
Sesampainya didalam Kamar yang sangat luas, Natasha termenung dan menatap kearah Kaca jendela yang menghubungkannya ke tempat dimana Faaz sedang melamun seorang diri.
Mata Natasha membendung air mata yang sedari tadi ingin ia keluarkan, Natasha benar-benar merasa kebingungan dengan apa yang sedang terjadi sebenarnya didalam kehidupan Faaz.
Bagi Natasha Semenjak mengetahui kesembuhan Aaleesya saat itu, Terakhir kalinya Natasha melihat senyuman yang ikhlas dari wajah suaminya, Ia sangat berharap Faaz kembali seperti saat dulu. 3 bulan sudah mereka menikah, diwaktu yang singkat ini membuat Natasha merasa kebingungan dengan sikap suaminya yang seakan menjauh kepadanya.
" Apa benar yang diucapkan Tuan MaliQ mengenai perasaannya kepadaku, dan memang sepertinya Faaz tidak pernah mencintaiku! " Gumam Natasha, Air matanya mengalir deras dipelupuk mata indahnya bahkan Air mata itu tak segan membasahi pipi nya. Natasha menangis tersedu-sedu, sudah seminggu ini Faaz berubah terhadapnya.
" Apa salahku Faaz?, Apa karena aku memang tak pantas mencintaimu! " Seru Natasha yang masih lekat memandang suaminya yang berada ditaman. Faaz terlihat melamun seorang diri, beban yang ia pikul memang terlihat sangat berat.
.
.
.
.
.
Ditempat lain, Najam AliQ merasa semakin frustasi memikirkan Alea yang mungkin sebentar lagi benar-benar akan menjadi milik orang lain.
AliQ juga memikirkan nasib pernikahan tanpa memiliki perasaan apapun apalagi cinta nya untuj Fizzy yang tiga hari kedepan akan berlangsung begitu saja.
Bagaimana tidak hampir 80% kartu undangan mereka sudah disebar dan Ayah AliQ sudah sangat yakin menjadikan Fizzy menjadi menantunya, Sebelum AliQ memutuskan untuk menikah dengan Fizzy, Papa AliQ terlebih dahulu sudah melamar dan meminta Fizzy menjadi menantunya dan setelah pertemuan itu AliQ sangat merasa terbebani dengan permintaan Papa kandungnya itu.
~ Fizzy, aku akan tetap menikahimu. tetapi dengan Satu syarat! kau tidak perlu meminta Nafkah batin kepadaku ." (pesan AliQ untuk Fizzy)
~ Baiklah! " (Jawab Fizzy)
~ syarat apa yang akan kau ajukan kepadaku? " (pesan AliQ untuk Fizzy)
~ Aku hanya minta bersikaplah layaknya suamiku dihadapan Papaku dan Aku mohon berikan kesempatan ku untuk melayani mu walaupun tanpa berhubungan layaknya suami istri" (jawaban Pesan Fizzy).
~ Baiklah ( Jawab AliQ singkat )
" Aah sial, Jika saja saat itu aku tak ceroboh melamar dirinya di depan Papa Ido. Aku tak akan menikahinya. Papa ido sangat antusias dan segera menghubungi Papaku, Aku semakin tak bisa bergerak saat ini karena pernikahan ini memang sangat mereka impikan. Entahlah mengapa Papa sangat menyukai Fizzy " Pekik nya seakan mengeluh dengan Apa yang sedang terjadi.
" Fizzy, Kau cantik!. Kau baik!. tetapi, mengapa aku tak memiliki perasaan apapun kepadamu " Gumamnya kembali saat melihat Foto Fizzy yang dipampang di social media milik Fizzy.
" Entahlah aku lebij memiliki tujuan saat melihat Alea! " Gumamnya kembali sembari mendecih kesal.
.
.
.
.
.
" Suamiku, aku Kangen! " kalimat lirih yang terucap di bibir Natasha, dia kembali meneteskan air matanya.
" jujur saja akhir-akhir ini aku memang sangatlah terlihat gundah, mengapa denganku?. " gerutunya kesal. dia terus bertanya-tanya akan keadaannya saat ini, satu jam sudah berlalu dan Natasha tetap melamunkan keadaannya itu.
....CEKLEK... ( SUARA PINTU TERBUKA)
"Kamu belum tidur? " Tanya Faaz yang kini berdiri mematung didepan pintu yang ia tutup kembali, Wajah sayu Natasha terlihat memberikan senyuman manis kepada suaminya itu.
"aku nungguin kamu, Tadi sempat melihat Aaleesya untuk melihat tidurnya. ternyata sudah pulas " Natasha beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Faaz lalu memeluk Faaz. Faaz membalas pelukan Natasha sembari mencium kening Natasha dengan kilas.
"Aku ingin tidur, badanku lelah " Seru Faaz, Natashapun melepaskan pelukan dibadan suaminya. Faaz berlalu meninggalkan Natasha untuk pergi membersihkan diri dan berganti pakaian untuk tidur.
Natasha begitu sangat kelelahan setelah menunggu Faaz begitu lama, Ia memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Namun saat ia sudah memejamkan mata Faaz keluar dari dalam kamar mandi, Natasha memutuskan untuk berpura-pura tidur terlelap.
"ehemm..ehemm uHuuk..Uhuul " suara deheman dan batuk Faaz terdengar jelas. Faaz melihat wajah Natasha dan segera mendekat melihat Istrinya tertidur dengan pulas.
"Maafkan aku Natasha, Aku mencintaimu tetapi akupun sangat mencintai Rayna dan kini kau dan dia adalah Nafas dihidupku. " Tangannya menggenggam erat tangan Natasha, ia menyeka air matanya yang terjatuh membasahi pipinya.
"Jika saja kau tahu semuanya, Mungkin kau akan membenciku. Natasha Maafkan aku, aku benar-benar menyesal dengan perbuatanku! ku mohon tetaplah bersamaku " Ucap Faaz sembari menangis dihadapan wajah istrinya.
(' Apa yang sedang kau sembunyikan kepadaku suamiku?, mengapa sepertinya beban itu terlalu dalam untukmu - Batin Natasha serayq menangis.)
"Sejak saat kau benar-benar terlihat mencintai Anak ku, Saat itulah aku mulai menyukaimu. bibir ku menolak saat Papa memintaku menikah denganmu tetapi entah mengapa hatiku tak menolak sama sekali."
"Natasha, apakah kau tahu! jika kamulah yang mampu memberiku seribu alasan untuk tetap bertahan dengan kebohongan ini. Aku takut,sangat takut kehilanganmu" Ucapnya kembali.
"Aku berharap kau mau memaafkan segala kekhilafanku! aku sangat mencintaimu " Ujar Faaz sembari mencium kenimg Natasha.
('Benarkah? kau mencintaiku.. Lalu apa kebohongan itu Faaz, mengapa kau terlihat sangat khawatir dengan keadaanku. Apa yang sebenarnya terjadi Faaz - Batin Natasha bergumam)
" Aku harap kau akan memberiku cahaya Nat, Cahaya yang sudah lama tak aku temukan " Ucapnya kembali, Faaz membalikan badannya dan mencoba memejamkan matanya.
('suamiku, aku harus mencari tahu tentang apa yang sedang kamu sembunyikan. Percayalah apapun yang akan terjadi aku akan tetap memaafkanmu - Batinnya kembali)
.
.
.
.
****
**NOTES AUTHOR :
Author belum dapetin Kritik, saran berupa Komentar dan memakai Hastag, Yoo aah Pulsa senilai 50rb..menanti kalian loh**.