ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 24 (OBROLAN HANGAT)



" apa kaki mu masih sakit natasha ? " tanya Faaz kepada natasha , natasha menganggukan kepalanya . Faaz menggendong natasha untuk memindahkannya keatas ranjang besar milik Faaz tak sengaja MaliQ melihat pemandangan yang tidak sedap baginya karena pintu kamar Faaz belum sempat ia tutup .


( ' tuan mengapa setiap kau menatap ku selalu saja dengan tatapan penuh harap , aku takut jika aku jatuh cinta kepamu - batin natasha karena saat faaz menggendongnya Faaz kembali memandangnya dengan penuh Harap )


" natasha , kau benar kau memang tak mencintaiku namun kau mencintai kakak ku .. tetapi aku akan tetap mencintaimu nat ,, ku harap kau bahagia bersama kakak ku " gumam MaliQ saat melhat faaz menggendong dan menatap lekat natasha . maliQ memilih untuk pergi dan menyendiri di tepi kolam renang besar yang berada di rumahnya .


" tuan ini kelamaan , sampai kapan tuan menggendongku apa tidak berat ? " tanya natasha menyadarkan Faaz yang sedang dalam pandangan lekatnya .


" maafkan aku natasha jika membuatmu tak nyaman " seru faaz sembari merebahkan tubuh natasha dan seger menutup pintu kamarnya .


natasha tertidur di atas ranjang Faaz , Faaz sedang menerima telepon dari seseorang yang sangat misterius sampai-sampai dia berbicara di dalam kamar mandi supaya natasha tak dapat mendengarnya entahlah Faaz memang sedang dalam tahap menyesuaikan dengan istri barunya itu .


.


.


.


.


.


di tepi kolam maliQ sedang menyayikan lagu yang sangat indah , sebenarnya maliQ memang takut jika Faaz mengetahuinya kala maliQ masih terjaga dimalam hari namun maliQ sangat yakin jika Faaz tak akan keluar selarut ini mengingat ini malam pertama bagi faaz juga Natasha .


namun saat itu maliQ salah karena Faaz memang sedang merasakan kebingungan dan memilih untuk menyendiri di tepi kolam namun Faaz melihat maliQ sedang memainkan gitar dan sedang bernyanyi dengan pelan .


" kerasin aja nyanyi kenapa mesti pelan sih . ? " tanya Faaz mengagetkan maliQ .


" emmhh... (mendengus) // kaka aku akan segera ke kamar tadi aku memang sedang mencari udara " seru maliQ sembari berdiri karena takut kakanya memarahinya .


" duduklah maiQ kaka ingin bertanya sesuatu kepada mu " - ucap Faaz kepada maliQ


" apa kak , apa karena kemaren maliQ sempat tidak pulang ? " tanya MaliQ dengan bertanya tergagap-gagap sembari menggaruk kepalanya pelan .


" salah satunya itu dan adalah sesuatu " ungkap Faaz , maliQ semakin gelagapan mendengar jawaban dari Faaz . dia takut jika yang ditanyakan Faaz adalah tentang perasaannya kepada natasha yang kini menjadi istri sah kakanya , maliQ hanya terdiam menatap lurus wajah Faaz . dengan kikuk maliQ menoleh ke kiri dan ke kanan .


" apa kau sedang patah hati ? " tanya Faaz sembari menepuk paha maliQ .


" Tidak kak " - maliQ mencoba menukasnya dengan jawaban singkat .


" Lalu ? " - tanya Faaz


" Lalu apa kak , aku baik-baik saja " jawab maliQ dengan senyuman sinis di wajahnya .


" apa kau sedang dalam masalah , tahukah maliQ dulu jika kami seang dalam masalah mama dan papa selalu punya cara agar kami jujur dan ingatkah apa kata mama jika satu saja diantara kita mendapat masalah itu artinya semua harus menyelesaikannya dan aku yakin kau sedang dalam keadaan tidak baik .. " seru Faaz sembari merangkul bahu adiknya , maliQ meneteskan air mata .


" jujurlah kepadaku , ku mohon .... " ucap Faaz ...


" aku merindukanmu , merindukan mama dan merindukan semua ... opah gusti... opah wan juga opah hendra " - tukasnya kembali dengan berbohong


" baiklah ayo bernyanyi denganku lagu kesukaan mama dan papa " ajak Faaz , mereka pun bernyanyi dengan sangat lepas membuat nada yang sangat indah dan natasha menyaksikan dari kejauhan pemandangan kaka beradik yang sedang mencoba akrab satu sama lain .. karena kamar Faaz yang begitu luas bisa menatap kearah kolam renag juga kearah taman .


(' kuharap aku tak akan memisahkan cinta kalian , dan tuan MaliQ terimakasih sudah mengerti akan posisiku dan mengerti dengan perasaan aaleesya ,, bagimu pasti kebahagiaan aaleesya lah yang lebh penting - gumam natasha)


****


keesokan harinya natasha sudah terbangun dan menyibukan diri di dapur menemani bibi moley walaupun dengan kaki yang sedang sakit ia tetap memaksakan diri untuk menyiapkan sarapan suaminya dan anggota keluarga yan lain . ayana datang menyapa nya dengan suara manjanya .


" kak natasha , apa kakimu sudah sembuh hingga kau sudah berada didapur sepagi ini ?" tanya ayana sembari mengupas buah apel ditangannya .


" sudah nona ayana , hanya sedikit saja sakitnya nanti juga sembuh kok " ucap natasha sembari tersenyum manis kepada ayana , ayana sangat menyukai keramahan yang diberikan oleh natasha .


" hay selamat Pagi " - sapa Faaz dan tak lama kemudian Fizzy pun menghampiri . Fizzy mencoba menggoda pasangan pengantin baru .


" aduuuuhhh , pengantin baru senyuman nya memang selalu menyeringai jika sudah melewati malam pertama " seru Fizzy sembari menyenggol lengan saudara kembarnya . Faaz hanya tersenyum dan menatap wajah natasha namun natasha hanya menunduk karena malu wajahnya sudah merah meronak bak buah tomat  meskipun memang tidak terjadi apa-apa malam itu .


" sudah , kau membuat kaka ipar malu Fizzy " seru Mael yang mencoba menggoda natasha


" natasha, seperti nya aku akan pergi menemui clientku di canbeera dan maaf jika aku tidak bisa pulang malam ini " seru Faaz seraya meminta ijin kepada istrinya.


" baik tuan " jawab natasha dengan singkat sembari menundukan kepalanya , Faaz berpamitan dan mencium kening natasha lalu natasha mencium punggung tangan suaminya tak lama kemudian maliQ datang dan menyaksikan pemandangan yang membuat dirinya penub rasa cemburu.


" panggil suamiku dong kak , masa kaku gitu " Goda ayana membuat gelak tawa diantara mereka . papa hanya tersenyum memandang raut wajah natasha yang sudah merona itu namun papa merasa tak tega melihat raut wajah anak bungsunya .


" ayana , ayo habiskan buah mu ,, aku akan menunggu mu didepan " sahut MaliQ membuat ayana meninggalkan buah apel yang sudah dipotongnya dan memilih segera pergi menghampiri MaliQ yang akan pergi ke kampus bersamanya


( "tuan maliQ maafkan aku , dan mengapa tuan Faaz berbuat semanis ini dihadapan mereka , aku jadi merasa tidak enak - batin natasha )


.


.


.


.


******


Papa rido sedang bersama dengan uncle Richard dan tante Rani , karena mereka sedang bersiap untuk pergi begitupun dengan Mael . Mael akan menyiapkan kepindahannya untuk melanjutkan sekolah hukum nya di jerman dan mungkin untuk beberapa bulan kedepan Mael akan menetap bersama orang tuanya disana .


" aku pamit Ya do , oh iya ( melirik kearah natasha ) .... nat titip papa mertuamu iya " ucap uncle richard


" iya uncle , terimakasih sudah mau menghadiri pernikahan aku dan Tuan Faaz " ucap natasha .


" sudah menikah ko masih memanggil Tuan , " sahut aunty rani sembari memeluk keponakan barunya itu . aunty Rani memegang dagu natasha dan tersenyum kepadanya , natasha sangat senang mendapat perlakuan dari aunty nya itu .


"  FII AMANILLAH saudaraku , jika sudah sampai kabari kami dan untukmu jaga orang tuamu papa pasti merindukan kamu sayang " seru Papa rido sembari memeluk mereka secara bergantian .