ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 60 (PERTENGKARAN)



"Apa kalian juga merindukanku?" Tanya seseorang dibalik pintu.


Mereka begitu sangat terkejut dengan kedatangan seseorang yang mungkin sangat tak asing bagi mereka.


"Mengapa kalian tak ingin memeluk ku?" Tanya nya dengan melebarkan kedua tangannya.


"UNCLE YOF......" panggil Fizzy setengah berteriak dan berlari memeluk Yofie.


"Uncle.." Sapa Faaz,MaliQ dan Alea yang juga berlari memeluk tubuh Unclenya.


 


Papa Rido dan Jimmy begitu sangat terharu melihat semua melepas rindu kepada Uncle yof. Iya, Uncle Yof memang sangatlah jarang bahkan sudah sangat lama sekali tidak mengunjungi Papa Rido dan anak-anaknya. dan sebenarnya perekonomian Uncle Yof memang sedang berada di bawah Namun, uncle tidak mau menceritakannya mengingat istri dan ibunya sudah terlalu malu karena selalu saja mendapat bantuan dari keluarga Papa Rido.


 


Jangankan untuk bercerita kepada Papa dan Faaz, untuk sekedar melepas beban kepada Uncle Zain saja, Ia tak ingin membuat Ucle Zain merasa beban. sebisa mungkin Ia menutupi kesusahannya karena mengalami kebangkrutan untuk ketiga kalinya.


 


"Uncle, mengapa kurus sekali?" Tanya Fizzy, Fizzy memang sangatlah dekat dengan Uncle Yof dan Aunty Shaloom.


"Uncle sedang mengikuti kelas Diet, Uncle ingin mengurangi beban diperut." serunya.


"Uncle kami sangat merindukanmu, mengapa Opah dan Omah tidak ikut? dan Aunty bukankah mereka sudah berjanji akan datang dihari pernikahanku!" cerocos Fizzy yang merasa kecewa karena tidak melihat Kakek dan yang lainnya.


"Yof, Bagaimana kabarmu? Kaka sangat rindu kepadamu? "  Papa Rido menghampiri Uncle Yof dan segera memeluknya, Uncle tidak bisa menutupi kegundahan dan kesedihannya. Ia memeluk papa dengan erat.


"Sudahlah, kau tak perlu merahasiakannya lagi. Zain dan aku sudah mengetahui semuanya." Ucap Papa.


"LIhatlah siapa dia?" Tanya Papa Rido.


"JIM, Ya ampun.. Apa kabarmu?"  Berbicara sembari menghampiri Jimmy dan memeluknya erat.


"Tuhan membawaku kemari untuk bertemu orang-orang baik seperti kalian. dan terimakasih Do, kamu sudah mau menerima putriku sebagai menantumu. Aku tak menyangka Tuhan memberikan ikatan yang kuat untuk kita" Seru Om Jimmy.


"Faaz, Uncle sangat-sangat berterimakasih karena..."


"Uncle, terimakasih lah kepada Papa dan juga ketulusan Natasha. Kami memang belum mengetahui jika Natasha anakmu, tetapi Orang sebaik dirinya mampu meluluhkan hati anak ku dan juga hati Papa" Seru Faaz.


"Hati kami juga Om." Seru Fizzy


"Om sangat senang karena kalian mau menerima Anak om, walaupun pada awalnya Natasha hanyalah seorang pengasuh " Ungkap Om JImmy.


"Dia pengasuh yang Hebat" Ungkap MaliQ sembari melirik Natasha, Natasha merasa sangat tidak nyaman melihat tatapan MaliQ dan Faaz pun merasa kesal saat melihat MaliQ melirik istrinya dengan kalimat dan tatapan menggoda.


"mMmpph... Papa, Uncle ayo semua duduk dan nikmati jamuan makanannya." Ucap Fizzy, Fizzy mencoba menghangatkan kembali suasana yang sempat merasa mendingin karena Tatapan kesal dari faaz untuk adik bungsunya.


Uncle Richard, Aunty Rani juga Uncle Zain yang terlambat datangbegitu sangat terkejut dengan kedatangan Uncle Yof yang datang seorang diri. mereka semua melepaskan Rindu masing-masing. semenjak kematian Mama May 6 tahun yang Lalu, mereka memang sangat jarang bahkan tidak pernah berkumpul seperti ini dan terakhir mengadakan perkumpulan bersama adalah saat Rayna dan Faaz menikah.


menurutnya, Aunty Shaloom dan edward sangatlah ingin ikut berkunjung bersamanya. hanya saja keadaan Omah dan Opah yang tidak bisa ikut menaiki pesawat menjadi Alasan yang paling kuat baginya, Apalagi tiket Italy ke Australia sangatlah mahal harganya.


Faaz dan Papa Rido berjanji akan segera mengunjungi Omah dan Opah hendra karena saat kepergian Uncle Yof, Opah menangis ingin memeluk Papa dan Faaz. Papa,Faaz juga Alea sangat dekat dengan Opah hendra. Alea menangis saat melakukan panggilan Video bersama Opah kesayangannya itu. Tangisannya pecah saat tahu Opahnya sangat sulit untuk berjalan dan bernafas.


 


"Yof, Zain mengapa kalian tak mengabariku?" Tanya Papa.


"Aku.. "


"sebenarnya Aku ingin memberitahumu Kak, tetapi aku tahu kau sedang memiliki beban didalam keluarga ini. satu persatu masalah datang menghampirimu. Aku tak ingin kesehatanmu memburuk" Ucap Uncle Zain. menyela kalimat yang akan Uncle Yof lontarkan.


"Maafkan Aku, " Ucapnya kembali.


"Aku juga yang memintanya untuk merahasiakan kesehatan Papa, karena mendengar beberapa masalah datang kepadamu. Aku gak mau menambah beban kehidupanmu Kak" Ucap Uncle Yof menimpali ucapan Uncle Zain.


"Selesai Acara pernikahan Fizzy, Aku dan Faaz juga semua akan menghampiri Papa dan Mama di itali" Seru Papa Rido.


"kami Juga Kak" Seru Aunty Rani, mereka kembali berbincang hangat. Natasha dan Faaz sedang berbicara berdua. FIzzy, Alea, Qabil, Ayana dan Alea sedang bermain bersama Aaleesya. MaliQh datang menghampiri Natasha dan Faaz yang sedang berbincang serius itu.


"Terimakasih suamiku, Aku janji akan menjaga Anakmu ini dengan baik. karena, kau telah memberiku kebahagiaan ini " Ucap Natasha.


"Sama-sama istriku, sehat terus sampai bayi nya lahir dan kita urus bersama. membesarkannya dengan penuh cinta" Ucap Faaz sembari tersenyum.


 


"Heemmm " (deheman MaliQ seraya menghampiri pasangan suami istri itu)


"Ada apa MaliQh?" Tanya Faaz, Faaz membangkitkan tubuhnya dari duduknya bersama Natasha dan melangkah kearah maliQh.


"KARENA MAUT YANG AKAN MENGHAMPIRI TARGETNYA " Seru MaliQ.


"Cukup MaliQ, kau tak perlu kurang ajar kepadaku?"


"Aku ini kakakmu! "


"Kakak, Kakak macam apa yang merebut cinta Adiknya?" Tanya MaliQ dengan geram.


"CUKUP MALIQ, CUKUP!!!! "


"JIka kau masih saja bersikap tidak sopan, Aku akan.... " GERTAK FAAZ.


"AKAN APA??? " TANYA MALIQ, ia mengangkat alisnya, dan melebarkan matanya seakan menantang kemarahan kakaknya itu.


"Sudahlah Faaz kumohon hentikan, kau tak perlu meladeninya" Pinta Natasha.


"Kau bodoh, kau sudah ditipu olehnya"


"Apa kau ingin tahu sesuatu Nat, Aku akan menjelaskan semua kemunafikannya!" Ungkapnya seraya mengancam Faaz secara halus, Tangan Faaz sudah mengepal tanda menahan kekesalannya kepada adik bungsunya itu.


"Aku tak ingin mengetahuinya MaliQh, berhentilah membuatku membenci suamiku!!! KUMOHON !!!" Pinta Natasha kembali.


"Tidak Nat, kau begitu sangat baik untuk disakiti. kemuliaan hatimu dan kepolosan tingkahmu terlalu sayang jika untuk ia sakiti" Ucap MaliQh seraya memohon kepada Natasha.


"LUPAKANLAH MALIQH, AKU TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKANNYA BAGAIMANAPUN KEADAANNYA" kalimat tangguh dari bibir Natasha membuat MaliQh geram.


"KAU Akan menyesal Nat, Karena Ra..."


 


Buuggghhhhhhhhh.. BUggghhhhhhhhh brakkk...


Faaz tak henti memukul adiknya itu, keributan diantaranya terdengar oleh semua anggota keluarga. Fizzy begitu sigap memeluk Papanya, Mael dan Ayana membawa Aaleesya untuk tak menikmati pemandangan itu. dan Uncle Zain juga Uncle Yof mencoba melerai keduanya.


"Mengapa dengan kalian?" Tanya Uncle Zain.


"Mengapa dengan kalian Nak, jika membuat kalian Akur dengan membunuhku maka lakukanlah!" seru Papa Rido.


"Dia pembohong, munafik, dia kakak yang keji." Umpat MaliQh kepada Faaz, Faaz lebih bisa tenang dibandingkan Adiknya itu.


"STOP MALIQH, KUMOHON " Ucap Fizzy.


"UNTUK APA? KAK FIZZY TAKUT JIKA KAK FIZZY TERUSIR DARI RUMAH INI JIKA MEMBELAKU" UCAPNYA DENGAN SARKAS, ia melayangkan ludah kearah Faaz dengan sangat binal.


 


"Aku membencinya seluruh hidupku, aku mengharapkan ia mati dengan kemunafikanya, kau akan tahu jika Ra......


"MaliQh..." PLAAAAK, bunyi tamparan keras, membuat MaliQ membungkam kalimat yang akan muncul dari bibirnya. MaliQh terhentak saat tahu siapa yang menamparnya.


"NATASHA, Kau menamparku..." Tanyanya.


"IYA, TUAN MALIQH YANG TERHORMAT. aku sudah bilang  berhenti lah membuatku dan kakakmu berpisah. kumohon!!! "


"Aku tak mempercayai Apapun yang kau katakan, dan jika memang itu terjadi? Aku akan senang hati ikut merawatnya" Seru Natasha.


"KAU SUDAH GILA NAT, terbuat dari apa hati dan jiwamu" UCapnya.


"APA MAKSUD DARI PERCAKAPAN KALIAN?" TANYA PAPA RIDO HERAN.


.


.


.


.


.


.


.


('bagaimana aku menjelaskannya kepada Papa - batin Faaz sangat frustasi.)