ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 29 (UNGKAP PART 1)



dimeja makan natasha sedang menyuapi malaikat kecil , karena baginya aaleesya lah yang selalu membuatnya tersenyum Faaz dan Papa sedang berbincang sembari melahap sarapannya  , Qabil dan Alea saling memandang satu sama lain . Ayana terlihat terdiam karena merasakan ada yang aneh saat melihat tatapan Qabil kepada Alea dan MaliQ sedang tidak ikut sarapan karena sedang tidak berada dirumah . Fizzy terlambat datang karena semalam tidak bisa tertidur dan sepertinya Ayana melihat Papa sedang merasa tidak enak badan .


" Papa ... apa Papa sedang tidak enak badan " tanya Ayana .


" iya sayang , semalam Papa merasa demam tapi sudah membaik kok " ucap Papa sembari tersenyum .


" kenapa Papa tidak memberitahuku , " tanya Faaz dengan sangat khawatir . Faaz segera meminta bibi moley memanggil Abrar , Abrar pun datang menghampiri tuannya itu . semua tak mampu berbicara jika Faaz sudah merasa khawatir kepada Papa nya .


" tuan apakah ada yang bisa saya bantu ? " tanya Abrar .


" abrar , panggil dokter jhon untuk memeriksa keadaan Papa , dan tolong kabari aidil jika aku tidak akan kekantor hari ini , fizzy juga sepertnya tidak akan ke kantor tepat waktu " seru Faaz


" iya , aku kayanya terlambat ke kantor ,atau mungkin tidak akan ke kantor " ucap Fizzy dengan lemas .


" sayang , Papa tidak apa-apa " ucap Papa , namun Faaz hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


" Papa mengertilah jika Kaka sudah seperti itu , itu artinya kita harus menuruti keinginannya " seru Ayana sembari tenang memakan sarapannya .


" Kaka , apakah besok malam ini kaka tidak akan pergi atau ada acara penting ? " tanya Qabil;


" tidak seharian ini aku akan bersama Papa sampai Malam mungkin makan malam pun akan dirumah  , dan besok aku belum tahu jadwal apapun " jawab Faaz sembari menarik sebelah alisnya keatas .


" baiklah , aku ingin berbicara sesuatu kepada Papa juga Kaka " seru Qabil


" mengapa tidak sekarang ? " tanya Faaz dengan tegas .


" karena aku juga menunggu semua kumpul termasuk MaliQ dan uncle zain juga sore ini akan pulang ke rumah " ucap Qabil , ayana terlihat bingung dengan ucapan Qabil dan ayana merasa akan ada hal penting yang akan Qabil utarakan kepada semua termasuk daddy nya karena Qabil berucap akan menunggu daddy nya juga .


(' apa dia akan melamarku ,, aaah jika itu terjadi aku akan senang sekali - batin Ayana )


" baiklah kuharapp kabar baik Qabil " seru Faaz , Qabil tersenyum melirik semua orang yang sedang berada di meja makan .


.


.


.


dokter sudah memeriksa keadaan Papa rido , Papa rido hanya sedang merasakan demam rindu dan itu tidak menganggu kesehatan nya sama sekali . aaleesya duduk di samping Papa rido , Faaz dan natasha duduk di kursi tepat disamping ranjang besar milik Papanya itu dan dokter segera berpamitan kepada Faaz , Faaz mengantar nya sampai ke depan pintu lalu menghampiri kembali Papa nya itu saat mereka sedang berbicara aaleesya seperti mengerti dan meminta untuk bermain bersama uncle Qabil .


" iya sayang , Papa sangat merindukan mama mu " ucap Papa rido , sembari meneteskan air mata .


" aku juga sangat merindukannya Pah " seru Faaz sembari menatap lukisan besar yang berada di dinding .


" Mama may sangat cantik iya , aku merasa pernah melihatnya tetapi dimana iya " ucap natasha sembari mencoba mengingat-ngingat wanita yang berada didalam lukisan itu .


" Papa menginginkan sesuatu ? " tanya Faaz kepada Papa nya itu ,


" Papa sedang ingin berbincang bersama mu juga natasha , mungkin ini akan membuat papa tidak merasa kesepian " seru Papa rido .


" baiklah Papa , natasha dan Faaz akan menemani Papa disini " seru natasha sembari tersenyum manis dan menggenggam tangan mertuanya .


mereka berbincang dengan hangat , seperti biasa Papa menceritakan Masa kecil Faaz kepada natasha walaupun didepan Faaz , Papa memuji Faaz selalu karena bagi Papa Faaz adalah anak pertama yang sudah sukses menjadi kaka yang baik dan menjadi anak yang soleh untuk mama juga papa .


" natasha , apa kau bahagia menikah dengan Faaz ? " tanya papa rido , natasha tersenyum mendengar pertanyaan Papa nya itu .


" aku bahagia Papa , dan aku sudah ikhlas mungkin jodoku aku temukan disini dan itu sudah tertulis sebagai takdirku berjodoh dengan Faaz dan aku hanya berdoa aku dan Faaz bisa menjadi suami istri yang berjalan kearah surganya Allah " jawab natasha dengan tulus , sembari meneteskan air mata . Faaz melirik dengan tatapan kagum atas jawaban natasha . Faaz tak menyangka jika natasha memiliki jawaban yang sangat indah seperti itu .


" papa , saat itu aku berusia 10 tahun . dan detik-detik dimana ibuku akan menghembuskan nafas terakhirnya , beliau sempat bercerita kepadaku saat pertama kali mereka memutuskan untuk menikah " ucap natasha membuat Faaz dan Papa sangat penasaran dengan cerita natasha .


" ceritakanlah papa ingin tahu semuanya ," pinta Papa.


" apa kau tidak keberatan menceritakannya " tanya Faaz sembari menoleh kearah natasha , natasha mengganggukan kepalanya sembari tersenyum tanda ia mau menceritakan nya .


" dulu Papa dan mama ku belum berniat menikah karena Papa sedang Fokus untuk usahanya lalu Papa berbicara dengan sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai tempat meminta saran terbaiknya , lalu mereka berbicara kepada papa seperti ini " seru natasha memperagakan Cara berbicara orang tersebut .


" MENIKAH ADALAH JANJI IKATAN SUCI DAN AGUNG , MITSAQON GHOLIDZO (PERJANJIAN YANG KUAT) BAHKAN PERJANJIAN INI DISEJAJARKAN DENGAN PERJANJIAN PARA NABI ' UCAP SAHABAT PAPA " terang natasha seraya menerangkan , Papa meteskan air mata nya dan bertanya


" lalu papa mu menjawab apa ? " tanya Papa rido kepada natasha .


' kata mama , Papa ku menjawab seperti ini papa ... " ,,


" BIsmillah , SAHABAT KU TOLONG BIMBING AKU MENJADI MUSLIM DAN AKU AKAN MENIKAH DENGANNYA "  papa ku berbicara seperti itu dan mulai memeluk islam karena bimbingan dari sahabatnya itu lalu tak lama kemudian Papa dan mama menikah.. dan saat itu mama bercerita jika sosok sahabat nya lah yang membuat mama dan Papa menerima takdir pernikahannya walaupun gelombang pasang surut menghantam pernikahan mereka sampai pada saatnya mama sakit dan Papa setia merawat mama , lalu ......................" natasha menghentikan kalimat yang sebenarnya ingin ia utarakan .


" bicaralah , sekarang kau tak perlu merahasiakan apapun kau anakku juga " tegas Papa kepada natasha , natasha berderai air mata .


" aku melihat sendiri selang oksigen yang mama pakai di lepas oleh ibu tiriku dan mama kesulitan bernafas namun mulut ku dibekapnya dan tak lama kemudian mama meninggal , ibu tiriku adalah partner bisnis Papa . sebenarnya mama dan dia juga cukup dekat tapi entahlah aku selalu mengingat apa yang mama ucapkan , kta tidak boleh menyimpan dendam lama kata mama sahabat nya itu juga yang menyadarkan papa saat Papa berbuat kesalahan " terang natasha , dia menyeka air matanya .. Papa rido menatap wajah natasha dengan sangat lama .