ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 9 (PERTANYAAN PAPA)



Papa Rido sedang duduk di taman belakang tempat mereka meraya setiap acara dirumahnya , Papa rido menyisir kenangan di setiap sudut Taman itu sepertinya papa memang sangat merindukan gelak tawa yang sering ia berikan bersama mama apalagi setiap tahun semenjak mereka pindah taman ini menjadi spot favorite untuk berfoto hingga perayaan kecil atas pernikahan FAAz bersama rayna pun digelar di taman itu .


" TUAN ... saya buatkan Lemon tea hangat untuk menghangatkan suasana tuan " ucap natasha sembari memberikan segelas lemon tea hangat .


" terima kasih natasha , apakah kamu tahu jika istri saya sangat menyukai lemon tea hangat , jika dia sedang merasa kacau dia sering meminta lemon tea hangat kepada orang-orang di rumah , katanya lemon tea hangat itu akan menghangatkan suasana hati yang sedang kacau , dan tadi kau juga berucap seperti itu " seru Papa sembari menyeruput lemon tea hangat , papa menghela nafasnya lalu kembali berbicara dan natasha merasa senang melihat raut wajah tuan besarnya yang terlihat sedikit bahagia sesaat sesudah meminum lemon tea itu .


" dulu istriku selalu memberikan lemon tea seperti ini dengan memakai gula sedikit untuk menambahkan rasa manis dilidahku , dia selalu menunggu ku meneguk nya hingga gelasku kosong dan sejam kemudian dia membuatkan lagi untuk ku dan dia mengulang kembali menunggu ku meneguk hingga gelas ku terlihat kosong lalu tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepadaku . aku sangat merindukan senyumannya nak , dia istriku satu-satunya yang sangat aku cinta " ungkap Papa rido sembari menyeka air matanya .


" tuan besar , ibuku juga selalu memberikanku lemon tea hangat jika aku sedang merasa sedih , ibuku adalah wanita yang paling cantik yang pernah aku temui dan aku sudah melihat nyonya di dalam foto dan nyonya mengingatkanku dengan ibuku , aku berharap jika ibu dan nyonya selalu tersenyum melihat orang-orang yang mereka sayangi tersenyum bahagia . dan sekarang tuan harus tersenyum agar nyonya merasa bahagia melihat senyuman yang tuan berikan " seru natasha sembari menggenggam tangan tuannya itu ,


" tuan maafkan aku , aku tak sengaja menggenggam tangan tuan ..maafkan aku jika aku sudah berprilaku tidak sopan " ucap natasha saat dia sadar jika apa yang telah dilakukannya itu tidak sopan .


" tidak apa-apa nak , kau anak yang baik semoga hidupmu selalu bahagia .  natasha bolehkah aku bertanya ? " tanya Papa rido , natasha menganggukan kepalanya dan tersenyum mendengar apa yang rido ucapkan untuknya .


" apa ibu dan ayah mu masih hidup ? " tanya Papa rido .


" ibuku sudah meninggal saat aku berusia 10 tahun tuan , lalu ayahku menikah lagi dan aku memiliki adik perempuan 1 dan adik lelaki 1 , tetapi adik lelaki ku meninggal saat usianya 10 tahun dan ibu tiriku menganggap aku penyebab meninggalnya adik ku . aku tak mungkin melakukannya tuan aku sangat menyayanginya " ucap natasha sembari meneteskan air mata


" maafkan jika saya membuatmu menangis tasha " seru Papa Rido


" tidak tuan , saya memang cengeng dari dulu saya selalu saja meneteskan air mata jika merasa sedih tetapi itu hal yang wajar menurut ibuku " ucap natasha ,


 


( kamu seperti istriku natasha , Faaz sangat membutuhkan sosok wanita sepertimu .. kau tak hanya seperti may ,, sosok rayna pun ada didalam dirimu - batin Papa )


.


.


.


.


.


" mengapa aku merasa tenang jika melihat senyuman wanita itu " gumam maliQh yang sedang mencoba memata-matai percakapan ayahnya dan natasha .


" ahhh tidak .. tidak... dia hanya seorang pelayan masa iya aku menyukai seorang pelayan " ucapnya kembali sembari mengusel-ngusel wajahnya dengan sarkas , maliqh masih memperhatikan wajah natasha , dia tersenyum melihat senyuman natasha yang sangat menyeringai saat berbicara dengan papa rido , tak lama maliQ melihat natasha yang sedang melangkah kearahnya , maliQ berpura-pura sedang memandang foto ibunya yang dipajang didekat jendela pintu yang terhubung kearah taman .


 


" tuan MaliQ apa anda membutuhkan sesuatu ? " tanya natasha .


" tii..tidak mbak .. saya hanya ingin menemui papa " seru maliQ sembari terbata-bata dan segera meninggalkan natasha.


 


' mengapa dengannya , apa aku melakukan kesalahan sehingga adik-adik tuan Faaz membenciku hanya nyonya fizzy yang masih menganggapku manusia disini, ah sudahlah aku harus menemui nona kecil kasihan jika dia terbangun dan aku sedang tidak bersama ' - gumam natasha yang merasa kebingungan melihat sikap MaliQ


 


 


 


 


" Faaz , rayna sudah tidak ada .. kumohon jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini ,, carilah wanita yang dapat mencintaimu juga menjadi ibu yang baik untuk aaleesya jika kau seperti ini kapan aku akan menikah " seru Fizzy dengan manja kepada saudara kembarnya itu .


" RAYNA MASIH HIDUP DAN AKU YAKIN ITU , DIA HIDUP DAN SELALU HIDUP DIDALAM HATIKU , DAN jika kau ingin menikah temui aku dengan calon mu itu tak usah mencari alasan untuk aku melupakan RAYNA ???!!!! " seru Faaz sembari mendengus kesal menjawab permintaan Fizzy .


" aku menyayangimu dan aku ingin melihat mu tersenyum seperti dulu , rayna juga pasti akan senang melihat mu bahagia " ucap Fizzy .


" jika masih ingin membahas ini nanti kita bahas dirumah jika calon suamimu sudah datang menghampiri ku !!!! " seru Faaz seraya membuat tantangan untuk saudara kembarnya itu , fizzy terlihat kesal dan meninggalkan ruangan Faaz tanpa berpamitan kepadanya .


 


 


' aku harus bagaimana sayang , aku mencintaimu tetapi mereka sama sekali tak mengerti keadaanku ' - gumam Faaz sembari melihat foto pernikahan yang dipajang di ruangan Kerja nya .


 


 


Maliqh menghampiri papa nya yang sedang duduk di taman itu , maliqh memeluk papa Rido dari belakang , dia merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya tempo hari bersama Alea , dia tersadar saat natasha berbicara sewaktu melerai pertengkaran mereka . natasha berbicara kepa maliQ jika ayahnya sangat mencintainya dan memberitahu bahwa papa Rido tidak marah sama sekali dengan apa yang telah Alea dan maliqh lakukan dengan mendorong Tubuh papanya karena berusaha melerai pertengkaran kaka beradik itu .


" Papa ... maiQ minta maaf " seru maliqh yang kini menyadarkan kepala nya di paha papanya itu .


" sayang , papa tak pernah marah denganmu hanya saja papa mohon jangan pernah kau lakukan lagi pertengkaran itu bersama kaka mu . papa ingin kalian berusaha hidup aku seperti kaka kembar kalian " pinta Papa seraya mengusap lembut kepala MaliQ


 


" maafkan maiQ pah , MaiQ janji tak akan mengulanginya kembali dan membuat papa sakit " ucapnya yang sembari meneteskan airmata , maliQ merasa sangat bersalah kepada Papanya itu .


" papa sangat bangga kepadamu " ucap Papa rido yang mencium kening maliQ dengan membungkukan kepalanya itu .