ARE NOT THE SAME

ARE NOT THE SAME
PART 62 (Aku wanita,dia wanita)



“Rayna “ semua Ikut memanggil setelah mendengar Fizzy memanggilnya.


”Rayna seperti sedang kebingungan” Bisik Aunty Rani kepada Uncle Richard.


”Faaz “ Panggil Rayna dengan suara yang sangat lemah, matanya sayu walaupun iya terlihat tersenyum, ia seakan sedang berpikir keras dengan orang-orang yang berada Dihadapannya.


”Tuan, saya Pamit sebentar. Untuk mengajak Tuan Jimmy kelakarnya.” Ucap Natasha seraya mendorong kursi roda yang diduduki oleh ayahnya itu.


”Na.tha.sa “ panggil Rayna, Natasha menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Rayna.


”Iya, Nyonya! “ sahutnya. Semua terdiam membisu saat Mendengar Natasha menyahutnya dengan panggilan Nyonya.


”te.ri.ma kas.ih “ Ucapnya sembari terbata-bata, Natasha menganggukkan kepalanya saat itu. Iya kembali melanjutkan langkah nya sembari mendorong kursi roda yang diduduki Ayah kandungnya. Natasha menangis, Jimmy memegang Tangan Anaknya yang berada di atas pegangan Kursi rodanya.


 


”Natasha, kita pulang saja. Biarkan Faaz bahagia bersama istrinya! “ Ajak Jimmy kepada Anaknya itu, Natasha membuka kamar tamu yang Akan dipakai oleh Ayahnya.


”Papa, Anak didalam kandunganku membutuhkan sosok Ayah seperti Faaz. ini Anak Faaz dan aku akan berdosa jika menjauhkannya.”


”Tasya mohon Papa mengerti dengan keadaan Tasya” ucapnya sembari berjongkok dihadapkan Ayahnya.


”Tapi Papa tidak ingin kau menyakiti dirimu sendiri.” Ucap Papanya.


”Aku akan lebih sakit jika kembali hidup bersama Ibu dan adik tiriku, Papa mengerti maksudku” Seru Natasha, Natasha berusaha menyembunyikan Air matanya.


”Mama Peri, Kau ke mana saja! “ Tanya Aaleesya. Saat mendengar suara Natasha sedang berbincang bersama Jimmy, Aleesya yang melihat pintu yang terbuka seketika itu masuk dan mencari keberadaan Natasha.


”Mael, Ayana. Biarkan esya disini bersama ku.” Pinta Natasha, Ayana dan Mael segera menutup kembali pintunya.


”Mama Peri”


”Iya sayang?”


“jangan pernah tinggalkan aku!” ucapnya sembari berbicara sedikit tidak jelas.


”Mama sayang Aaleesya, tapi mulai hari ini Panggil Ibu peri seperti Esya dahulu Memanggilku.” Aaleesya menggelengkan kepalanya tanda ia tidak ingin menuruti permintaan ibu kesayangannya itu.


”sini Ibu peluk” Seru Natasha sembari menggendong Natasha dan memeluknya diatas pangkuannya. Natasha meneteskan air matanya dan Jimmy tak kuasa melihat kesedihan Anaknya.


 


****


 


Didalam Ruangan keluarga, mereka masih mencoba berpikir dengan apa yang sudah terjadi. Faaz menatap Mata istrinya itu, Rasa iba kembali muncul di benaknya namun disisi lain ada wanita yang akan merasakan sakit hati yaitu Natasha, Apalagi Natasha dalam keadaan mengandung.


 


”Alea, Qabil bawa Kakakmu ke kamarku. Aku akan segera menyusul. “ pinta Faaz kepada kedua Adiknya.


”Fa,az a.ku i.ngi.n be.r.sama.mu” Ucap Rayna, Rayna memang kesulitan untuk berbicara. kata dokter Ambar ada saraf Rayna yang terganggu saat Ia dalam keadaan koma.


”pergilah, dan Nanti aku menyusul. Aku harus berbicara dulu dengan semuanya” Ujar Faaz seraya berbicara dengan nada yang sangat dingin. Mereka membawa Rayna ke kamar miliknya.


*****


sesampainya didalam kamar yang sempat Faaz tempati bersama Natasha, Rayna Terkejut saat melihat Fotonya bersama Faaz yang masih menempel di dinding kamar itu. Memang, Natasha tak pernah menuntut untuk Faaz melepasnya. Bahkan Natasha tak pernah mengajari Anak tirinya untuk melupakan ibu kandungnya.


 


”Fa,az TI.dak me.lu paka.ku “ Ucap Rayna dengan Terbata-bata.


”Kak Rayna, Jangan banyak dulu berbicara!, Ayo rebahkan badannya diatas ranjang.”


”biarkan aku yang membantu Kak Rayna berpindah tempat” seru Qabil, mereka mencoba memposisikan Rayna dengan sangat nyaman.


”Aku pamit dulu iya sayang, kamu jaga Kak Rayna sampai kak Faaz kembali” ucap Qabil, Alea menganggukkan kepalanya.


(‘Natasha pasti sedang sangat bersedih, TUHaan mengapa jadi serumit ini - batin Alea)


 


*”*Kak Ray\, Kaka tidur iya. Aku akan panggilkan Kak Faaz untuk segera Menemuimu disini” Pamit Alea\, Rayna memberi kode pada Matanya.


Tok..


Tokk..


”Alea” Sapa Natasha saat membukakan pintu kamar Papanya.


”kamu disini, Kak Nat! Maafkan Aku!” Ucap Alea sembari memeluk lekat tubuh Natasha.


”Mengapa, Kau harus meminta maaf kepadaku. Sungguh aku tidak apa-apa Alea” Natasha membalas pelukan Adik iparnya. Natasha mengusap air mata yang akan jatuh saat memeluk Alea.


”Maafkan Aku Kak Nat, Dulu aku yang menginginkan ini terjadi. namun sekarang aku tak kuasa melihat mu tersakiti”


“Sudahlah, Aku yakin sehabis matahari tenggelam esok pagi akan ada matahari yang bersinar “


“Percayalah Alea, Aku sangat Menyayangimu! “


“Aku juga!” Balas Alea, Ia memeluk kembali Kakak iparnya itu dan segera berpamitan untuk menemui Kaka tertuanya yaitu Faaz.


“Natasha, Lihatlah peri kecil ini mengeluarkan air mata saat sedang tertidur”


”Mama, Mama, “ Gigo Aaleesya, Natasha kembali memeluknya.


”sayang, Anak mama!” Panggil Natasha pelan sembari menepuk-nepuk kembali Aaleesya yang sedang tertidur dengan harapan Aleesya kembali tertidur dengan tenang.


”Anak ku, Natasha” Panggil Jimmy.


”Papa, jangan menangis dihadapanku. aku tidak apa-apa Papa”


“Papa yakin, kebahagiaanmu akan datang dengan sangat sempurna.”


“Pa...Paaa “ Tangis Natasha pecah saat memeluk Ayahnya itu, Natasha tak kuasa menahannya lagi. Mereka menangis kembali bersama setelah sekian lama Natasha mencoba tegar dihadapan ayahnya walaupun ia sering sekali mendapatkan perlakuan kasar dari Ibu dan Adik tirinya.


”Maaf Papa, membuatmu susah Anak ku” Ucap Jimmy lirih ditelinga Anaknya.


”Maaf, aku mengganggu waktu kalian “ Seru Faaz saat datang tanpa mengetuk pintu, Faaz melihat sisa air mata yang masih membasahi pipi Jimmy dan Natasha.


”Om Jimmy, Faaz minta Maaf. Saat itu Faaz kebingungan” Ungkap Faaz, Daaz bersimpuh dan memeluk lutut Jimmy yang sedang duduk diatas kursi Roda.


”sudahlah Nak, Lupakan Om tahu kau tak ingin membantah keinginan Ayahmu. Begitupun dengan Natasha yang sudah menyayangi Rido. Mungkin karena kebaikan Rido kepadanya “ Natasha menundukkan kepalanya, dan segera mengusap Air matanya.


”Natasha sudah menceritakannya?” Tanya Faaz.


“Tetapi Om, Faaz benar-benar sangat menyayangi Natasha. Apalagi sekarang Natasha sedang mengandung.”


”kita bisa berbicara kepada Rayna yang sesungguhnya, aku pun sudah meminta ijin kepada AliQ juga Papa”


“Tidak Faaz, Rayna Baru tersadar dari tidur panjangnya. Aku tak ingin memberinya beban yang sangat berat” Natasha menolak apa yang akan Faaz lakukan.


”Aku takut terjadi sesuatu dengan Kandunganmu” Ucap Faaz, Faaz menggenggam Tangan Natasha.


”Jalani saja Apa adanya dulu, kita bisa pikirkan hal ini Nanti.” pinta Natasha. Faaz menatap lekat Natasha sembari memegang wajah cantiknya menggunakan kedua tangannya.


”Faaz, berhenti di awal langkah atau melanjutkan karena sudah setengah jalan? Itu semua pilihan dan aku memilih untuk melanjutkannya” ucap Natasha.


 


”Aku wanita, Dia Wanita!! Aku mengerti akan perasaannya. Dan sejatinya wanita yang baik itu adalah wanita yang mampu memposisikan dirinya walaupun sedang dalam kesulitan. Dan aku minta doakan Aku agar mampu menjadi wanita yang seperti itu” Ucap Natasha kembali.


 


”Natasha, Aku semakin mencintaimu! Kau harus berjanji akan menjaga calon anak kita dengan baik” ucap Faaz, Faaz kembali memeluknya dan semakin mengeratkan pelukannya.


(TUHAN, Aku menyadari aku masih jauh dalam kata sempurna. Maka tuntunlah aku di jalan yang engkau ridhoi - batin Natasha didalam dekapan Faaz)


.


.


.


.


 


Dan terkadang Rasa Cinta, sering membuat seseorang rela tersakiti demi orang yang Ia cintai - NATASHA