
Faaz masih menerima telepon di dalam ponselnya dan seketika mematikan ponselnya itu , natasha terlihat sedang melipat pakaian kotor yang akan ia simpan didalam keranjang lalu menyimpannya didalam kamar ganti yang luas milik Faaz , Faaz menatap kearah natasha lalu Faaz mengalihakan pandangannya didepan Laptop miliknya sesaat setelah natasha memandang Faaz .
( ' duh mengapa jantung ku berdebar sangat kencang , ya tuhan ku mohon hentikan rasanya dadaku sudah sangat sesak melihat tatapan tuan Faaz - batin natasha )
" natasha , bisakah kau membawakan lemon tea hangat untuk ku ? " pinta Faaz , natasha menganggukan kepalanya dan segera berlalu ke dapur untuk membuatkan lemon tea hangat .
" bagaimana ini , apa yang harus aku lakukan ..... aku terjebak dengan nya dalam satu kamar " gumam Faaz seraya gugup dengan keadaan dia menoleh kearah Foto pernikahannya dengan Rayna .
" sayang , apakah kau marah kepadaku jika aku melepas fotomu dan menggantikan nya dengan Foto pernikahanku dengannya " ucap Faaz sembari menatap dan membelai lembut wajah Rayna .
" Tidak perlu kau lepas tuan , kau boleh memajang Foto nyonya jika kau masih ingin memajangnya " seru natasha sembari memegang nampan berisika lemon tea hangat dan beberapa biskuit di dalam piring kecil .
" natasha mengapa kau membawakanku biskuit ? siapa yang menyuruhmu memberikanku biskuit itu ..(emmm) " tanya Faaz dengan penuh keheranan kepada istrinya ,
karena mama may selalu memberikan biskuit dan lemon tea hangat kepada Papa Rido jika sedang bertugas di malam sebelum tidur dan itupun sudah menjadi kebiasaan Faaz jika sedang menyelesaikan tugas sekolah ataupun tugas skripsinya .
" maaf tuan apa aku salah , sebab tidak ada yang memberitahuku jika biskuit ini milik seseorang ,, Maafkan aku tuan Faaz " seru natasha seraya memohon kepada suaminya itu
" tidak ,,, kau tidak salah natasha tetapi ibuku memang selalu memberiku juga adik-adiku lemon tea hangat dan kue biskuit jika sedang menyelesaikan tugas dimalam hari bahkan istriku saja tak mengetahui ini .. ayolah siapa yang memberitahumu ?" tanya Faaz dengan penasaran ,
" tidak ada yang memberitahuku tuan , tetapi dulu ibuku selalu memberikan kue biskuit dan juga lemon tea hangat kepada ayahku " Ucap natasha .
"emmm baiklaah .. terimakasih untuk ini natasha " ucap Faaz yang menyeruput lemon tea hangat milik natasha .
" Natasha tahukah , dan ini rasanya seperti yang dibuat Ibuku... perasan lemon dan sedikit gula , kau membuatnya percis seperti ibuku " Ucap Faaz dengan bersemangat kembali .
" terimakasih jika tuan Faaz menyukai lemon tea yang ku buat " seru natasha , Faaz menyeruput kembali sembari mengingat mama may , didalam benaknya terlintas wajah mama may saat tersenyum dan memberikan kecupan hangat dari tangannya seperti yang biasa mama may lakukan jika sedang berjauhan dengan suami ataupun anak-anak nya .
" tuan apakah saya boleh tidur sekarang ? " tanya Natasha kepada Faaz ,
" yasudah kamu tidur saja nat " ucap Faaz , sembari tak mau melepaskan gelas yang berisikan lemon tea ditangannya itu , natasha melangkahkan kaki kearah pintu karena natasha akan tidur dikamar nya seperti biasa namun Faaz mencegahnya .
" natasha ?????? kau mau kemana ??? " tanya Faaz kembali membuat natasha menghentikan langkahnya dan menoleh kearah suaminya .
" saya mau ke kamar saya tuan " jawab natasha dengan Polos .
" ini kan kamar kamu nat , tidurlah di ranjang ku biar aku yang tidur di sofa ini " Ucap Faaz seraya berdiri dan berjalan kearah ranjang lalu mengambil satu bantal juga selimut tipis yang sudah Faaz siapkan di sofa sudut miliknya .
" tidak tuan , biar aku saja yang disofa " seru natasha dengan berlari kearah faaz , kaki natasha terkilir dan Faaz dengan sigap menahan badan mungilnya .
kini Faaz dan natasha sedang beradu pandangan , Faaz begitu terkesiap melihat kecantikan natasha seolah dia baru menyadari bahwa sebenarnya kecantikan natasha melebihi istrinya . natasha menyadari bahwa tatapan Faaz adalah tatapan maut baginya , natasha sangat takut jika terlebih dahulu jatuh cinta kepada suaminya itu karena baginya Faaz tak akan pernah bisa mencintainya . natasha mencoba menyadarkan Faaz dengan meringis kesakitan .
" sebentar nat , apakah ini masih sakit ?" seru Faaz sembari memegang kakinya dengan lembut .
" sakit tuan , pelan-pelan tuan... ini sungguh sakit aku tak pernah merasakan sesakit ini " uicap natasha
" baiklah tahan sebentar iya , sebentar lagi juga sembuh .. " ucap Faaz sembari mencoba memijat lembut kaki natasha .
" baiklah tuan pelan-pelan iya " seru natasha kembali ..
diluar kamar Fizzy , Ayana dan Mael sedang mendengarkan aktifitas natasha juga Faaz . karena rasa penasaran mereka akan malam pertama Faaz dan natasha membuat mereka memberanikan diri untuk menguping aktifitas sang pengantin baru namun usaha mereka gagal karena faaz berusaha keluar untuk membawakan kotak obat yang berada salep hangat didalamnya untuk membalur kaki natasha yang sedang terkilir .
" mereka sudah berhasill " ucap fizzy
' iyaa kak sepertinya natasha memang wanita baik-baik itu buktinya ia meringis kesakitan " seru Mael
" memang nya mereka ngapain sampe kesakitan gitu " ucap Ayana kebingungan..
" syuuuuut , kamu berisik ah jadi gak kedengeran lagi kan " seru Fizzy sembari menajamkan telinganya kearah pintu.
.
.
.
" BRAAAAAAKKKkkk " ( suara badan jatuh)
" awrghhhhhhhhhhhhhhh , kamu kalau buka pintu pelan dong Faaz " ucap Fizzy yang terjatuh bersamaan dengan ayana juga Mael .
" aku yang seharusnya bertanya kalian ngapain disini ,, nguping lagi gak boleh tau itu DOSA " seru Faaz dengan menajamkan kedua bola matanya .
" maaf Faaz , " ucap FIZZY
" 1.... 2 ... 3 LLLLLLLLLARRRRRRRRRRRRIIIIIIIIII " - mael mengajak Fizzy untuk lari namun ayana yang Polos hanya terdiam mendapat tatapan tajam dari kaka sepupunya itu .
" kaka , aku hanya ikut-ikut mereka saja " seru ayana sembari memohon agar Faaz tak menghukumnya .
" hemmmm anak nakal , ayo kembali kekamarmu jika tidak ......................... " UCAP FAAZ dengan mendokakan kedua bola matanya , ayana berlari menghindari kemurkaan kaka sepupunya .