ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 51 (HAMPIR BATAL)



Faaz termenung menatap kearah Rayna, Namun wajah yang diyakini nya adalah Rayna itu berubah menjadi Wajah Istri keduanya Yaitu Natasha.


" Natasha!. " Panggilnya, Faaz mengucek kedua matanya. Ia memejamkan kedua matanya, saat ia membuka matanya kembali Faaz tetap melihat Wajah sayu Natasha.


" Tidak!, Itu Rayna bukan Natasha " Tandasnya kembali, Faaz merasa Frustasi disatu sisi Rayna butuh Support darinya namun, Disisi Lain Natasha juga sangat membutuhkannya. apalagi akhir-akhir ini Natasha sering merasa tidak enak badan.


" Natasha, Maafkan Aku! " Ucap Faaz sembari menatap Layar ponselnya, Awalnya Faaz memajang Foto pernikahannya bersama Rayna dan saat ini Faaz memajang Foto mereka bertiga. Faaz,Aaleesya dan Natasha. Foto yang memperlihatkan keluarga kecil penuh dengan kebahagiaan.


Drrt...Drrt (Ponsel Faaz bergetar)


" Hallo!. " Sapa Faaz kepada Natasha.


" Aku merindukanmu suamiku!. " Seru Natasha.


" Aku juga, besok aku pulang Sayang" Seru Faaz, Faaz mendengar isak tangis kecil didalam ponselnya.


" Mengapa menangis?, Maafkan aku Nat " Ucap Faaz seraya bertanya kepada istrinya.


" Entahlah, Aku merasa kesepian dan merasa sangat Gundah. Dan selera makanku hilang hari ini. "


" Yasudah, Istirahat jangan menangis lagi. Besok aku pulang " Seru Faaz, tak lama kemudian merekapun saling berpamitan dan segera menutup ponselnya.


" Maafkan aku Nat, Maafkan Aku " Guman Faaz sembari memejamkan matanya, Faaz membayangkan wajah istrinya itu.


Faaz kembali menatap lekat wajah Rayna, Ia pun menggenggam Tangan Rayna, Faaz mengingat masa-masa indah bersama Rayna Namun setiap Faaz menatap Rayna ingatannya terbagi dengan masa-masa bersama Natasha, Entahlah perasaan Faaz saat ini sangatlah terasa Bimbang.


" Mengapa aku menjadi lelaki yang tidak berguna, Mengapa aku menjadi penghianat?. Mengapa Aku menyakiti hati wanita " Gerutunya kesal, Faaz terlihat sangat Frustasi.


" Mama,Papa.. Bagaimana Faaz harus menyelesaikan permasalahan ini?, Faaz seperti pecundang Pap,Mam " Gerutunya kembali.


" Aku tak ingin menyakiti mereka, Aku sangat mencintai Rayna dan sekarang akupun mencintai Natasha. Aku bimbang " Seru Faaz kembali, Faaz menangis hingga tak mampu lagi bersuara. Malam yang sangat dingin menambah suasana kehampaannya, desiran angin malam menambah suasana sunyinya.


Faaz segera mengambil Air wudhu untuk mensucikan dirinya, Ia selalu ingat pesan yang diberikan kedua Orang tuanya. jika ,Ia sedang merasa kecewa ataupun bimbang sejadahlah tempatnya mengadu.


" Ya Allah berikanlah aku petunjukmu, Aku tak akan mampu melalui semua ini jika tidak bersamamu. Ya Allah maafkan Atas segala khilafku " Doa Faaz saat berada diatas sejadah, sesaat ia selesai melakukan sembahyang.


.


.


.


.


.


.


Sydney,Australia.


Di dalam Kamarnya Fizzy masih saja kebingungan, Ia menghubungi AliQ kembali dan jawaban AliQ masih saja menunggu kedatangannya di tepi Pantai.


" Aduh, Apa yang akan AliQ bicarakan " gumamnya. Fizzy masih memondar-mandirkan langkahnya dengan pelan.


" Kak Fizzy kok sudah Rapi? Memangnya mau kemana? " Tanya Alea yang tiba-tiba masuk untuk mencari Kakanya.


" Mmm-mhh, Aku mau ke Apart Gabby. Kenapa? Qabil kemana ? " Tanya Fizzy sembari tetap menunjukan wajah kebingungannya.


" Qabil kan tidur di Apart Kak Faaz, baru tadi sih keluarnya. Besok mau jemput Tante Rani sama om Richard. Kalau Mael sore baru nyampe dari jerman karena ada kepentingan mendadak. " jawan Alea.


" Aku ikut iya ke Apart Kak gab, Please " Ucap Alea kembali seraya memohon kepada Fizzy.


" Ehh Jangan, kebetulan aku mau titip Papah dan Natasha ke kamu. Lagian aku gak nginep kok! " Ucap Fizzy. Fizzy terlihat kesulitan menghela nafasnya, karena takut jika Alea memaksanya.


( Gawaaaaat, Aku harus kabarin Gabby secepatnya. Alea pasti nanti nanyain Aku sama Gabby - Batin Fizzy )


" Ya udah deh, Tapi janji iya gak boleh sampe gak pulang. Besok pagi temenin aku massage! " Seru Alea.


" Iya, Kaka akan telepon MaliQ biar jagain kamu!. Bye sayang " Pamit Fizzy seraya mencium kening Alea, semenjak kejadian saat Alea terlihat tertekan entah mengapa Fizzy selalu menunjukan rasa sayangnya begitupun dengan MaliQ. Mereka bersama-sama bertekad untuk membuat Alea sembuh dari traumanya.


.


.


.


.


.


*****


MANLY BEACH, 23.58 waktu Australia.


Fizzy berjalan dengan menyeretkan langkahnya pelan, Fizzy melihat AliQ sedang merebahkan diri menatap langit diatas Kap mobil miliknya. Jantungnya semakin berdebar kencang kala langkahnya semakin dekat dengan mobil milik Calon suaminya itu.


" Maafkan Aku, karena ku kau lama menunggu disini " Ucap Fizzy.


" Tidak mengapa, Aku memang sedang ingin disini menatap langit yang penuh bintang " Jawab AliQ, Angin sangat kencang membuat Fizzy merasa kedinginan.


AliQ menoleh kearah Fizzy, Fizzy tersenyum manis menatap wajahnya. AliQ tak membalas senyuman Fizzy, Ia menatap lurus kembali dan kali ini bukan menatap langit melainkan menatap Lautan luas dihadapannya.


" Aku harus berbicara sesuatu denganmu Fizzy?. " Ucap AliQ, sembari menoleh kearah Fizzy dan menatap Matanya tanpa senyuman.


" AliQ, Apa yang ingin kamu katakan. Sedari siang tadi kau terlihat sangat gundah? " Tanpa menjeda dengan basa-basi nya, Fizzy memberanikan bertanya maksud AliQ untuk bertemunya malam-malam seperti ini.


" Fizzy Apakah kau mencintaiku ? " Tanya AliQ, Fizzy menatap lekat wajah calon suaminya.


" Tak perlu kau Jawab! Aku sudah tahu! " Ucap AliQ membuat Fizzy semakin penasaran dengan Apa yang sedang di maksud AliQ.


" Apa maksudmu AliQ, Aku mencintaimu dan itu sudah lama. Dan Apa yang kau ingin bicarakan sehingga malam-malam seperti ini ingin bertemu denganku. " Jawab Polos Fizzy.


" Aku tak mencintaimu, Aku hanya mencintai Alea. Tetapi dia lebih memilih Qabil dibandingkan aku. "


" Lalu mengapa kau melamarku dihadapan Papa dan semuanya.? Jika Niatmu hanya untuk membalas rasa sakitmu, mengapa kepadaku AliQ? Apa salahku " Tanya Fizzy. Fizzy tak sanggup menahan Air matanya, Tangisnya pecah saat berbicara dengan AliQ.


" Masih Ada waktu untuk membatalkannya Fizzy, Aku tak bisa mencintaimu. Aku akan merebut cintaku! " Seru Fizzy, Fizzy menggelengkan kepalanya.


" Tidak! Kau tak boleh membuat adik ku menderita. Kau ingat? Kau yang memintaku mempercepat pernikahan ini dan kau juga yang ingin membatalkannya" Tandas Fizzy sembari menunjukan jarinya kehadapan AliQ.


" Jika kau ingin menyakiti Alea dan membuat Papa Anfal.. Hukum saja Aku! Jika perlu Bunuh Aku AliQ. Tidak mendapat cintamu aku masih bisa bernafas tetapi jika membuat adik dan Papaku merasa sakit! Aku lebih baik mati!. " Ungkap Fizzy, AliQ menatap lurus. mata Fizzy dan matanya saling bersahutan.


" Ku mohon AliQ jangan membatalkan pernikahan ini, Aku tak ingin Papaku menanggung Malu. Beberapa Undangan siang ini sudah ku sebar dan aku tak tahu bagaimana caranya aku menarik Undangannya kembali " Keluh Fizzy seraya mengatupkan kedua tangannya untuk memohon kepadanya. Ia tak bisa menyembunyikan rasa kecewa dan juga sedihnya.


" Kau boleh memaki ku, Kau boleh meludahiku, Tapi ku mohon Jangan rebut kebahagiaan Papa dan Adik ku. " Pinta Fizzy kembali, Fizzy menangis dihadapan AliQ. Fizzy mencoba merendahkan dirinya sendiri demi kebahagiaan Alea dan Papanya.


( ' Alea sangat bahagia menikah bersama Qabil, dan pernikahanku pun adalah Impian Papa. Aku rela menderita asalkan Papa dan Alea bahagia.. Ku mohon Tuhan - Batin Fizzy )


" Baiklah, Aku akan tetap menikahimu. Tetapi setelah beberapa bulan kedepan, Aku akan segera menceraikanmu " Seru AliQ, AliQ masuk kedalam mobil miliknya dan berlalu meninggalkan Fizzy seorang diri.


Fizzy merasa kecewa dengan sikap AliQ, Fizzy ambruk seketika. Ia tak kuasa menahan Tangisnya, Ia berteriak sekencang-kencangnya di iringi tangisan Lirih dari mulutnya. Hatinyapun menangis dan Terluka, Ia merasa jika ia akan mati seketika saat menikah bersama AliQ namun, ia berusaha meyakinkan dirinya jika membuat Papanya bahagia? Fizzy akan bersedia walaupun mengorbankan dirinya.


Fizzy menyeret langkahnya dengan pelan, Angin yang sangat kencang menembus kedalam tubuhnya, kerinduan pelukan Papa dan mamanya seketika ada Dalam bayangan Fizzy dan terlintas wajah Orang tuanya saat memeluknya dan mengusap Air mata yang terjatuh membasahi Pipinya.


Fizzy enggan untuk pulang, Fizzy duduk di tepi Pantai manly. Ada beberapa orang di tepi Pantai yang sedang menghabiskan malamnya, Fizzy terduduk menghadap Pantai.


" AliiiiiiiiiiQ, Najam AliQ..... AKU MENCINTAIMU, TETAPI SAAT INI AKU MEMBENCIMU " TERIAK FIZZY..


Fizzy kembali kedalam mobil miliknya, Fizzy pun segera mengarahkan mobilnya untuk pulang kerumahnya, pedal Gas sudah diinjaknya dia menekan tombol music didalam mobil miliknya dan segera mengukuti alunan music yang sedang ia putar.


🎧Unbreak My heart🎧


Don't leave me in all this pain


(Jangan tinggakan aku dalam semua rasa sakit ini)


Don't leave me out in the rain


(Jangan tinggalkan aku saat hujan)


Come back and bring back my smile


(Kembalilah dan bawa kembali senyumku)


Come and take these tears away


(Datang dan ambil air mata ini)


I need your arms to hold me now


(Aku butuh lenganmu untuk menggenggamku sekarang)


The nights are so unkind


(Malam begitu tidak baik)


Bring back those nights when I held you beside me


(Kembalikan malam itu saat aku menggenggammu di sampingku)


Un-break my heart


(Sembuhkan hatiku)


Say you'll love me again


(Katakan kau akan mencintaiku lagi)


Undo this hurt you caused


(Hilangkan rasa sakit yang kau sebabkan ini)


When you walked out the door


(Saat kau berjalan keluar dari pintu)


And walked out of my life


(Dan berjalan keluar dari hidupku)


Un-cry these tears


(Hilangkan air mata ini)


I cried so many nights


(Aku menangis bermalam-malam)


Un-break my heart


(Sembuhkan hatiku)


My heart


(Hatiku)


Take back that sad word good-bye


(Ambil kembali kata menyedihkan itu selamat tinggal)


Bring back the joy to my life


(Kembalikan kebahagiaan dalam hidupku)


Don't leave me here with these tears


(Jangan tinggalkan aku di sini bersama dengan air mata ini)


Come and kiss this pain away


(Datang dan cium rasa sakit agar menghilang)


I can't forget the day you left


(Aku tak bisa lupakan hari yang kau tinggalkan)


Time is so unkind


(Waktu begitu tidak baik)


And life is so cruel without you here beside me


(Dan hidup begitu kejam tanpamu di sini di sampingku)


Notes Author :


temen-temen reader yang mau ikutan challeng.. jangan lupa Spam banyak iya, kalau mau di IG boleh kok.. Posting cover novelku, Tag IG aku dan bikin Komen sebaik mungkin, kriktik membangun juga boleh..saran apalagi... sebelumnya Follow dulu Akun aku iya biar Gampang aku ngehubunginnya.


PAKAI TAGAR DIBAWAH INI UNTUK POST DI IG


#RidomaybagiPULSA


#TEMANHIDUPRIDOMAY


IG: CHUMEYOKS.


INGAT SAMPAI 09 JANUARI 2020.


JANGAN LUPA IKUTAN..KALAU ANTUSIAS AKU TAMBAH LAGI HADIAHNYA.


kalau untuk ikutan di sini cuma Follow aku dan comment dibawah kolom komentar Novel " TEMAN HIDUPKU YANG MENGUBAH HIDUPKU " ATAU DI NOVEL " ARE NOTE THE SAME" DAN PAKAI #RIDOMAYBAGIPULSA. BIAR GAMPANG BEDAIN KOMEN BIASA DAN KOMEN CHALLENGE.


(TULISAN DIATAS DELETE SOON IYA)