ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 33 (MERASA KECEWA)



Papa rido berjalan melangkahkan kaki untuk menemani pasangan suami istri yang sedang memakan sarapannya . Papa rido ingin membicarakan sesuatu dengan natasha juga Faaz , Papa menarik kursi meja makan dan duduk menghadap natasha .


 


" Papa sudah sarapan ? " tanya natasha sembari memberikan senyuman khas nya


" sudah sayang , papa ingin bertanya sesuatu kepada mu natasha ? " tanya papa sembari menatap penuh harap , Faaz memegang tangan Papa nya itu sembari memberikan senyuman manisnya .


" boleh Papa , apa yang akan Papa tanyakan kepadaku ? " tanya natasha kembali .


" apakah kamu tahu jika kamu memiliki kakak , maksud Papa anak dari ibumu ? " tanya Papa sembari menatap natasha dengan lembut , natasha menundukan pandangan nya .


" aku sangat menyayangi kaka lelakiku , kaka ku sekarang tinggal dijerman Papa , dia bersama ayah juga ibu tirinya ..kabar terakhir kaka ku memiliki sakit yang parah .. dan alhamdulilah kaka sudah memiliki keluarga kecil juga sembuh dari sakitnya . Papaku sempat bercerita perjuangan mama untuk mengajak kaka tinggal bersamanya tidaklah mudah namun Papa rido juga teman Papa lah yang membantu mama tetapi akhirnya tetap saja mama tak tega membawa kaka untuk tinggal bersamanya " jawab natasha seraya mnjelaskan dengan air mata yang sudah ingin jatuh natasha menahannya .


 


" natasha jangan menangis , kamu harus bahagia bersama kami . " Ucap Faaz sembari menyeka air mata natasha ,


 


" Aku janji akan ajak Papa mu untuk tinggal disini bersama kami " Faaz menggenggam tangan natasha dan mencium tangannya dengan kilas , seraya menenangkan istrinya , bagi Papa rido inilah adalah pemandangan yamg indah namun tidak untuk maliQ.


" maafkan Papa iya sayang , papa gak berniat membuatmu menangis " seru Papa , maliQ datang untuk membawa air minum dan maliQ terlihat cemburu karena melihat perhatian kakanya kepada wanita yang sangat ia cintai .


' maliQ , gimana testnya apa ada yang kurang atau bagaimana ? " tanya Papa namun MaliQ tak menggubris pertanyaan Papa nya dan itu membuat Faaz geram .


 


" MALIQQQQQQQQQQQQQ " TERIAK FAAZ , MATANYA MENGKERUT seraya memanggil maliQ yang terlihat tidak sopan kepada Papa rido , Papa rido memegang lengan Faaz dan menariknya seraya menghentikan kemarahan Faaz kepada adik bungsunya itu namun Faaz memandang Papa nya sepertinya Faaz sangat geram dengan tingkah adik bungsunya itu . faaz melangkahkan kakinya untuk menghampiri adiknya yang mematung membelakangi dirinya .


 


" apa Papa dan mama pernah mengajarkan untuk kamu tidak sopan kepada orang tua ? apa aku pernah memberikan contoh yang buruk kepadamu ? " tanya Faaz sembari menatap tajam adiknya , maliQ hanya terdiam terlihat raut wajah yang sangat kesal


" jawab , apa kau punya mulut hah ? " bentaknya membuat Fizzy yang sudah berada diluar mendengar teriakan saudara kembarnya itu , ayana terlihat ingin melerai kemarahan kaka sepupunya namun dia menganggap tak akan berhasil jika Faaz memang sudah merasa kecewa .


 


" Faaz ada apa ini ? " tanya fizzy ,, ayana mendekat kearah papa ridonya dan memeluk Papanya mencoba menenangkan perasaan Papa rido , natasha hanya terdiam dan terlihat sangat tegang .


" Qabil , tolong bawa aaleesya ketaman belakang " pinta fizzy , Qabil dan  alea mengajak keponakannya itu untuk bermain di taman belakang , Fizzy melihat tatapan maut yang sudah tidak bisa terhindarkan dari Faaz untuk adik bungsunya .


" Faaz , Papa mohon ... mungkin adikmu sedang mendapat masalah di kampusnya .. Faaz maafkanlah Papa tidak apa-apa " pinta Papa.


" ayana ajak Papa menghirup udara segar .. aku tak mau Papa  mendengar pertengkaran kami " ucap Faaz sembari menunjukan kearah taman .


" Tidak ayana ,  papa ingin disini , jika kalian masih menginginkan keributan ini berlanjut anggap saja Papa tidak ada "  tandasnya serasa merasakan kekecewaan  , Faaz tetap memandang adiknya dengan Tatapan maut . wajahnya sudah terlihat marah . namun disisi lain Faaz merasa khwatir dengan keadaan papanya .


 


" denganku !!!!!!!!!!!!" seru Faaz , membuat natasha menoleh kearah suaminya itu .


" dia cemburu karena aku menikahi natasha , jika saja saat itu kau berbicara padaku bahwa kau mencintainya aku tak akan memintanya untuk menikah denganku ! " terangnya seraya menjelaskan apa yang ia ketahui mengenai adiknya .


" aku tahu maliQ saat kau berbicara denganku dikolam aku sudah tahu , namun aku masih ingin mengetahui sampai dimana kau akan membuat kekacauan didalam dirimu , aku tahu jika kau tidak pulang kerumah kau sedang merasa frustasi dan meminum minuman memabukan ... maliQ kebahagiaan ku ada pada dirinya itupun jauh sebelum aku mengenal natasha , aku mencintai Papa lebih dari diriku sendiri ... kumohon terimalah keputusan ini aku tahu ini sulit tetapi dengan mu berbuat seperti itu kepada Papa akan menyakiti hatinya " Ucap Faaz , membuat wajah maliQ memucat kala tahu jika kaka nya memperhatikannya selama ini .


 


" kau dokter , kau akan menjadi dokter // ingatkah nasihat mama .. jauhi alkhol .. saat alea seperti itu kau marah , kau memaki dirinya dan lihatlah mengapa sekarang kau seperti ini !!!!!!!!!!! : seru Faaz , Faaz merasa kecewa dengan tingkah adik bungsunya itu .


 


" MaliQ tahu maliQ salah kak , tapi apa kaka tahu bagaimana sakitnya maliQ menahan rasa ini .. maliQ tahu jika kaka dan natasha sudah menikah tetapi maliQ masih belum bisa terima saat maliQ tahu papa lebih mendukung kaka dibandingkan maliQ , kaka memang anak kesayangan papa dan maliQ tahu itu tapi malik juga punya hati kak !!! "


" sekarang kaka bilang papa dan mama tak pernah mengajarkan maliQ untuk tidak sopan kepada orang tua , apakah kaka tidak pernah berpikir sebaliknya ? "


" apa kaka tahu , bagaimana cara memposisikan perasaan orang pada diri sendiri , dan papa tak memiliki itu " seru maliQ sembari menunjuk kearah papanya , maliQ gelap mata sehingga mencoba mengeluarkan emosi yang sudah ada dibenaknya .


" apa dari dulu maliQ sesempurna kaka dimata Papa , tidak kak ... kakak lah raja nya Papa dan mama , Kakaklah singa mereka !!!!!!!!!!!!! sekarang yang maliQ lakukan adalah mulai mengerti karena jika apapun yang sudah menjadi milik kaka tak akan bisa menjadi milik siapapun termasuk kasih sayang Papa juga mama !!!!! " seru MaliQ , pembuluh darahnya terlihat tegang dilehernya .


Faaz mengepalkan tangannya , ia mengerutkan keningnya .. matanya semakin menyala begitupun dengan Fizzy namun Faaz menatap Fizzy memberikan tanda agar ia memberi kesempatan maliQ berbicara .


" sekarang kaka bilang kaka tidak pernah mengajarkan maliQ hal buruk !!!!!!!!!!!! , apa kakak sesempurna itu ?? tanya hati kaka kebohongan besar apa yang sudah kaka lakukan kepada kami .. jika kaka bisa menjelaskannya kepada Papa juga istrimu ( menunjuk kearah natasha ) aku mundur dan akan melepaskan kisah cintaku kepada nya (menunjuk kembali natasha) " seru maliQ , ekpresi wajahnya semakin mengeras kala ia mengeluarkan apa yang ada dibenaknya selama ini .


 


" PLAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH " TAMPARAN KERAS MELAYANG DARI TANGAN PAPA UNTUK PERTAMA KALINYA , tangan nya bergetar seraya tak percaya jika ia melakukan kekerasan kepada anak bungsunya , jangankan menampar anak-anaknya untuk sekedar meninggikan suara nya dan melototinya saja Papa rido tidak pernah melakukannya .


 


" lihatlah Papa membelamu kembali kan ? , sudah Kuduga jika kau memang RAJANYA DISINI KING FAAZ , siapapun tidak akan menang melawanmu termasuk diri papa sendiri  " rahangnya semakin menegang , ia menghela nafas panjang karena sedari tadi tak berhenti mengumpat.


" ini sudah menjadi bukti bahwa aku memang selalu KALAH !!!!!" maliQ pergi meninggalkan kaka juga papanya , fizzy mengejar maliQ untuk sekedar berbicara padanya .


" papa , papa tidak apa-apa kan ? " natasha memeluk dan mencoba menenangkan Papa mertuanya , Faaz juga membawa papanya untuk duduk di sofa ruang tengah . ayana terlihat kebingungan dan menangis melihat wajah Papa rido kesayangannya yang sudah pucat .


" ayana panggil aidil kemari , cepat " pinta Faaz kepada ayana , ayana pergi untuk memanggil aidil . natasha membawa segelas air untuk di berikan kepada papa mertuanya yang sepertinya mengeluhkan sakit didadanya ,.


" Papa maafkan natasha , semua salah natasha .." seru natasha sembari mencium punggung tangan Papanya, papa rido menggelengkan kepalanya dan mencoba mengusap air mata menantu yang kini menjadi menantu kesayangannya .