ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 46 (AYANA MALANG)



KEESOKAN HARINYA...........


 


" Hay, selamat Pagi semua " Sapa Alea, Ayana sedang memakan sarapannya ia seketika menghabiskan makannya dan berpamitan untuk segera pergi menuju kampusnya. bahkan MaliQ yang baru saja datang tak sempat duduk di kursi untuk sekedar sarapan karena melihat Ayana berpamitan.


 


" Aku udah selesai, aku pamit iya. aku harus bertemu dekan pagi ini " Pamit Ayana sembari mencium kening Papa rido juga Daddy nya, uncle zain yang melihat tingkah anaknya merasa iba karena, ia tahu jika Ayana sangat menyukai Qabil.


 


" MaliQ, mengapa tak sarapan dulu ? " Tanya Fizzy sedikit berteriak. namun, MaliQ sama sekali tak menggubrisnya. MaliQ melanjutkan langkahnya menyusul langkah Ayana.


 


" kenapa dengan Anak itu, mengapa dia selalu tak bersemangat jika sarapan " gerutu Alea, Alea tersenyum kepada Papa karena melihat Papa memandangnya dengan penuh senyuman.


 


" Papa mengapa tersenyum begitu?. " Tanya Alea.


 


" Alea cantik, Papa senang melihat kamu seceria ini " Ucap Papa Rido. Dan kalimat itu yang membuat bingung uncle saat kala mendengarnya karena bagi uncle kebahagiaan Papa adalah segalanya namun, disatu sisi Uncle merana melihat Anak satu-satunya merasa tersakiti.


 


( Kakak ipar, Letycia aku harus bagaimana anak kita terlibat cinta segitiga dan ku lihat Kak Rido sangat menyambut hangat pernikahan ini. Rona bahagia terpancar di pelupuk matanya, Aku tak ingin menghancurkan hatinya dan aku juga tak ingin melihat Ayana terluka ~ Batin Uncle Zain )


 


" Uncle aku sudah siapkan pakaian untuk Uncle tetapi jika tidak merasa cocok, Uncle bisa menukarnya kembali " Seru Alea yang berbicara dengan bersemangat, Uncle Zain tersenyum kearah Alea.


 


" Yang kamu pilihkan pasti cocok untuk Uncle mu " Jawab Papa Rido, Uncle menepuk pelan tangan Papa Rido dan menatap Papa dengan penuh kasih sayang.


 


" Kaka harus sehat ia, sebentar lagi kaka akan menikahkan Alea dan Qabil " Ucap Uncle Zain, Air mata uncle Zain menyeluruh saat berbicara kalimat itu pada Papa Rido dan Papa tersenyum mencoba menghapus Air matanya.


" Aku akan selalu sehat, Jika suppormu selalu ada untuk ku. Terimakasih Zain kamu memang adik ku yang paling ku sayang, Terimakasih sudah selalu memperhatikanku " Ucap Papa.


" Aaaah ko jadi melow-melowan gini sih " Seru Fizzy, Alea dan Fizzy beranjak dari tempat duduknya dan memeluk tubuh Papa juga Uncle secara bersamaan. Qabil pun tek luput dari meneteskan air matanya melihat pemandangan haru yang ada di hadapannya.


mereka menghabiskan sisa makanan yang masih tersaji di piring masing-masing, Faaz dan Natasha tidak ikut sarapan bersama karena sedang mengantar Aaleesya untuk kontrol terakhirnya kerumah sakit. Papa dan Uncle tak melepaskan tawanya kala Fizzy memberikan lelucon dan bagi Alea lelucon yang Fizzy berikan tak seunik yang Uncle Richard berikan.


" aaah bagiku tetap saja Uncle Richard KING OF STAND UP COMEDY " Tandas Alea, mereka tertawa melihat tingkah Alea yang menyelah Fizzy saat melakukan lelucon.


" adik manis untung kamu cantik kalau tidak kamu bukan adik ku " Goda Fizzy sembari memijit keras hidung Alea membuat Alea teriak dan mengadu kepada Qabil Calon suaminya itu.


" Qabil lihatlah dia membuat hidungku memerah " keluhnya kepada Qabil, Qabil mencoba romantis kepada kekasihnya itu namun Qabil malah membuatnya marah.


" sini aku usap siapa tahu berubah jadi ungu " timpal Qabil membuat Alea kesal.


" Qabil mengapa kau membuatku kesal, aku tak akan memaafkanmu ' seru Alea, Qabil memohon kepadanya dan itu mengundang gelak tawa mereka yang melihatnya.


 


" Alea yang cantik, maafkan lelaki tampan dihadapanmu ini "


" jangan memohon kepadaku, aku tak tega melihat kau seperti itu Qabil. " Ucap Alea, Papa terlihat nahagia melihat Alea yang sudah terlihat sedikit dapat mengendalikan emosinya.


 


( dalam ingatan Papa, Papa mengingat Masa kecil Alea )


 


" dokter, mengapa Alea selalu Tantrum. dia sepertinya tidak dapat mengendalikan emosinya " Ucap Mama.


" antrum umumnya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai. " Terang dokter RId.


" sampai usia berapa biasanya anak mengalami Tantrum dok ? " Tanya Papa.


" saya harus bagaimana Dok ? " Tanya mama kembali, Alea memang sudah mengalami gangguan emosional sedari kecil dan saat usia beranjak dewasa ia semakin sulit mengatasi masalah emosi didalam dirinya.


" banyak caranya Tuan, Nyonya namun untuk kasus Alea saya tidak bisa menjamin jika memberikan tata cara yang dasar karena seperti nya Alea bukan hanya Tantrum tetapi Alea mengalami psikis yang lain " seru Dok, Mama menangis didalam pelukan Papa, Alea mendominasi ingin mencelakai dirinya sendiri dan terkadang orang disekitarnya jika Ia sedang mengalami tingkat emosional yang tinggi.


 


 


 


 


*******


 


 


 


 


Saat Ayana berjalan melangkahkan kaki keluar, MaliQ mencoba mengikuti langkahnya. Ayana keluar dengan air mata yang terus mengalir dipipinya tanpa menghiraukan Abrar yang sudah menunggu untuk mengantar nya pergi karena sebelumnya MaliQ berucap tidak akan bisa pergi ke kampus untuk mengantar Ayana.


 


Ayana berjalan melangkahkan kaki melewati pagar, Abrar akan menyusulnya namun MalIQ menyelah langkah Abrar yang akan masuk kedalam mobil dan menyusul Ayana. MaliQ memakai mobil nya untuk mengikuti Ayana.


mobil yang dilajukan MaliQ sangatlah pelan karena jarak Ayana yang masih dekat dengannya.


 


" Ayana, masuk Ayo MaiQ antar " Seru MaliQ sembari membuka jendela kaca mobil.


" Tidak, kau sarapan saja bersama keluarga besarmu lagipula pemandangan itu membuat mataku sakit " gerutu Ayana, Ayana memang sangat manja kepada MaliQ dan MaliQ suka dengan kemanjaan sepupunya itu.


" Ayana..... " Panggil maliQ, sembari menjalankan mobil dengan kecepatan sangat rendah, Ayana tak menggubris MAliQ yang sedang memanggilnya.


" MaliQ pulanglah aku tak ingin melihatmu " Ucap Ayana dengan kesal kepada MaliQ.


" Ayana mengapa kau seperti anak kecil, Ayolah berhenti berjalan dan masuk kedalam mobilku " Seru MAliQ, Ayana tetap berjalan dan tak ingin menghiraukan MaliQ. MaliQ menghentikan mobilnya dan segera keluar dari dalam mobil.


 


" Ayana, sudahlah kau harus bangkit. " tegas MaliQ kepada Ayana sembari memeluk Adik sepupunya dengan erat.


" Aku mencintai Qabil, dan dia malah memilih kak Alea. " Ayana menangis tersedu-sedu MaliQ mencoba mengusap lembut pungguk nya sembari memeluknya dengan erat.


" Hatiku hancur MaliQ " serunya kembali, MaliQ tak kuasa menahan air matanya melihat Ayana yang terlihat sangat hancur. dan MaliQ pernah merasakan saat dalam posisi Ayana.


" Aku tahu perasaanmu tetapi kau harus tahu lebih sakit mana jika kau menikah dengan orang yang sama sekali tak mencintaimu, lebih baik terluka untuk saat ini daripada kau merana selamanya " Nasihat MaliQ untuk Ayana.


" kau harus bangkit, dan terus berdoa jangan seperti aku yang terhanyut dalam masalah. " timpalnya kembali.


" Aku bermimpi Mama memeluk ku dan memberiku Nasihat saat itu aku sedang kacau dan terlibat mabuk-mabukan dan saat itu aku sepertimu tak ingin melihat mereka yang membuatku hancur " Ucap maliiQ, Ayana terdiam menyeka air mata yang tersisa di pelupuk matanya.


 


" Apa yang diucapkan Mama, MaiQ ? " Tanya Ayana.


" Berjuanglah untuk menggapai Rido Allah bukan karena cinta kamu malah membuat hatimu semakin terluka dan jika Allah mengijinkanmu untuk bersamanya Allah akan memudahkan jalanmu, Jangan membuat dirimu lemah. Kuatlah Anak ku " Ucap mama dalam mimpiku ( seru MaliQ sembari menyeka air matanya).


" Mama memeluk ku dan mencium keningku " Timpal maliQ kembali.


" aku ingin bertemu Mama may dan juga Mommy letycia " Ucap Ayana dengan manjanya.


" berdoa dan mintalah Mama datang, Mama pasti akan datang " Ucap maliQ, Ayana tersenyum dan meminta MaliQ mengajak nya ke makam Mama dan MaliQ mengiyakan permintaan Ayana.