ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 7 (MERASA BERSALAH)



Sore itu Faaz lebih dulu pulang dari kantornya karena Faaz benar-benar harus menerima laporan kesehatan ayahnya dari Om richard kesayangannya itu . om richard memang bertugas di jerman dia masih sama seperti dahulu tetapi untuk keseluruhan Medical check up ayahnya dia selalu mempercayakan kepada om nya itu .


" apakah omku sudah datang dari Jerman ? " tanya Faaz kepada abrar , ( abrar adalah orang yang dipercaya Faaz dalam menjaga rumah nya , abrar juga yang menjaga dan memberikan obat untuk papa rido selain itu abrar adalah salah satu mata Faaz jika sedang tidak berada di lingkungan rumah )


" belum tuan , tetapi saya sudah meminta Dannis untuk menjemputnya karena tadi siang tuan Rido sempat mengeluh pusing Lalu saya menemaninya sampai ia tertidur " jawab Abrar sembari menerangkan kondisi rumah.


" Lalu mengapa kau tak memberitahu ku mengenai ini ? " tanya Faaz seperti kesal karena abrar tak menghubunginya saat papa rido mengeluhkan sakit .


" maafkan saya tuan , tuan Rido yang meminta saya untuk tak memberitahu tuan " abrar bericara sembari menundukan kepalanya , abrar merasa takut jika Faaz marah kepadanya .


" ya sudah lupakan , jika lain kali papa memintamu seperti itu kau tak perlu mendengarkannya " pinta Faaz , Faaz berlalu meninggalkan abrar yang terdiam di depan pintu utama rumah , faaz menghampiri ayahnya yang sedang duduk di kursi tepat dibelakang rumah .


.


.


.


.


.


.


" Tuan tarik nafasnya lalu buang , setelah itu tuan pejamkan mata dan bayangkan Hal-hal yang sangat indah yang pernah tuan lalui , jernihkan semua pikiran tuan hingga membuatnya ringan kembali lalu tuan tarik lagi udara melalui hidung dan buang dengan pelan " ucap natasha yang sedang mencoba membuat tuannya rileks .


Faaz melihat semua yang sedang natasha lakukan , karena menurutnya ini hal yang sangat positife yang seharusnya papa nya lakukan setipa pagi ataupun sore hari , Faaz melihat anaknya begitu tenang didalam gendongan natasha yang memakai samping itu .


( siapa sebenarnya wanita ini ? mengapa dia sangat memperlakukan papa dengan sangat baik .. apa sebenarnya tujuannya masuk kedalam keluarga ku ... haaaahhhhh sudahlah mengapa aku memikirkan hal buruk setelah dia melakukan banyak hal baik dirumah ini - batin Faaz )


Faaz mendekatkan tubuhnya dengan berjalan menghampiri papanya , natasha menyadari kehadiran faaz lalu faaz meminta natasha bungkam karena Faaz senang menatap wajah ayahnya yang sangat terlihat segar itu . Faaz memilih diam dibelakang papa nya dan natasha merasa canggung saat Faaz berdiam diri menatap kearahnya .


" tasha ?? saya sudah cukup bukan ? " tanya Papa Rido


" emm...sudah tuan .. " ucap natasha


" saya merasakan kesegaran di otak saya dan mata terlihat lebih fress ,, terima kasih ya nak kau memang anak yang baik " puji papa rido kepada natasha , natasha masih terlihat canggung karena Faaz tetap meluruskan pandangan terhadapnya . natasha mengira Bahwa Faaz marah saat natasha memberikan perintah kepada papanya justru sebaliknya Faaz begitu sangat senang akan Hal itu .


" mengapa tak kau lanjutkan ? " tanya Faaz , papa rido menoleh kearah suara anaknya itu dan tersenyum manis dengan khasnya itu .


" kau sudah pulang nak ? tanya papa rido .


" natasha mengajak ku menjernihkan otak , dan itu sangat bermanfaat untuk papa bukan " seru papa dengan tersenyum manis kearah anak nya itu .


Faaz terdiam dan terus menatap natasha , kali ini Faaz bukan menatap tajam tetapi menatap dengan tatapan kagum kepadanya dan papa mulai menyadarkan anak nya itu karena melihat natasha merasa canggung saat Faaz menatapnya seperti itu .


" Faaz..... KING FAAZ ???? " panggil papa menyadarkan Faaz , dan kembali berbicara kepadanya .


" apa kau marah dengan apa yang dilakukan natasha ? " tanya Papa Rido .


" tidak , pah hanya saja ...emm apa kau bisa menidurkan dulu anak ku yang tertidur terlelap di gendonganmu , dan aku tidak menyukai itu .. dia akan merasa kan sempit dan gerakannya nanti kurang baik untuk perkembangannya ... hanya itu pap " ungkap Faaz yang menyembunyikan rasa kagumnya itu , dia merasa gengsi jika harus memuji natasha .


( apa yang kau lakukan natasha , kau sudah membuat tuan Faaz marah .. yatuhan maafkan aku "  - gumam natasha dalam hatinya )


' apa aku terlalu keras dengan pengasuh itu , ya ampun kenapa aku menjadi lelaki kejam '  - gerutu Faaz di samping papanya itu .


" dia anak yang baik , menurut carry dia sangat lah polos .. papa meminta abrar mencari tahu tentang keluarga nya dan abrar menemukan info bahwa dia tinggal bersama ibu tirinya dan setiap hari dia selalu bekerja setelah sepulang kuliah , dia juga kuliah mendapatkan beasiswa . betapa malang nasibnya dia harus melupakan beasiswa nya itu " ungkap papa seraya memberitahu info yang ia dapat .


" papa aku kesini ingin melihat keadaan mu dan mengapa papa malah memberikan info yang tidak penting untuk ku , ayo sekarang jelaskan mengapa papa tadi merasakan pusing dan meminta abrar untuk tidak memberi tahuku ?? " tanya Faaz kepada papanya itu .


" anak papa yang tampan , papa hanya tidak ingin kau merasa khawatir . dan itu hanya pusing biasa ,, percayalah anak ku ? " jawab papa sembari menggenggam tangan Faaz , Faaz memeluk ayahnya itu .


" papa , jika terjadi sesuatu kepada mu , aku tak akan memaafkan diriku sendiri . kumohon papa jangan pernah membuatku merasa bersalah terus .. aku ingin papa selalu baik-baik saja . aku dan adik-adik sangat membutuhkan papa . ! ku mohon percayalah .. " ucap Faaz sembari menyeka air matanya .


" maafkan papa , papa sudah salah kepadamu Faaz , papa janji tidak akan mengulanginya kembali " ucap papa Rido mencoba meyakinkan Faaz


.


.


.


.


.


.


ditempat lain Mael dan Alea sedang meyiapkan surprise kecil untuk papa nya itu di taman luas belakang rumah . taman ini banyak sekali kenangan bersama mama nya , alea menangis sembari menyiapkan semuanya . alea mencoba melupakan setiap masalalu bersama orang-orang yang dicintainya . alea selalu mengutuk keras akan dirinya . saat itu alea berjongkok menutup matanya dan menangis . Mael mencoba menenangkannya .


" kau tak perlu mengutuk dirimu terus menerus Lea , comeon bangkit .. " ucap mael


" sudahlah lupakan saja, aku tidak apa-apa . tak perlu membuat drama disore hari " ucaP Alea seakan menyembunyikan kesedihannya .


" aku akan membawa ponselku , sebentar saja " ujar aLea , alea memang seperti itu dia selalu tak ingin menunjukan kesedihannya dihadapan siapapun.


"  masih saja sama anak itu hmmm " - gerutu Mael


.


.


.


.


( Faaz , om sudah menyimpan di ruanganmu . om sedang menunggu aba-aba darimu jika semua sudah siap om akan mengajak semua keluar untuk memberikan surprise itu ) - pesan om richard .


 *note : foto papa rido yang sudah tua masih gagah kan , mirip sekali dengan Faaz bukan ??