
Jika kenangan Rena dan Ajeng tidak lah terlalu disesalkan. Tapi kenangan Rena dan Gilang cukup lah banyak, sayang sekali jika harus putus karena kesalahpahaman. Rena tumbuh dan berkembang bersama Gilang. Gilang yang selalu membantunya dalam segala hal. Rena tidak bisa membayangkan jika tidak ada Gilang, akan jadi seperti apa dia saat ini dan nanti?
Fara yang tahu betapa berat yang di lalui Rena pun hanya bisa menenangkan dia dalam pelukannya. Dia tahu betul bangkit dari sedih yang cukup berat tidak lah mudah. Sama seperti dia yang satu tahun lebih ini berusaha untuk sembuh dari sakit, namun belum juga di berikan kesembuhan. Fara semakin yakin bahwa pilihannya tepat. Rena bisa mengobati luka Allan yang nantinya ditinggalkan Fara. Sedangkan Allan bisa menyembuhkan luka patah hati Rena.
Fara pun mengajak mengobrol Rena,
"Cepat sekali dek sampainya. Kamu nggak apa-apa? Kalau masih belum puas, nangis aja lagi. Biar hati kamu bisa lega," ucap Fara.
"Sudah kok kak, aman," ucap Rena.
"sebentar lagi mas Allan datang, kamu pulang di antar mas Allan aja ya?" tanya Fara.
"Iya kak boleh, Rena kupas kan buah untuk kakak ya,"
Fara pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Setelah itu Rena pun mengupaskan beberapa buah untuk Fara. Mereka pun mengobrol sambil sesekali Fara menceritakan tentang Allan pada Rena.
......................
Setelah mengantar Rena, Rangga pun kini sampai di cafe tempat Galieh dan yang lainnya nongkrong. Dia pun memesan minum dan bergabung dengan teman-temannya. Lalu kemudian Zanna pun menanyainya sudah mengantar Rena dari mana. Namun karena Rangga sudah janji ke Rena, dia pun hanya berbicara bahwa dia mengantarkan Rena ke toko buah lalu pergi ke kosan, bukan ke rumah sakit.
Setelah itu Zanna pun tidak kehabisan ide untuk bertanya pada Rangga lagi, dia pun menanyakan tentang keseriusan Rangga pada Rena.
"Rang, lu serius kan mau deketin Rena?" tanya Zanna.
"Inget loh ya, Rena punya gue sama Zanna yang maju paling depan kalau lu berani sakiti dia," tambah Abel.
"Serius lah, lu meragukan gue?"tanya Rangga.
"Ya ayolah, lu kan selalu di kelilingi cewek cantik yang jelas-jelas suka sama lu. Tapi lu malah mau deketin Rena yang belum suka sama lu. Bahkan dia habis patah hati," ucap Zanna.
"Rena itu beda, dari awal masuk kampus juga gue udah suka sama dia. Tanya aja ke mereka langsung," ucap Rangga sambil menunjuk kedua sahabatnya.
"Bener kata Rangga, cuman Rena yang menganggap Rangga tuh biasa aja.. Siapa sih yang nggak suka sama Rena, kalau Rangga nggak suka nih ya. Gue mau maju paling depan," ucap Galieh.
"Plus nya, dulu si Rangga mau deketin Rena buat kenalan dulu. Tapi doi keburu lihat Rena yang lagi jalan bareng sama si Gilang. Ya... dia mundur," tambah Rama.
"Mumpung lagi ngomongin itu, gue tanya ke kalian. Emang Rena belum pernah pacaran sama si Gilang? Secara kelihatan banget mereka tuh udah kayak couple goals," ucap Rangga.
"Gue sama Zanna juga awal kenal mereka ngiranya gitu. Tapi bener-bener nggak pernah,"
"Padahal sikap mereka kan kayak orang pacaran gitu. Mana yang setiap birthday selalu rayain berdua lagi," timpal Rama.
"Ya taulah, tempat nongkrong mana sih yang nggak gue tau. Gue sering banget papasan sama mereka berdua," jawab Rama.
"Kalau menurut gue, Rena udah effort banget buat Gilang. Cuman ya itu, si cowoknya aja yang tolol kenapa nggak sadar. Tunggu aja, bentar lagi pasti nyesel," ucap Zanna.
"Gue yakin pasti ngerasa kehilangan sih. Apalagi kita berdua tau sifat Rena sama Ajeng itu beda.." tambah Abel.
"Taruhan yuk, si Gilang bentar lagi pasti minta maaf ke Rena mau balik sahabatan lagi?" ajak Galieh.
"Apaan sih lu, berani bikin gituan gue habisin lu. Ketahuan Rena dia marah nanti, jangan buat Rena sedih lagi.." peringat Rangga.
"Iya-iya si paling bucin, by the way lu harus hati-hati sama cewek-cewek yang suka sama lu ya. Kadang mereka suka bar-bar nggak tau kondisi. Rena sampe ada apa-apa lu yang akan tanggung jawab," ucap Zanna.
"Lu lagi ngomongin haters atau Sasaeng nih Zan? Nggak mungkin ada di indo yang kayak gitu, doain aja.."
"Bener kata Abel, lagian ya pastilah gue akan keep Rena. Nggak akan gue bikin dia sedih kayak cowok tolol itu," ucap Rangga.
Mereka pun membahas strategi apa yang akan dilakukan Rangga demi mendekati Rena. Diskusi mereka cukup lama sampai perlu membeli beberapa snack dan minuman tambahan.
......................
Di rumah sakit Fara pun menceritakan bagaimana sikap Allan dulu dan sekarang padanya. Kata Fara Allan dulu juga cukup dingin, gengsian, lalu suka marah-marah nggak jelas apabila kalau dia lagi jealous. Beda hal nya saat dia sudah menampakkan rasa sukanya. Terkadang dia akan menjadi orang yang cukup gentleman. Terkadang juga dia bisa menjadi seorang yang cukup manja mirip sekali dengan seorang anak kecil.
Namun dari semua itu, Fara mewanti-wanti pada Rena untuk sikap Allan yang terakhir, Rena harus cukup bersabar. Saat hal itu tiba, Fara ingin Rena untuk bisa memaklumi Allan. Saat dia kecewa dengan keadaan, dia akan melakukan pemberontakan pada dirinya dan orang sekitar. Jika nanti Fara tidak bisa membantu, Fara harap Rena lah yang bisa menenangkan orang sekitar. Fara ingin Rena membuat orang sekitar memaklumi juga dan memaafkan perbuatan Allan, karena hal yang dilakukan Allan itu hanyalah sebuah pemberontakan sesaat. Selain menenangkan orang sekitar, Fara juga berharap Rena bisa menenangkan Allan. Karena di balik pemberontak itu, Allan lah yang paling terluka meski di luar tampak baik-baik saja.
"Kakak pernah melihat dia melakukan hal ini, waktu itu kita akan melaksanakan pernikahan dan ada kabar duka. Kabar dukanya, orang tua mas Allan dua-duanya meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat. Dia sangat terpukul, bahkan melakukan beberapa pemberontakan yang membuat kakak hampir membatalkan pernikahan." ucap Fara.
"Lalu kak? Kenapa masih bertahan?" tanya Rena.
"Kakak tau sikap dia pada kakak sebelumnya cukup sangat baik. Apa yang dia lakukan saat sedang memberontak dan saat dia baik-baik saja berbanding terbalik. Tapi kakak yakin, mas Allan yang sebenarnya adalah yang biasa memperlakukan kakak dengan cukup baik, bahkan takut membuat kakak sedih dan sakit,"
"Yang biasanya? Seperti apa kak?" tanya Rena.
"Yang selalu tersenyum, yang manja, yang selalu menghormati perempuan, yang selalu mengutamakan orang lain dahulu," ucap Fara.
Pembicaraan yang mereka bahas cukup membuat Rena tahu sisi Allan yang baru. Allan yang Rena tahu adalah dia yang dingin, tidak berperasaan, suka memancing emosi seseorang, dan tidak banyak bicara. Namun ternyata ada sisi Allan yang belum Rena tahu.
Perbincangan ini cukup seru hingga membuat Rena sedikit melupakan rasa sedihnya. Di tengah perbincangan itu, Allan pun datang setelah pulang bekerja. Dia pun masuk ruangan VIP dan melangkah mendekati Fara.
...***...