucap Fara memperingati Allan.
"Ini tuan air hangatnya." ucap Fathur, "Maaf karena menyela pembicaraan, namun nona juga menitipkan salam pada Nyonya, dia juga berkata akan ke rumah sakit dahulu besok pagi," ucap Fathur pada Fara.
"Oke, terimakasih Fathur. Kamu bisa pulang untuk beristirahat," ucap Fara.
"Baik nyonya," jawab Fathur, "Permisi tuan"
Kemudian Fathur pun segera berjalan keluar kamar VIP itu dan segera pulang ke rumahnya.
Di ruangan kamar VIP itu, masih ada Gilang yang sedari tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Nama Rena sempat di ucap oleh pasiennya, Gilang cukup bertanya-tanya apakah Rena yang mereka maksud sama seperti Rena yang dia kenal? Setelah pemeriksaan pasien, dia pun segera meninggalkan ruangan kamar VIP itu. Di tengah jalan dia bertemu dengan Ajeng.
"Malam kak Gilang, lu juga jaga malam hari ini kak?" tanya Ajeng.
"Ya seperti yang dilihat, lu juga? Gimana hari-hari awal magang? Berat kan ya pasti?" tanya Gilang.
"Boleh, titip terserah apa aja seperti biasa ya. Antar ke ruangan gue," ucap Gilang lalu dia segera bergegas menuju ruangan pribadinya.
20 menit kemudian Ajeng pun datang sambil membawa nasi goreng yang ia beli di depan.
"Tadi bapak nasi gorengnya rame banget kak, ya jadi harus nunggu lama. Nih punya lu," ucap Ajeng lalu segera duduk di kursi depan Gilang.
"Iya gapapa, tapi untuk next time. Kalau kita ketemu di depan, biasakan panggil gue Dokter Gilang. Ya sebagai profesionalitas aja, biar nggak buat pasien atau tenaga medis lain bertanya-tanya." ucap Gilang pada Ajeng.
"Oke kak siap," ucap Ajeng.
Mereka berdua pun makan nasi goreng bersama sambil membahas pekerjaan. Ajeng pun sesekali mencuri pandang pada Gilang. Bagaimana tidak, hanya seorang yang bodoh yang tidak tertarik pada Gilang. Lelaki tampan, tinggi, putih, bahkan pintar. Cukup sempurna sekali dia untuk dijadikan pasangan.
Lalu Ajeng kembali tersadar bahwa dia masih memiliki sahabat yang menyukai Gilang juga. Ajeng cukup tahu bahwa Rena menyukai Gilang begitu lama. Hampir setiap hari di awal masuk kuliah hingga sudah semester 5 ini, pembahasan yang sering Rena bahas adalah tentang Gilang. Namun Ajeng juga ingin sekali saja egois, jika Rena tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada Gilang. Tentu saja dia bisa mendahuluinya. Ajeng sudah cukup sering berada di bayang-bayang Rena, yang padahal sebenarnya dia juga bisa lebih dari Rena.
Lalu Ajeng pun mulai membahas hal yang lebih pribadi pada Gilang,
"Karena disini nggak ada petugas medis lain, gue panggil kak aja boleh kan?" tanya Ajeng.
"Boleh, mau tanya apa? Kayaknya ada yang mau lu tanyain ke gue," ucap Gilang.
"Ada seseorang yang lu suka dari beberapa tahun yang lalu nggak?" tanya Ajeng to the point.
"To the point banget ya lu. Okey gue jawab. Hmm, kalau baru-baru ini ada. Kalau dari beberapa tahun ke belakang nggak ada," jawab Gilang.
Semakin lebar jalan Ajeng untuk mengejar Gilang. Tidak ada seseorang yang dia juga dari beberapa tahun ke belakang. Namun ada yang dia suka baru-baru ini. Ajeng semakin yakin kalau seseorang itu adalah dia. Karena mereka semakin dekat karena dia magang di rumah sakit yang sama. Di tambah beberapa hari ini Rena cukup sibuk dengan hal yang dia lakukan. Sedangkan Ajeng cukup sibuk mendekatkan diri pada Gilang.
Tanpa basa basi, Ajeng pun mengungkapkan perasaan sukanya pada Gilang.
"Gue suka sama lu kak, mau jadi pacar gue nggak?" ungkap Ajeng.
Ajeng cukup percaya diri bahwa orang yang Gilang maksud adalah dia. Dia pun sudah memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya. Dia ingin mendahului sebelum nanti Rena mengungkapkan perasaannya pada Gilang.
"Harusnya kan menyatakan perasaan tugas cowok, lu yakin sama yang lu ucapin barusan?" tanya Gilang pada Ajeng.
"yakin kak, gimana jawaban lu? Gue nggak buru-buru kok. Kalau lu mau jawab besok juga nggak masalah," ucap Ajeng.
"Karena lu udah jujur tentang perasaan ke gue, gue akan jawab iya. Karena gue rasa selain karena seprofesi, akan ada banyak hal yang nyambung diantara kita," jawab Gilang.
Resmi sudah mereka menjadi pasangan. Sebelumnya Gilang bingung bagaimana menyatakan perasaannya pada Ajeng. Namun beruntungnya, Ajeng mendahului dia menyatakan perasaan. Hal formalitas untuk menyatakan perasaan pun sudah di lakukan. Tahap selanjutnya adalah bagaimana Gilang bisa menyenangkan Ajeng. Mencari tahu hal yang di sukai perempuan adalah salah satunya. Informasi yang cukup bahagia ini ingin segera Gilang kabarkan pada seseorang bahwa dia sudah memiliki pacar.
...***...