ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 47 (KECURIGAAN NATASHA)



Faaz dan Natasha sedang dalam perjalanan pulang, sedari Pagi Natasha yang sama sekali tak banyak berbicara membuat Faaz kebingungan. terlebih selama didalam perjalanan Faaz lebih sibuk dengan Ponselnya. Faaz beberapa kali menerima panggilan berdering di ponselnya dari Dokter Ambar, dokter Ambar adalah dokter yang menjaga Rayna dan Natasha seperti menaruh curiga kepada suaminya itu walaupun Natasha tak mengetahui apapun tentang dokter Ambar yang selalu menghubungi Faaz setiap waktu itu.


 


(' sepertinya ia tidak fokus berbicara dengan dokter yang sedang memeriksa keadaan anaknya sendiri, sepertinya Faaz sedang terbagi beban pikirannya - Batin Natasha )


 


DDRRRTTTT..(PONSEL FAAZ BERGETAR).


 


" HALOO... " Faaz menerima telepon masuknya kembali. ia keluar dari dalam mobil dan melirik kearah natasha, (sebentar aku angkat telepon dulu - ucap faaz yang hanya menggerakan rongga mulutnya)


" mama peri aku mengantuk " Ucap Aaleesya, Natasha memeluk anak manis itu dan mengusap pelan kepalanya.


" sudah Faaz, Ayo kita pulang kasihan dia sudah kelelahan " Seru Natasha, Karena melihat Faaz yang sudah memasukan ponselnya kedalam celananya dan terdiam di atas kap mobil miliknya.


" Faaz " panggil Natasha kembali, dan Faaz tersadar saat mendengar suara Natasha.


" iya Nat, Maaf " Faaz masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobilnya untuk segera pulang kerumah.


 


didalam perjalanan Natasha tak henti memandangi suaminya, bahkan kali ini Faaz tidak bergeming dengan ucapan yang keluar dari bibir istrinya. Natasha melihat ada keanehan didalam diri Faaz. namun, Natasha memilih untuk terdiam dan tak ingin menanyakan hal apapun.


 


( Maafkan aku Ray, Maafkan aku - batin Faaz )


( kenapa denganmu suamiku, sepertinya beban dihatimu sungguhlah berat - batin Natasha ).


 


 


25 menit kemudian...


 


" Cucu Papa, Alhamdulilah syukurlah kamu sudah sehat sayang " Ucap Papa yang sudah menyambut kami didepan pintu utama.


 


" Papa, Faaz pamit iya. Papa nanti ngobrol aja sama Natasha " seru Faaz sembari masuk kedalam mobilnya kembali, Natasha terdiam melihat tingkah suaminya yang sama sekali tak berpamitan kepadanya.


 


" Sayang, Apa kamu sedang berantem dengan suamimu ? " Tanya Papa.


 


" Kaka, sedang marah kepadamu Kak nat ? " tanya Alea menimpali pertanyaan papa.


 


" tidak Papa,Alea. mungkin ada hal yang lebih penting yang sedang mengganggu pikirnya. " Ucap Natasha, mereka berjalan masuk kedalam rumah. Natasha duduk dan menjelaskan tentang proses semua yang dilakukan dirumah sakit, mereka mendengarkan penjelasan Natasha.


 


" sudah sembuh, tetapi Alea tetap tidak boleh terkena debu dan cuaca yang dingin sekali " Terang Natasha sembari tersenyum, batin nya bergejolak memikirkan tingkah suaminya.


" syukurlah, Papa senang mendengarnya "


.


.


.


.


.


.


 


Malam harinya Natasha masih menunggu kedatangan suaminya, tak berselang lama Faaz pun datang seperti biasa Natasha menyambutnya dengan semua ritual yang sering Mama May lakukan tetapi Natasha merasa ibunya juga sering melakukan Hal yang sama jika Papanya datang sepulang bekerja.


 


" Faaz, apa sudah makan ? " Tanya Natasha, Faaz merangkul istrinya sembari berjalan menuju kamarnya.


 


" Tidak sayang, aku lelah dan ingin istirahat " Seru Faaz sembari masuk kedalam kamarnya.


 


" Baiklah, aku akan siapkan air hangat untuk mu mandi " Jawab Natasha, Faaz menatap wajah istrinya itu.


 


( Sayang, semakin hari aku semakin yakin jika kamu adalah wanita yang baik untuk ku. Maafkan aku jika belum bisa sepenuhnya mencintaimu, aku akan berusaha sebaik mungkin. - batin Faaz )


Faaz duduk disofa menunggu istrinya yang sedang menyiapkan air hangat untuknya mandi, Faaz juga mencoba membuka layar ponselnya kembali dan menbaca isi pesan yang masuk kedalam ponselnya.


 


' Faaz, Maafkan aku jika itu yang kau inginkan aku mundur ~ pesan DOK AMBAR.


' TERIMAKASIH DOK, AKu masih sangat membutuhkanmu ~ Jawaban Faaz.


" airnya sudah hangat sayang, aku sudah siapkan baju gantimu dan ini handuknya " Seru Natasha sembari memberikan handuk kepada Faaz, Faaz tak melepaskan ponselnya dan membawanya kedalam kamar mandi.


 


( Faaz, Maafkan aku sudah berpikir jelek kepadamu, apapun yang kau lakukan diluar sana, semoga saja tidak merugikan dirimu sendiri. aku akan selalu memberikan doa terbaik untukmu - batin Natasha bergumam )