
Semua anggota keluarga sudah berkumpul dan menunggu kedatangan Faaz juga Papa Rido . Alea yang merasa bahwa ada sesuatu hal itu memilih untuk pergi meninggalkan mereka namun sesaat alea akan pergi Faaz dan Papa rido sudah datang menghampiri mereka .
" mau kemana kamu , duduklah ada yang ingin kaka bicarakan dengan kalian juga papa " pinta Faaz , alea duduk kembali tepat disamping Mael , mael menatap ayana dengan penuh harap namun ayana tak ingin menatap Mael kembali . fizzy duduk disamping Papa dan MaliQ duduk berdampingan dengan ayana .
" ada apa Faaz , aku sudah memberitahu mereka mengenai tender-tender itu dan apa ada hal yang lebih penting dari itu ? " tanya Fizzy seakan penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Faaz , Papa rido terdiam sepertinya papa rido sudah mengetahui apa yang akan Faaz bicarakan .
" Natasha mengapa kau malah diam disitu , kau hanya pelayan dan tak usah ingin tahu masalah Kami " ucap Alea dengan menajamkan matanya seolah tak ingin melihat natasha yang mematung di samping tangga .
" aku yang memintanya untuk gabung disini . dan kau, Alea apa papa dan mama mengajarkan kita untuk tidak sopan juga membeda-bedakan manusia ?? " tanya Faaz kepada adiknya itu , Papa Rido menatap lembut Faaz seakan papa ingin Faaz tidak berbicara dengan nada yang sangat tinggi kepada adiknya itu .
" natasha duduklah disampingku ? " ucap Faaz sembari menepuk tempat kosong disampingnya .
natasha sangat ketakutan melihat Alea yang memandangnya dengan tatapan tidak suka lalu Faaz kembali memandang adiknya itu dan menarik tangan Natasha untuk duduk disampingnya . maliQ yang memandang pemandangan itu merasakan adanya Hal yang tidak akan ia sukai .
('apa yang akan dibicarakan ini , mengapa hatiku merasa tidak enak - batin MaliQ )
" sebelumnya aku minta maaf sudah mengganggu waktu kalian , karena tadi aku menunggu aaleesya untuk tertidur terlebih dahulu " Ucap Faaz , mereka terdiam hanya Fizzy lah yang merasa tidak sabar dengan apa yang akan saudara kembarnya katakan .
" ayolah gak perlu basa-basi Faaz , mengapa lama sekali ? " tanya Fizzy sembari menggenggam tangan papanya dan memandangnya dengan senyuman yang sangat lembut .
" aku sudah melihat bagaimana natasha mampu mengurus anak ku juga papa , kesehatan papa sangat membaik setelah kehadiran natasha begitupun dengan aaleesya . dan aku sangat berterimakasih kepadanya " Ucap Faaz dengan memandang dan memegang tangan natasha , natasha tertunduk malu mendapat pujian dari Tuan Faaznya.
" Lalu ? aku tau Faaz dia memang baik aku juga sudah bilang kan dan ceritakan kepadamu . Hanya orang bodohlah yang tidak menyukai natasha ,, iya kan ayana ?? " tanya Fizzy dan ayana menganggukan kepalanya . Papa menoleh kearah Fizzy dan mengedipkan matanya sebagai tanda agar Fizzy tak membuat kesalahpahaman dengan Alea karena walaupun papa tidak menegur Alea papa sangat tahu betul bahwa Alea selalu mengganggu natasha ataupun Ayana .
" Lalu ... aku akan menikah dengan nya minggu depan ,, dan kami sudah mendaptarkan pernikahan kami sore tadi " ucap Faaz membuat semua tak mempercayai keputusannya itu .
" WHAT THE F*** \, ARE YOU SURE ?? \,\, ENGGAK KENAPA SECEPAT INI KAKAK \,\, KITA KAN BARU MENGENAL NATASHA 8 BULAN YANG LALU \,\, LALU MENGAPA .. NO...... KAKA \, AKU ENGGA SETUJU !!! " GERUTU ALEA KEPADA KAKANYA \,\,
" mengapa kamu gak setuju lagipula aku sudah mengetahui latar belakang dia , Faaz ini keputusan yang sangat baik yang pernah kau lakukan aku mendukungmu " seru Fizzy yang sangat terlihat bahagia mendengar kabar itu .
" selamat ya kaka , aku senang mendengarnya " Ucap ayana tersenyum manis kearah natasha juga Faaz .
" sayang , keputusanmu sungguh membuat papa bahagia .. terimakasih sudah memberikan kebahagiaan ini " ucap papa Rido sembari memeluk Faaz juga Natasha . natasha hanya terdiam dan sesekali menyeka air mata yang hendak turun itu .
Alea hanya diam duduk merasa sangat tak percaya dengan apa yang dilakukan kaka nya , Mael dan ayana memeluk kaka sepupunya itu dan Fizzy terlhat sangat senang dengan memeluk dan menyeka air mata natasha . papa rido juga memeluk anak perempuannya juga calon menantunya . dan MaliQ meninggalkan mereka tanpa berkata apapun seolah kecewa dengan keputusan yang kaka nya buat . sebenarnya maliQ akan mengutarakan isi hati nya pada hari ulang tahunnya minggu ini dan akan segera melamar natasha tak peduli jika kaka nya dan papa Rido akan menolaknya namun nasib lah yang menentukan MaliQ harus menelan ludahnya itu setelah mengetahui bahwa kakanya lah yang akan menikahi Natasha terlebih dahulu .
.
.
.
.
.
" mama , apakah kau tahu hari ini aku mendapatkan kembali rasa kehilangan setelah aku mendapatkan Rasa ini 6 tahun yang lalu setelah kehilangan mama , mama mengapa kaka yang menikahi wanita itu . mengapa bukan aku mah.. maiQ mencintainya mam .. sungguh dia sangat berbeda dari wanita manapun .... mama kumohon beri aku kekuatan aku tak mampu melihat nya bersanding dengan kaka ku sendiri " gerutu maliQ sembari menatap ke atas langit , berharap tuhan segera memberikan Jawaban atas pertanyaannya .
" MaliQ " panggil papa yang segera menghampiri anak bungsunya itu , maliQ terkejut dengan kehadiran papanya itu . Papa rido melihat tingkah maliQ yangmenatap kebahagiaan mereka dengan penuh rasa kecewa dan papa Rido segera menghampiri anak bungsunya itu .
" Papa ,, mengapa papa kemari ? " tanya maliQ ,
" papa tidak akan membiarkan anak papa terluka , namun kau pun harus mengerti dengan keadaan kakakmu " Ucap Papa rido ,
" Papa maiQ sangat mencintai natasha pap , mengapa kaka membuat keputusan secepat ini " Ucap maliQ yang bersandar dibahu papanya itu .
" jika kamu ingin menyalahkan keputusan ini , kamu boleh menyalahkan papa namun papa memohon jangan kau membenci papa juga kaka mu .. papa meminta maaf kepadamu jika kau merasa kecewa hanya saja papa yakin jika natasha bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk kaka dan keponakanmu " Ucap papa rido , MaliQ terdiam dan meninggalkan Papa nya seorang diri tanpa berpamitan . tak lama kemudian papa Rido melihat MaliQ pergi memakai mobil sport hadiah yang diberikan kakanya beberapa pekan lalu .
" sayang , lihatlah anak-anak kita sudah dewasa bukan , aku harap aku bisa meluruskan kesalahpahaman ini dan membuat MaliQ mengerti jika KING FAAZMU lebih membutuhkan sesosok wanita seperti natasha " Gumam papa sembari memejamkan matanya dalam ingatan nya terlihat mama May memakai pakaian putih sangat elegan dengan hijab menambah poin kecantikannya , dia mengecup tangannya lalu memberikan nya kepada Papa Rido . papa tersenyum melihat itu seakan merasakan bahwa mama May memang sedang hadir dihadapannya .
.
.
.
.
.
Fizzy menghampiri natasha yang sedang mencoba mengecek aaleesya dikamarnya , lalu Fizzy memeluk natasha dan meminta nya menemani berbicara natasha sangat membuka lebar permintaan calon adik iparnya itu .
" natasha , sejak kita bertemu aku sudah sangat tahu jika kau mampu menjadi ibu untuk aaleesya , dan aku ingin mengucapkan rasa terimakasihku kepada mu , terimakasih untukmu karena telah memberikan cinta yang tulus untuk papa juga keponakanku " Ucap Fizzy sembari meneteska air matanya .
" nyonya , aku yang berterimakasih karena nyonya sudah melindungiku dan selama ini nyonya sudah baik memperlakukan aku walaupun aku hanya seorang pelayan " seru natasha sembari menggenggam tangan Fizzy dan menangis dihadapannya .
" jangan memanggilku nyonya lagi kau akan menjadi kaka iparku , dan bagaimana keluarga mu apakah sudah mengetahui mengenai ini ? " tanya Fizzy .
" saya belum ingin memberitahunya nyonya , karena saya tidak tahu apa yang akan ibu tiri saya lakukan jika tahu saya menikahi lelaki seperti Tuan ,, saya berharap mereka tidak mengetahuinya dan setelah saya cukup kuat saya akan membawa ayah saya dari tangan mereka " Ucap natasha .
" baiklah jika itu keinginanmu , sekali lagi panggil saja aku fizzy tak perlu kamu memanggilku nyonya atau nona ..kumohon " uca Fizzy seraya mengatupkan kedua tangannya dihadapan natasha , natasha hanya tersenyum melihat calon adik iparnya itu .