
keesokan Harinya Faaz yang ditemani aliQ sudah pulang dan sedang berbincang dengan Qabil juga Papa Rido , mereka sedang membicarakan kesehatan Alea . bahkan dokter Hans sudah memeberikan hasil kesehatan Alea beberapa minggu belakang kepada Faaz melalui emailnya terbaca dengan jelas bahwa alea menderita depresi serius dan Alea belum bisa dinyatakan sehat atau sembuh .
" Papa mohon jaga adik mu Alea Papa tidak mau dia ia menanggung deritanya seorang diri " Ucap papa seraya memohon kepada Faaz , Faaz memegang erat tangan Papanya.
tak lama kemudian natasha datang dan memanggil Qabil karena alea memanggil nama Qabil.
" Qabil temuilah alea dia mencarimu " seru Natasha , AliQ yang mendengar suara natasha yang memberitahu bahwa alea mencari Qabil terlihat seperti menahan kekecewaan. Qabil berpamitan dan segera menemui kekasihnyaitu .
.
.
.
.
.
.
.
ditempat lain MaliQ berpikir keras mengenai kebohongan kaka nya itu , dia merasa kebingungan dengan jalan yang telah dipilih kakanya .
" *mengapa kaka berbuat seperti itu , setidaknya kaka akan menolak untuk menikah dengan natasha dan berkata yang sesungguhnya kepada papa , mengapa kaka malah menikahi natadha dan terjebak di dalam pernikahan ini " gerutu maliQ sembari mengepalkan kedua tangannya .
" aku tak akan membiarkan natasha terluka , kaka kau menyalakan api dirumah dan aku akan memadamkannya . kau sangat bersikap tak ingin melukai papa tetapi kau lah yang membuatnya terluka " gerutunya kembai sembari mengingat memori saat ia mengetahui rahasia kaka nya* .
**FLASHBACK**
saat itu teman maliQ memang sedang bertugas untuk memeriksa keadaan Pasien. dia memang sudah bertugas menjadi Assisten dokter yang menangani Rayna walaupun ia baru saja menjadi assisten dokter Ambar namun ia tahu betul anggota keluarga dari temannya MaliQ bahkan ia pun tahu saat rayna meninggal dan sempat datang ke acara pemakaman nya .
" maliQ , kau dimana ? " tanya shawn dibalik ponsel kepada maliQ sembari melihat sekitar dengan mengelilingi matanya.
" dirumah , kenapa shawn ? " tanya maliQ kembali.
shawn mencoba menjelaskan apa yang ia lihat , dan maliQ sangat mengerti dengan penjelasan yang shawn berikan . bahkan ia juga mencoba meyakinkan maliQ untuk tidak menegur terlebih dahulu kakanya sebelum maliQ melihat langsung kenyataan ini.
setelah maliQ datang ke canbeera maliQ langsung membuktikan bahwa memang wanita itu adalah kakanya Rayna bahkan foto-foto pernikahan Faaz lengkap di simpan di dinding rumah megah itu .
" entahlah apa yang sebenarnya terjadi shawn , mengapa kaka ku membohongi semua " tanya maliQ , matanya mendongkak seraya tak mempercayai bahwa dihadapannya adalah kaka ipar yang telah dimakamkan bahkan pemakamannya disaksikan oleh semua mata keluarga .
" tuan , ku mohon jaga rapat-rapat rahasia tuan Faaz dihadapan keluarga nya . ku mohon " ucap Zas-q mengatupkan kedua tangannya.
" entahhlah aku bingung !!!! " seru maliQ sembari meninggalkan rumah megah itu
**FLASHBACK END**
" papa rido , AliQ akan berbicara sesuatu sepertinya aliQ akan melamar anak Papa . " seru AliQ sembari tersenyum ke arah Papa rido .
" nanti juga Papa tahu sendiri " ucap AliQ , pembicaraannya terpotong karena melihat kedatangan Qabil dan Alea. Alea berjalan dibantu dengan tangan Qabil yang melingkar dibahu nya . alea memaksa Qabil untuk membantunya keluar kamar karena Alea merasa suntuk seharian berada didalam kamar .
" sayang mengapa keluar dari kamar mu , apakah badanmu sudah merasa enak " tanya Papa yang mendapat pelukan dari alea.
" papa , aku sangat menyayangimu " seru alea yang kini mendekap tubuh Papanya sembari menenggelamkan wajahnya alea sepertinya nyaman didalam pelukan papanya.
" Tuan Rido makanan sudah matang , tuan Faaz dan nyonya natasha sudah menunggu di meja makan " Ucap Bibi moley ,yang memberitahukan bahwa makan.malam siap disajikan.
" baik bi , " jawab Qabil , mereka melangkah kan kaki menuju ruang makan bahkan ayana dan maliQ sudah berada di atas meja makan bersama Faaz juga natasha .
semua sudah berada di ruang makan , Alea tak mau duduk berjauhan dengan Papa nya dan juga Qabil . meja makan besar sudah hampir semua terisi hanya tersisa satu kursi kosong di meja makan tersebut . saat mereka sedang menyantap makanan makan malam tak lama kemudian Fizzy yang datang terlambat karena sudah bertemu dengan client yang sangat penting .
" haloo maaf terlambat ya , aku dan aidil tadi bertemu dulu dengan client penting dan lumayan terkena macet sewaktu perjalanan menuju rumah . " sapa Fizzy sembari duduk bersebelahan dengan MaliQ dan ayana . fizzy tersenyum kearah AliQ dan aliQ membalas senyumannya .
Qabil masih merasa tegang karena akan mengutarakan niatnya untuk menikahi Alea kepada Faaz . ayana terlihat seperti menahan cemburunya melihat sedari siang Qabil tak pernah jauh dari Alea namun ia berpikir bahwa Qabil dan Alea memang sangat dekat seperti layaknya saudara sekandung .
" kak Faaz , boleh kah aku berbicara sekarang ?. " tanya Qabil kepada Faaz , sembari mengelilingi pandangannya seraya menatap semua wajah dihadapannya .
" boleh , apa yang akan kalian bicarakan ? " tanya Faaz sembari fokus mengunyah makanan yang dimasak istrinya.
" begini kak , sebelumnya aku mau minta maaf jika sudah membuat kaka marah namun ini sudah kejujuran ku dari hati " ucap Qabil , Alea menggenggam tangan Qabil berusaha menguatkan kekasihnya itu .
" sebentar , kejujuran apa Qabil ? " tanya Ayana , ayana merasa ada hal aneh yang akan Qabil katakan melihat tangan mereka saling menggenggam . Ayana merasa tak suka menatap pemandangan itu .
" sayang , Qabil mau bicara . tolong beri kesempatan untuk Qabil iya ! " seru Fizzy . fizzy merasa iba kepada ayana karena Fizzy tahu betul bahwa ayana sangat menyukai Qabil dan fizzy sempat berjanji akan mendekatkan ayana dengan Qabil .
Qabil menghela nafas , tatapan nya lurus kehadapan Faaz . Qabil melirik kearah Papa dan Papa menganggukan kepalanya menandakan papa meminta Qabil mengatakan semuannya kepada Faaz .
" kaka , aku akan melamar Alea untuk menikah dan menjadi bagian hidupku selama aku bernafas .. aku berbicara kepada kaka untuk meminta ijin dan aku sangat berharap kaka memberi ku ijin untuk menikah dengan Alea . sebenarnya tujuan utama ku bukan berlibur tetapi mengutarakan niat ini .. maafkan aku kak " ungkap Qabil sembari menundukan kepalanya , Alea menggenggam tangan kekasihnya itu.
di bawah meja makan AliQ mengepalkan tangannya matanya melebar mendengar ungkapan niat Qabil kepada wanita yang sangat ia cintai dan ayana terlihat sangat kecewa mendengar niat yang di utarakan oleh Qabil .
( aku kira kau akan melamar ku Qabil , karena kemarin kau menunggu kedatangan daddy ku kesini dan ternyata kau sangat mengecewakanku .. aku benci padamu juga Alea SELALU DAN SELAMANYA QABIL - batin ayana , ayana seperti nya ingin beranjak dari tempat duduk nya namun ayana menatap Papa rido yang ia sangat sayangi sangat mendukung Qabil dan aLea . ayana memilih untuk diam mendengar dan melihat drama yang sangat ia benci )
" sejak kapan kalian berhubungan maksud kaka sejak kapan kalian semakin dekat dan memutuskan untuk menikah ? " tanya Faaz sembari melirik kearah aliQ , dan Faaz melanjutkan menatap lurus Qabil juga Alea .
" sejak Qabil mau menolongku saat aku hendak mendapat perlakuan kasar dari lelaki yang menyukaiku kak , aku merasa jika Qabil adalah lelaki yang baik untuk ku dan selama kami menjalin kasih Qabil tak pernah memperlakukan ku seperti lelaki lain dia sangat sopan dan Qabil lah yang selalu berusaha membuatku sembuh " ucap Alea sembari menangis dihadapan kaka nya .
" sayang , jangan ikut bicara aku tak mau kau ... " (tangan Alea menghentikan Qabil bicara , Qabil berhenti dan memandang alea dengan tatapan penuh cinta ) .
" aku mohon restui kami Kaka,... aku sangat mencintai Qabil ... kumohon " pinta Alea seraya memohon kepada kaka nya , Faaz terdiam merasa tidak enak dengan AliQ karena AliQ akan mengutarakan niat yang sama kepada papa hari ini .
" papa tolong yakinkan kaka , bahwa Qabil sangat serius denganku .. kumohon Papa" ucap Alea kembali sembari menggoyangkan lengan Papanya . papa rido memegang tangan Faaz dan menatap nya dengan penuh harap .
" kaka , gimana kalian saja kalau itu membuat mu bahagia mari kita atur tanggalnya tetapi sebelum itu apakah Fizzy mau di langkahi kamu ... kamu harus meminta ijin dulu kepada kak Fizzy juga " jawab Faaz sembari menunjuk kearah Fizzy dengan senyuman di wajahnya .
" kak fizzy bagaimana ? " tanya Alea , terlihat sudut matanya yang penuh harap kala bertanya kepada Alea .
" pernikahan kan harus dipikirkan dengan sangat matang Qabil alea " seru Fizzy sembari menatap kearah adiknya.
" memangnya kalian sudah mempersiapkan semuanya ? " tanya Fizzy kembali .
" belum kak , jika boleh kami sangat membutuhkan bantuan dari kalian " ucap Qabil sembari menatap lurus kearah Fizzy ,
" baiklah kaka Pasti membantu kok " ucap fizzy sembari tersenyum kearah Qabil juga Alea .
( maafkan kaka ayana , kaka melakukan ini karena kondisi alea yang sering colaps akhir-akhir ini , dan kaka yakin kau akan mengerti - batin Fizzy )