ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 61 (TERBONGKAR)



Faaz tak tega melihat kondisi Papa nya yang terlihat sangat tertekan, Faaz bersimpun meminta maaf kepada Papa kesayangannya.


"Antarkan Papa Nak, Papa tidak ingin melihat Wajah Kakak beradik yang saling melukai" Pinta Papa Kepada Fizzy.


"Papa, Faaz minta Maaf!!!" Ucap Faaz, Namun Papa tak menggubris permintaan Maaf dari Anak pertamanya itu. Papa Rido terlihat sangat kecewa dengan keadaan ini.


"Sayang, Ajak Papamu kekamar untuk istirahat biar Uncle yang bertanya apa inti permasalahan ini semua!" Seru Uncle Zain.


"Tidak, kita duduk bersama-sama dan mencari cara tanpa saling menyalahkan satu sama lainnya. Kakak tidak akan bisa pergi dengan tenang jika mereka masih bersiteru" Ucap Papa dengan tegas, Pandangan Papa kosong dan berbicara dengan meluruskan pandangannya.


"Papa, Kumohon.. jangan berucap seperti itu. Fizzy yakin ini hanyalah kesalahpahaman."


"Iya kan MaliQ, Ayo minta maaf kepada Kakamu. dan kau Faaz maafkanlah Adikmu" Seru Fizzy kembali sembari menarik lengan MaliQ juga Faaz.


"Aku, tidak ingin meminta Maaf kepadanya!" Ucap MaliQ dengan tegas kepada Faaz.


"mengapa dengan kalian, Ayo kita duduk didalam dan mencari tahu bagaimana caranya agar kalian berdamai" Pinta Uncle Zain.


"Baru kali ini kau memukul adik bungsumu, kau selalu menjadi pelindung dan menjadi orang yang melerai pertengkaran adik-adik mu! mengapa denganmu Faaz" Tanya Uncle YOF, Faaz terlihat menundukan Pandangannya, merasa posisinya sudah sangat terjepit. mereka akhirnya bersama-sama duduk untuk meluruskan kesalahpahaman.


Mereka terlihat saling menatap kesal satu sama lain, Natasha melihat kearah kedua lelaki itu. tak lama kemudian Uncle richard memakaikan oksigen tepat dihidung milik Papa, karena Uncle takut Papa anfal saat sedang meluruskan kesalahpahaman antara kakak dan beradik.


"Siapa yang bisa menjelaskan semuanya?" mereka terdiam, Faaz menatap kearah Papanya  dan menatap kearah Alea, Alea terlihat sangat frustasi saat melihat tatapan yang Faaz dan MaliQ tujukan kepadanya.


"Uncle tanya kembali, Siapa yang bersedia menjelaskan Awal terjadi kesalahpahaman diantara kalian?" Tanya Uncle Zain kembali.


"Dia mencintai istriku, dan selalu saja mengganggunya!" Ucap Faaz berbohong kepada semua, MaliQ merasa kecewa dengan kalimat itu.


"Aku mengganggunya? Aku hanya ingin menjauhkannya dari lelaki pembohong sepertimu!" Tukas MaliQ,


"Pembohong? pembohong Apa maliQ?" Tanya Fizzy.


"Dia dan AliQ pembohong! pendusta! munafik! " Umpatnya seraya menatap tajam kearah Faaz.


"MaliQ hentikan! kau kenapa menjadi Anak yang Arogan" Seru Aunty Rani.


"Arogan? setelah Aunty tahu yang sebenarnya! Aunty akan tahu betapa pendusta nya dia! betapa serakahnya Kakak ku yang berwujud bak malaikat!" Umpatnya kembali, MaliQ terlihat tidak bisa mengontrol emosinya itu.


"Lalu Apa kau menerima tuduhan yang adikmu berikan?" Tanya Aunty Rani menatap lekat kearah Faaz.


"Kakak, aku antarkan kau ke kamar, biarkan kami yang mengurus ini semua" Ucap Uncle Zain.


"Iya Kak, kau percayakan saja kepada kami " Timpal Uncle Yof.


"Tidak! " Ucap Papa Rido singkat.


"Biarkan Aku yang menjelaskannya, kalian sudah menyeret Namaku dan aku akan menjelaskan Apa yang aku tahu" Seru Natasha, Faaz menatap Natasha namun, Natasha memejamkan matanya saat Faaz melihat kearahnya. Air mata Natasha jatuh menyeluruh.


"Tidak Nat, biarkan Kakak ku yang terhormat yang menjelaskan semuanya" Pinta MaliQ. Natasha menunduk ia sesekali menyeka air matanya, Faaz kebingungan dengan sikap yang diberikan istrinya itu.


"Sebelumnya aku mau minta Maaf kepada kalian, terutama kepada Papa Rido. semua salahku karena telah menerima pernikahan ini. Walaupun pada Awalnya Aku sangat merasa senang karena aku akan mendapatkan suami yang penyayang dan harapan itu menjadi kenyataan untuk hari ini"


"Natasha, sudahlah tak perlu dilanjutkan!" Ucap Fizzy saat melihat Natasha menangis tersedu-sedu, Ia menggelengkan kepalanya dan melanjutkan kembali kalimat penjelasan yang ia ingin sampaikan.


"Lalu, Aku merasa ada hal aneh didalam pernikahanku. Aku melihat suamiku menutupi sesuatu dan Awalnya aku mengira jika Faaz memiliki wanita lain sebagai selingkuhannya. tetapi disini Akulah yang menjadi wanita keduannya"


"Nat, " Panggil Faaz, Natasha memberikan Tangannya sebagai tanda Faaz menghentikan langkahnya untuk menghampiri Natasha yang sedang berdiri untuk menjelaskan semuanya.


"Awalnya Aku tak ingin mendengar Apapun yang Tuan MaliQ ingin katakan mengenai Faaz, Aku! sebagai istrinya sangatlah mencoba untuk mempercayainya tanpa mencari tahu isi kebenarannya. Namun, Hal yang semakin tak wajar itu terkumpul dibenak ku"


"Aku hanyalah Gadis kampung dan hanya seorang pelayan. Aku ingat itu. Tetapi aku menyayangkan tingkat kejujuranmu kepadaku suamiku. dan sekarang semua sudah terlambat untuk aku memundurkan langkahku"


"didalam Rahimku sudah tertanam benih cinta darimu, aku tahu kau sangat senang hingga Antusia menyambutnya. tetapi kumohon berikanlah kejujuran untuk semua sekarang"


"Nat, Aku tidak bisa!" Ucap Faaz lirih, Faaz menundukan kepalanya seakan merasakan frustasi yang sangat amat besar.


"RAYNA MASIH HIDUP!!! " Seru Natasha, Natasha menghela Bafasnya dengan berat seakan merasakan sakit yang amat dalam.


"Maafkan Aku Faaz, Aku sudah tahu hal ini sebelum kau terlihat kacau karena menerima pesan dari dokter Ambar. awalnya Aku tak ingin mempercayai Apapun yang MaliQ katakan walaupun MaliQ belum mengatakan semuannya"


"Maafkan Aku diam-diam Aku menaruh Alat sadap dijas mu, Alat yang diberikan MaliQ untuk ku agar tahu kebenarannya sendiri"


"Aku tahu kau sama sekali tak menginginkan ini, tapi ini sudah terlanjur! dan setelah kau pulang dari Canbeera kemarin. ZAsQ memberikan kabar kepada ponselmu, Rayna tersadar dari komanya"


"Aku meminta Alea membantuku untuk membawa Rayna ke rumah ini, Tuan AliQ membantu ku juga Alea"


"Dia mencarimu, dia memintamu menemuinya Namun Aku mencoba untuk menahannya!"


"Kau bertemu Rayna?" Faaz menghela nafasnya, memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan menyandarkan kepalanya dibahu sofa yang ia duduki.


"Mengapa AliQ tidak memberitahuku" Ucap Faaz frustasi.


"Aku yang memintanya Kak, Ini kenginan Papa dan Natasha. Maafkan Lea!" Ucap Lea seraya mengatupkan kedua tangannya, semua yang tidak mengetahui inti permasalahan ini hanya merasakan kebingungan.


"Apa yang kau katakan kepada Rayna, dan kapan kau bertemu Rayna, Nat?" Tanya Faaz penuh dengan penekanan.


"Tenanglah suamiku. kesehatan Rayna lebih penting dari Apapun. Aku tak mengakui diriku sebagai istrimu. Aku mengenalkan diriku sebagai pengasuh Aleesya dan Aleesya sudah menganggapku sebagai ibu sambungnya"


"kau tak perlu khawatir untuk itu, Rayna mengerti akan penjelasanku."


"Papa? " Tanya Faaz sembari menoleh kearah papa Rido.


"Papa sudah tahu Faaz, Natasha dan Alea memberitahu Papa dan Uncle Zain, sesudah Acara pertungan Alea." Ucap Papa.


"Maafkan aku Pa!" Ucap Faaz bersimpuh kembali di lutut Papanya.


"dan Untukmu Anak bungsuku, berhentilah untuk mencari kesalahan Kakakmu" Pinta Papa.


"Sudahlah, semua memang tidak Adil. dia bersalah dan mengapa kalian tidak marah!" Ucap MaliQ dengan sangat sarkas menunjukan jari telunjuknya tepat dihadapan Faaz.


"MaliQ tenanglah, Aku masih belum Paham. Apa yang sedang terjadi ini?" Tanya Fizzy. MaliQ tak ingin melanjutkan percakapanya bersama mereka, MaliQ memilih untuk meninggalkan semuanya.


"Arrrhhhhhgggg, kalian mengapa menyebut nama orang yang sudah meninggal. kenapa?" Ungkap Fizzy sangat frustasi.


"RAYNA....." Panggil Fizzy seakan tak percaya saat AliQ mendorong kursi roda yang diduduki Rayna, semua menatap kearah Rayna. Rayna yang polos menatap kesegala arah dengan senyuman diwajahnya.


.


.


.


.


.


Gimana makin seru gak nih "Are not the same" , Untuk kalian reader ku yang baik hati... minta tolong untuk vote novelku yang ini ataupun Novel "teman hidupku yang mengubah hidupku" untuk yang sudah vote aku ucapkan terimakasih sekali....