ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 37 (SECRET A LONG TIME)



malam itu masih dalam suasana mencekam , Papa takut jika alea colaps kembali bahkan Papa meminta Faaz untuk pulang secepatnya namun Papa mengingat jika jarak sydney ke canbeera menempuh perjalanan 3 jam melalui tol dalam kota , dan kemungkinan besar Faaz juga baru sampai dikota canbeera.


" QABIL SAMPAIKAN PADA PAPA SEUSAI BERSEMBAHYANG SUBUH AKU AKAN SEGERA PULANG " - PESAN Faaz kepada Qabil.


Qabil memberitahi isi pesan yang diberikan Faaz kepada Papanya itu . karena pengakuan cintanya kepada alea didepan Papa , membuat Qabil merasa canggung dengan tatapan yang papa berikan . mata Papa berbinar terlihat dari senyuman yang Papa berikan kepada Qabil.


" sejak kapan kalian memiliki hubungan yang romantis seperti itu? ." tanya Papa kepada Qabil.


" aku .. " pengakuan Qabil terpotong karena melihat Papa yang memandangnya lekat.


" katakanlah sayang , Papa ingin sekali mendengar nya , kau tak perlu gugup anggap saja kau sedang mencurahkan isi hatimu ".


" aku takut mengecewakan Papa...maafkan aku pah " ucap Qabil , sembari menggenggam tangan Papa seraya memohon penuh harap.


" Papa senang jika memang kalian sudah berniat untuk menikah , Papa senang sekali " seru Papa membuat Qabil tersenyum Malu mendengar pernyataan yang diberikan Papa.


" aku mencintainya sedari dulu Papa, aku selalu berdoa agar ia dan aku berjodoh seperti yang papa ceritakan tentang kisah cinta Papa saat ingin menikahi mama " seru Qabil , menatap Papa Asuhnya itu dengan tatapan lekat .


" jika mencintai seseorang , dekati Tuhanmu lalu tuhan akan mendekati mu dengan targetmu apapun yang kau lakukan karena Tuhan kau akan mendapatkan Berkahnya " ingatnya sembari mencoba mengingatkan kalimat Papa rido saat sedang memberikan motivasi untuk anak-anak lelakinya.


" kau masih mengingatnya ? " tanya Papa , Qabil menganggukan kepalanya sembari tersenyum melihat senyuman yang diberikan Papa kepadanya.


" Qabil besok Papa akan membantu mu berbicara pada Faaz , siapkan mentalmu nak .. tetapi Papa yakin Faaz akan senang saat tahu kau dan Alea saling mencintai..dan memang sedari dulu.kaulah pelindung bagi Alea anak ku " ungkap Papa sembari memeluk Qabil dengan hangat.


('dhan sahabatku , lihatlah kau dan aku akan menjadi besan . aku sangat senang dhan - batin Papa )


.


.


.


.


.


.


.


.


CANBEERA , AUSTRALIA 01.00 AM


Faaz sudah tiba di depan rumah besar milik nya dan juga Rayna , rumah megah yang akan Faaz berikan sebagai Hadiah persalinan untuk istri yang sangat ia cintai .


Faaz masuk kedalam dan menemui aliQ yang sudah duduk menunggu nya datang . AliQ memeluk kaka iparnya itu dia terlihat gusar seperti sedang dalam masalah besar.


" sudah ku katakan Jujurlah Faaz kepada Papa juga orang-orang dirumah " ucap Aliq


" aku belum bisa aliq , mengapa denganmu liQ , apa terjadi sesuatu hingga membuatmu sangat gusar " tanya Faaz sembari menepuk bahu adik iparnya itu.


aliQ memanggil shiena dan zas-Q untuk berbincang bersama Faaz juga Aliq .


" katakanlah siapa yang mendatangi kalian dan memaksa masuk ketika kami semua tidak berada disini .?" tanya najam aliQ


" Tuan maliQ datang , dan berbicara seakan tuan Faaz yang menyuruhnya kemari , dia juga meminta kami untuk mengantar berkeliling melihat rumah juga melihat kondisi beberapa kamar ' jawab shiena dengan tangan gemetar.


"Lalu ? " tanya Faaz dengan menajamkan kedua bola matanya


" apa dia melihat istriku bersama alat-alat yang menempel ditubuhnya ? " tanya Faaz dengan penuh penasaran.


" dia memaksa kami , dia mengancam kami tuan jika menghubungi anda dan tidak memberikan kunci kamar utama ..Tuan maliQ akan melaporkan kami kepada polisi ,, pada saat itu Dokter ambar sedang memeriksa nyonya dan terdengar suara alat yang sedang dipakainya makadari itu Tuab maliQ menaruh curiga " Jelas zas-Q seraya memberikan penjelasan kepada Faaz.


" kemana keamanan semua , mengapa tak ada yang bisa mencegah mereka masuk..panggil mereka " Pinta Faaz , tak lama kemudian 2 keamanan yang bertugas datang dan terlihat raut wajah merasa bersalah yang mereka tunjukan.


" albert , josua mengapa kalian lengah ' tanya Faaz dengan nada yang sangat rendah.


" kami diberi minuman hangat tuan oleh temannya Tuan maliQ dan tak lama kemudian kami tertidur Pulas ...maafkan kami tuan " ucap albert sembari mengatupkan kedua tangannya . Faaz terdiam mengingat pertanyaan adiknya pada saat pertengkaran.


( kebohongan apa yang kaka sembunyikan kepada Papa juga natasha , apa kaka bisa berbicara jujur , jika kaka bisa berkata jujur aku akan mundur dan melupakan cintaku - ingatan Faaz saat pertengkaran dengan adiknya itu berlangsung )


' Faaz , apa kau baik-baik saja ? ' tanya AliQ , Faaz hanya diam mengetahui Rahasia yang selama ini iya sembunyikan bersama AliQ akan terbongkar.


Zas-Q dan shiena dia adalah orang berpengaruh dirumah ini . mereka adalah orang yang dipercaya oleh Faaz untuk menjaga rumah ini juga menjaga Rayna .


ya , Rayna memang belum meninggal . saat itu Rayna sudah koma selama 6 bulan dan dokter memberitahu jika kehidupan rayna kembali kemungkinan hanya 10% .saat itu orang tua rayna dan Papa Rido meminta Faaz untuk mengikhlaskan namun Faaz tetap tak bergeming . kemudian Faaz dan Aliq memiliki rencana untuk memalsukan kematiannya dan meminta persetujuan ayah Rayna untuk merencanakan ini hingga Faaz dan aliQ membeli jasad seorang wanita muda yang meninggal karena melahirkan . jasad tersebut sudah terbungkus rapih dan sudah melalui metode pemandian jenasah .


mereka sengaja membohongi Papa juga adik-adik nya karena mereka yakin jika rayna masih dapat hidup , Rayna selama ini di simpan didalam rumah yang dibeli Faaz sebagai hadiah untuk Rayna dan Papa rido pun tidak mengetahui jika Faaz membeli rumah lain di canbeera.


Faaz menghampiri tubuh rayna yang terlihat tertidur dengan Pulas , Faaz juga terlihat kebingungan jika natasha mengetahui rahasia ini apalagi denyut nadi rayna masih terdengar baik . Alat-alat yang berada diatas tubuh Rayna masih berfungsi dengan baik. setiap kli Faaz menjenguk Rayna Faaz tak segan membisikan kata-kata indah walaupun rayna tak jua meresponnya.


" aku sudah bilang Faaz kamu harus mencoba mengikhlaskan rayna , dia sudah tidak bisa hidup.. dia hidup melalui alat ini (menunjuk kesekeliling tubuh rayna) " SERU ALIQ


" jika iya Rayna hidup kembali bagaimana dengan natasha " seru Faaz seraya kebingungan , Faaz menyandarkan kepalanya di atas sofa tepat dihadapan tubuh rayna yang tertidur lemas memakai banyak alat ditubuhnya .


" dokter Ambar memberitahuku jika hari ini Rayna memberikan respon dimata kirinya ' ucap AliQ semakin membuat Faaz tertekan.


" aku salah aliQ kalau saja aku berkata jujur dan menolak menikahi natasha .. aku tak akan menyakitinya ..dan aku sudah mulai bisa menerima dia sebagai istriku ..aku harus bagaimana aliQ , " keluhnya dengan sangat frustasi . aliQ hanya diam .


" maliQ benar aku memang terlalu menutup diri dengan kebohongan yang ku buat , aku sangat bingung aliq " seru Faaz kembali....


" lepaskan saja alatnya , kaka ku sudah tidak hidup Faaz ,, anggap saja yang diucapkan Ambar tidak nyata .. Kumohon jangan mempersulit dirimu sendiri " pinta AliQ kepada Faaz ..


" aku sudah lama menunggu Rayna tersadar aliQ ". ucapnya penuh Harap.


" Dia tidak akan sadar Faaz , percayalah.." seru AliQ seraya menenangkan Faaz.


" baiklah aku akan melepaskan semua alat-alt ditubuh Rayna jika ambar besok datang " Ucap Faaz.


(bagaimana bisa aku menghianati cintamu Ray , tetapi aku tak bisa menahannya karena Natasha sangat baik .. natashalah yang memberikan anak kita kehidupan Baru .. Maafkan aku Rayna - batin Faaz sembari melihat kearah rayna )


drrrt drrrt (telepon masuk dari abrar)


abrar menghubungi dan memberi tahu kondisi Alea yanh sedang Colaps , perasaan Faaz bercampur aduk . Faaz memang sosok seorang manusia yang selalu menelan masalahnya . sepahit apapun ia tak ingin membaginya untuk Papa dan adik-adiknya.


" kenapa Faaz ? " tanya AliQ


" alea Kambuh..sepertinya selesai ini aku harus pulang , kau bisa menemaniku diperjalanan kan ? " tanya Faaz


" Faaz , aku akan melamar Alea ? . apa kau mengijinkanku ! " seru aliQ seraya bertanya kepada Faaz . Faaz tersenyum


" AliQ aku tak pernah melarang siapapun yang mencintai adik-adik ku , tetapi aku tak bisa memaksa kehendak adik ku jika kalian berjodoh aku hanya bisa menitipkan adik ku kepada mu bimbing dan jagalah dia. " seru Faaz , aliQ terseyum ..


" yasudah ayo kita minum teh diluar , lupakan masalah mu sejenak .. biarkan Rayna tertidur dengan Pulas " ajak AliQ kepada kaka iparnya itu.


" baiklah seusai solat subuh aku akan pulang dan menemui mereka dirumah." seru Faaz sembari melangkahkan kaki keluar bersama AliQ.