
" MBAK tolong ajak aaleesya ke kamarnya untuk segera tidur dan sebelumnya ajak dia mandi dengan air hangat " pinta Faaz kepada natasha
" baik tuan , " jawab natasha sembari menundukan pandangannya , Faaz yang sudah berjalan di depan natasha menghentikan langkah kaki nya , lalu membalikan badan dan menatap natasha yang masih terdiam menunduk .
" nama kamu siapa ? maaf saya lupa ? " tanya Faaz dengan nada yang tegas menambah rasa tegang di wajah natasha .
" saya natasha tuan " jawab natasha dengan tetap menundukan pandangan .
" baiklah , apa kamu tidak keberatan saya panggil kamu nata atau tasha ? " tanya Faaz karena menurutnya terasa canggung jika dia memanggil gadis itu dengan sebutan Mbak atau ibu , natasha memang masih sangat belia untuk mengasuh tetapi dengan apa yang dilakukan nya sangatlah hebat menurut papa Rido yang memberitahukan faaz.
" oh iya sekali lagi sebelum kamu pergi untuk membawa anak ku tidur , tolong pastikan bahwa dia sudah meminum obatnya " ucap Faaz yang segera berjalan meninggalkan natasha.
'' perasaan aku belum menjawab apa yang bisa dia pakai untuk memanggil ku ,,haaaah sudahlah lupakan ' - gumam natasha sembari melengos menghampiri aaleesya .
****
" Faaz , ada apa kau menyuruhku kesini dan dia .... " ucap fizzy sembari menunjuk kearah Maliqh
" kau melakukan ulah apa lagi maiQ , ampun deh " ucap nya kembali sembari menatap tajam kearah maiQ , lalu fizzy duduk disamping saudara kembarnya .
tidak lama kemudian mael datang bersama Alea , karena sebelumnya Faaz meminta maEl untuk pergii memanggil alea dan memeriksa keadaan papa nya .
" apa papa sudah tidur ? " tanya nya kepada mael , faaz melirik juga kearah Alea dengan tatapan tajam dan memintanya duduk .. " duduk kau disamping adik mu " pinta faaz .
" papa mu sudah tidur dan sebelumnya papa Rido memintaku untuk melakukan panggilan video bersama mama juga papa ku jadi aku terlambat memanggil dia untuk mu " - Mael mencoba menjelaskan namun Faaz menatap kearah mael dan mengerutkan dahinya berharap mael menghentikan celotehannya dan jika Faaz sudah seperti ini siapapun tak berani membantahnya . Mael terdiam duduk disamping fizzy .
" apa yang kau lakukan kemarin ? " tanya Faaz kepada alea dengan tegas membuat alea sangat ketakutan .
'' kau tak perlu menangis dihadapanku , aku sudah beberapa kali bilang jika kau tak ingn mengikuti aturan rumah ini silahkan pergi dan jangan pernah kembali !!! , " faaz mengatur nafas nya seperti nya faaz memang sudah sangat kesal dengan apa yang dilakukan adiknya itu .
" aku minta maaf kak , aku janji tak akan mengulanginya kembali " ucap Alea seraya menundukan pandangannya , dia tak mampu menatap mata kaka nya itu . baginya Alea sudah sangat keterlaluan .
'' alea , kami sangat menyayangimu .. kakak tau kamu itu gaul tetapi jika prilaku mu dimasukan ke sosial media kau bukan hanya mempermalukan diri sendiri tetapi kau telah mencoret wajah papa juga alm mama " seru Faaz dengan lembut kepada adiknya , dia memang terlihat cuek tetapi sebenarnya dia tahu apapun yang dilakukan adiknya .
" maksud kamu apa Faaz , mengapa aku tak tahu ? " tanya fizzy sembari mengerutkan dahinya , fizzy menoleh kearah adiknya Maliq dan memberikan kode supaya maliqh memberitahunya , maliqh pun mulai bercerita apa yang ia ketahui ,
" aku melihat di ponsel teman ku karena sosial mediaku di block olehnya , lalu temanku memberitahukan kepadaku dan aku menegurnya ,, aku mengancam nya akan memberitahu kaka tapi itu hanya ancaman saja tetapi kaka faaz sudah tahu duluan dan dua hari yang lalu aku dan alea berantem , papa melerai kami lalu .... " maliqh menghentikan perkataan nya karena Alea menginjak kaki maliqh , maliqh yang meringis kesakitan tak kuasa menahan rasa sakitnya itu .
" awrghhh... mengapa kau menginjak ku " seru maliq yang meringis kesakitan .
" lalu dia mendorong papa hingga jatuh , untung ada pengasuh itu dia yang menyelamatkan papa dan dia mengantar papa ke kamar lalu menenangkan papa yang sedang merasa kaget itu setelah itu mereka melanjutkan perkelahian nya di taman ini " ucap Faaz dengan sangat tegas , jelas dan lugas membuat maliQ dan Alea memnunduk karena merasa malu juga takut .
" kalian maksudnya apa kaya gitu hah ?? Faaz kamu gak bisa diem aja dong .. apa dia akan membuat papa kita mati jantungan kaya dulu saat kau dan Maliq berantem dikarenakan maliQ membela ayana " tanya fizzy yang berdiri dan mendekap kedua tangannya didada lalu menghela nafas yang sangat berat karena menahan amarahnya .
" dan seperti kemarin aku juga sangat kesal dengan tingkah alea kak , selama ayana kemarin disini Alea selalu saja membuat ayana menangis , bahkan foto mama yang terpampang dikamar ayana diambil olehnya " ungkap Maliqh
" Faaz apa yang akan kamu lakukan Alea sudah cukup membuat kita selalu marah " tanya fizzy , seolah fizzy tak ingin mengampuni sikap Alea .
" Alea , kaka ingin bertanya kepadamu ? apa yang kau inginkan dan mengapa sikap mu jadi seperti ini ? " tanya Faaz , Faaz memandang wajah alea lalu memandang kearah fizzy dan menggerakan matanya kearah kursi kosong disamping Mael , tanda Faaz meminta fizzy agar duduk dengan tenang .
" Alea , lihatlah Qabil ,, dia mengalami trauma yang sangat berat saat ibu dan ayahnya meninggalkan selamannya . dia mampu untuk bangkit dari traumanya demi kehidupannya . kakak mohon tidak ada kutukan atas dirimu semua sudah tertulis di tangan tuhan , kita tidak bisa mengubah apapun " seru faaz sembari berjalan menghampiri alea .
" kaka tidak pernah memaksa jika kau belum bisa memakai hijab tapi tolonglah kenakan pakaian tertutup , kaka tidak pernah memaksa kau harus menjadi apa yang kaka inginkan tetapi cobalah kau berbuat baik kepada saudara mu sendiri ..buang lah semua trauma pada dirimu ? " ungkap Faaz kembali dan memeluk adik perempuannya itu .
" Maafkan aku kak , aku tak tahu mengapa aku sering melakukan hal konyol diluar batas seperti itu " ucap alea seraya menangis di pelukan kakak tertuanya itu .
" baiklah , hukuman tetap hukuman kaka sudah memaafkanmu tetapi kaka akan menonaktifkan semua kartu kredit mu juga debit mu selama sebulan , kaka juga akan menarik kunci mobil mu selama sebulan . kaka akan memberikan uang saku hanya secukupnya saja dan kamu tidak mendapatkan pembelaan dari siapapun termasuk dari papa ,, mengerti ?? " tanya Faaz kembali .
" kaka kumohon jangan seperti itu " pinta Alea seraya memohon kepada kaka nya itu .
" dan kau harus menjauhi teman sosialitamu !!!!!! " seru fizzy yang berlalu meninggalkan kakak dan juga adiknya.
" fizzy ....... " panggil Faaz tetapi fizzi tak ingin membalikan badan karena amarah nya sudah memuncak untuk adik-adiknya itu , faaz menatap Maliq lalu faaz menarik tangan maliQ .
' dan kalian harus saling meminta maaf !! ayo ?? " faaz mendekap kedua tangannya di dada bidangnya itu , dia menatap kedua mata adiknya dengan mata yang tajam .
' aku minta maaf kak " ucap maliQ kepada alea ,
( kaka ,, dasar bermuka dua ..cih!!!!!! - batin Alea )
' aku juga maiQ " ucap alea seperti terpaksa meminta maaf .
" baiklah keputusan kaka sudah bulat dan tak bisa diganggu gugat dan untuk mu maliQ kaka memending untuk membelikan mu mobil yang kau mau , kau bisa memakai mobil alea untuk sementara " ucap Faaz dengan tegas
" baik kak " seru maliQ dengan nada yang lemas .
" kalian boleh kembali dan tidurlah dengan nyanyak " ucap Faaz sembari mempersilahkan adik-adiknya untuk pergi dari hadapannya .