
Faaz masih terdiam berdiri wajah nya sudah berubah menjadi pucat setelah melihat tingkah anaknya itu apalagi faaz menyadari bahwa tugas utama dari natasha adalah mengasuh aaleesya karena sebenarnya yang bertugas menyiapkan obat untuk ayahnya adalah carry atau abrar . karena seharian ini abrar sedang mendapat tugas untuk menyiapkan surprise kecil untuk hari anniversary ayah nya dengan almarhum ibunya .
" papa , mengapa diam saja " protes aaleesya kepada papanya , aaleesya mengedipkan matanya membuat kakek juga unclenya yang melihat tertawa kecil melihat tingkah gemasnya itu .
" iya .. maafkan saya ! " ucap faaz , dan berlalu meninggalkan natasha juga orang-orang dirumahnya .
' ibu peri memaafkan papa ku kan ? " tanya aaleesya dengan mendekap kedua tangannya saat memandang natasha , natasha berjongkok membuat tubuhnya setara dengan mahluk kecil yang lucu itu .
' sayang , aku tak pernah marah dengan apa yang orang lakukan kepadaku , jadi untuk apa aku marah dengan papa mu ,, sekarang ibu meminta sesuatu kepada mu ,, bolehkah ? " tanya natasha .
" bolehh .. apa itu ibu ?? " tanya aaleesya
" sekarang sudah waktunya aaleesya makan dan minum obat ,, ayo ikut ibu kedapur untuk membawa makanan untuk mu " ajak nya kepada aaleesya , mael dan maliqh memperhatikan gerak gerik natasha karena menurutnya natasha memiliki sihir untuk membuat aaleesya sangat menjadi penurut .
aaleesya sedang melahap makanan nya yang disuapi natasha oleh tangannya sendiri , Mael dan MaliQ membuntuti dan melihat apa saja yang sedang mereka lakukan , ternyata aaleesya benar-benar makan dengan lahap melalui tangan natasha .
" apapun makannya mengapa tangan ibu selalu enak membuatku ingin tambah lagi dan tambah lagi " gumam aalesya membuat natasha tersenyum manis .
" ibu sudah bilang tangan ibu memiliki cinta yang tulus untuk mu , dan ibu yakin kau akan sembuh dan tak akan membutuhkan obat-obat itu lagi " ucap natasha menjadi penyemangat bagi aaleesya .
.
.
.
.
.
*****
" sayang .. apakah kau tahu anak mu hari ini sudah membuatku semakin mencintaimu , mengapa tidak di sangat hebat sepertimu dan apakah kau tahu dia sangat cantik sepertimu .. dia juga mewarisi sifat mu yang baik hati dan sayang semakin hari kabar baik menghampiriku dia terlihat sangat ceria dan juga gemuk .. aku mendapat kabar bahwa pengasuhnya sangat baik memperlakukan anak kita .. sayang aku merindukanmu , sangat sangat merindukanmu ... aku ingin memeluk mu seperti dahulu " ucap Faaz sembari memandang foto pernikahannya yang terpajang di dinding kamar nya itu .
" aku akan selalu membuat senyuman yang sangat cantik untuk aaleesya , aku tak akan membuatnya terluka " ucapnya kembali sembari meneteskan air mata .
Faaz terduduk di sofa tepat di depan ranjang besarnya itu , dia duduk memandang kembali foto pernikahan yang terpajang itu , dia mengingat masa-masa indah bersama rayna . dia membuka kotak cincin yang pernah ia pakai bersama rayna . dia memakai kembali cincin yang sempat ia lepas . ia memejamkan mata nya mengingat setiap detik yang pernah ia lalui bersama dengan rayna dia tak sadar memejamkan mata sangat lama hingga tertidur lelap bersandar di atas sofa .
( DIDALAM MIMPINYA )
' SAYAAAAANG ... " PANGGIL RAYNA ...
' AKU INGIN KAU BAHAGIA SAYANG , LUPAKAN AKU ... AKU AKAN PERGI MENEMUI IBUMU ..AKU AKAN MENYAMPAIKAN BETAPA BESAR RASA CINTAMU KEPADANYA ... KU MOHON BERBAHAGIALAH " UCAP RAYNA ,, SERAYA MELEPASKAN PELUKAN FAAZ...
" TIDAK SAYANG , JANGAN MENINGGALKANKU KU MOHON " PINTA FAAZZ .. MENARIK TANGAN RAYNA , RAYNA PERGI MELEPASKAN TANGAN FAAZ ,,
" ISTRIKUUUU,.,,, SAYAAAAAANGG KUMOHONNN :"" FAAZ TERBANGUN DARI MIMPINYA .
' tuan ... tuan ... " panggil natasha yang menggendong aaleesya segera menurunkan aaleesya dari gendogannya itu , faaz tersadar dari mimpinya lalu ia melihat natasha dihadapan wajahnya itu .
" kau ? mengapa kau berada dikamarku .. sungguh kau tidak sopan ??? " ucap faaz yang tak sadar bahwa anaknya berada disampingnya , natasha melirik kearah aaleesya dan aaleesya membuat natasha tak bisa menjawab pertanyaan papa nya itu .
" papa mengapa papa memarahi ibu peri ku kembali ? " tanya aaleesya membuatnya terkejut
' sayang ?/ kau .. papa kira kau tak bersamanya " ucap FAaz sembari menghela nafas panjang , lalu berbicara kembali membuat putrinya itu tersenyum .
'' maafkan aku sudah membentak mu " seru faaz sembari tersenyum kepada natasha
' maaf kan saya tuan , saya sudah lancang masuk kekamar anda , saya hanya di minta nona kecil mengantarnya kesini untuk bertemu anda .. saya menyuruh nona kecil untuk tidur siang tetapi nona ingin tidur bersama anda " ucap natasha sembari tetunduk di hadapan faaz .
" baiklah tidak apa , kau boleh keluar sekarang " pinta faaz kepada natasha , natasha berpamitan dan segera keluar dari kamar tuan faaznya itu .
" aku ingin tidur dipeluk oleh papa " seru nona kecil itu .
" baiklah tuan puttri ayo kita tidur iyaa , kiss papa dulu " pinta Faaz , dengan memeluk dan menepuk-nepuk pelan untuk membuat anak kesayangannya tertidur .
*****
" mama , aku akan selalu kuat menghadapi apapun .. aku ingin membawa papa berobat dan membawa nya jauh dari tangan ibu tiriku .. mama kumohon beri aku kekuatan " - gumam natasha