
' BruaaaaAaaaaAaaaakkkkk... '
" Aaaaaaaargh!! " Teriak Fizzy sembari menangis. Fizzy menggeser barang-barang yang berada diatas meja Rias miliknya dengan sarkas.
" Aku Marah, Aku kesal. Dia tak mencintaiku, aku pun terima tetapi jika dia berniat ingin membuat Adik dan Papahku menderita! aku tak akan membiarkannya. "
Fizzy menggerutu kesal, Fizzy merasa AliQ ingin membuat adiknya menderita jika mencoba membatalkan pernikahan Qabil dan Alea.
" AliQ, Aku pastikan kau akan mencintaiku! Dan kau akan melupakan Alea " Gumam Fizzy.
.
.
.
.
Keesokan Siang Harinya...
" Natasha, Kau tidak kenapa-kenapa kan? " Tanya Fizzy, Natasha terlihat sangat pucat.
" Tidak, aku hanya kurang tidur saja! " Jawab Natasha seraya beranjak dari tempat tidurnya.
" Sudah, kamu mau kemana sih?. Istirahat saja " Titah Fizzy, sembari memegang lengan saudara Iparnya.
" Aaleesya sedang Apa? aku ingin melihatnya " Tanya Natasha.
" Dia sedang bercengkramah dengan Qabil dan Alea. Jika, sudah ada Qabil Esya pasti melupakanku." Keluhnya Pada Natasha, Natasha tertawa menggelitik.
" Kenapa denganmu?, aku sedang tidak membuat lelucon Nat. "
" Lucu aja liat mata bengkak sama bibir mengerucut itu " Jawab natasha seakan menggoda saudara iparnya, Fizzy tidak ingin membahas masalahnya kepada Natasha atau siapapun karena, Fizzy merasa tidak enak jika harus membebani masalahnya kepada orang lain.
" Ceritakanlah Fizzy, Aku tahu jika kamu sedang dalam masalah " Seru Natasha sembari memegang tangan Fizzy, Fizzy hanya mampu terdiam.
(' Aku bingung Nat - batin Fizzy )
" Aku baik-baik saja Nat. " Sudut mata Fizzy berkerut, menandakan ia sedang menutupi sesuatu.
' Ueggghhhh '..OOOOOOUCC...
Natasha menutup mulutnya dan segera berlari kedalam kamar mandi, Fizzy yang merasa terkejut mengikuti Natasha dan menunggunya didepan pintu kamar mandi.
' Ueeeeggghhhh... Ueeeghhh...
" Nat, kita ke dokter iya " Ucap Fizzy seraya mengetuk pelan pintu kamar mandi. Fizzy merasa khawatir dengan Saudara iparnya itu.
" Tidak Fizzy, Aku baik-baik saja kok " Teriak Natasha dari dalam kamar mandi.
" Baiklah. " Fizzy menunggu Natasha keluar dari kamar mandi. Tak lama kemudian, Natasha keluar dengan wajah pucatnya.
" Badan kamu anget, kamu masuk Angin Nat " Seru Fizzy, Fizzy memegang dahi Natasha dan memapah jalannya untuk kembali ke ranjang.
" Aku ingin melihat Aaleesya Fizzy " Seru Natasha.
" Aku Akan panggil dokter Jhon untuk memeriksamu dan aku akan membawa Esya kemari. Kau istirahat saja. " Ucap Fizzy dengan tegas kepada Natasha.
" Aku hanya masuk Angin, sudahlah tak perlu khawatir " Tandasnya, Fizzy menajamkan kedua bola matanya.
" Hanya masuk Angin? Sudah jangan banyak memaksa pokoknya dokter Jhon akan segera memeriksa mu. " Jawabnya.
" Dengan kerikan sudah sembuh kok, Kumohon Fizzy " Seru Natasha.
" Yasudahlah terserah kamu Nat, aku akan menghubungi Faaz agar segera kembali. " Jawab Fizzy sembari melengos meninggalkan Natasha.
.
.
.
.
.
.
Di ruang keluarga Papa rido sedang berbincang bersama Qabil dan Uncle zain, Ayana yang datang menghampiri mereka begitu sangat lekat memandang Qabil. Ayana sangat terpana dengan ketampanannya.
" Jadi Aunty Rani dan Uncle rich tidak kamu jemput Qabil ? " Tanya Ayana.
" Tidak Ayana, Aunty dan Uncle akan datang bersama Kak mael. " Jawabnya dengan singkat, Ayana memangku dagunya sembari menatap Qabil. Papa Rido yang melihat nya, merasa aneh dengan tingkah laku Ayana.
" Mengapa denganku Ayana?, apa ada yang aneh ? " Tanya Qabil.
" Kau tampan sekali" Ungkapnya dengan Mata yang berbinar-binar. Qabil dan yang lainnya tertawa mendengar yang Ayana ucapkan.
" Jelas dong dia Tampan, kalau tidak mana mungkin aku mau menikah dengannya " Seru Alea yang datang dan duduk bersandar dibahu Qabil.
" Maksudku Daddy sangat Tampan" Elak Ayana, wajahnya tersipu malu kala Qabil tersenyum menatapnya namun Qabil memenggang erat tangan Alea dan Ayana melihatnya dengan tatapan kesal.
('Kasihan sekali kamu Anak ku - batin Uncle Zain )
Alea memandang Ayana dengan tatapan tidak suka Namun Alea juga merasa iba dengan adik sepupunya itu. Alea tahu bahwa Ayana sangat menyukai Qabil karena, selama Alea berada di Turkey bersama Qabil, Ia tahu betul jika Ayana selalu mencoba menghubungi Qabil. walaupun Qabil, tak pernah menjawabnya.
('Ayana sungguh kasihan Aku melihatmu, Maafkan kakamu ini iya. Qabil mencintaiku dan aku mencintainya, ku mohon mengertilah - Batin Alea.)
" Aku ke kamar sebentar daddy,Papa " Ucap Ayana berpamitan kepada Papa Rido dan Daddynya. tanpa berpamitan kepada Alea dan juga Qabil.
.
.
.
.
.
DI TEMPAT LAIN, Faaz merasa frustasi hingga membuatnya enggan menerima panggilan dari siapapun.
Drrt...Drrrt. (ponsel bergetar)
~ sayang, Alea akan bertunangan. mengapa kau belum juga pulang. (MyWife)
~ suamiku, Apa aku ada salah padamu? (MyWife)
~ suamiku jangan mengkhawatirkanku. (MyWife)
" Maafkan aku Natasha, Maafkan aku.. " Gumam Faaz yang sedang merasakan kegalauan didalam dirinya.
" Natasha, Apa jika aku jujur padamu kau akan memaafkanku dan mengerti keadaan ku atau Apa kau akan meninggalkanku dan melupakanku" Gumamnya kembali.
" Aaargh!!!! "
" bagaimana ini, Mengapa aku merasa bingung? " Tanyanya kembali seorang diri, Faaz merasa frustasi dengan keadaannya.
" Papa, Maafkan Faaz " bergumam kembali.