
Faaz masih menggenggam tangan natasha sembari menatapnya dengan lekat dia sebenarnya merasa iba dengan wajah natasha yang merasa kebingungan itu namun mau bagaimana lagi Faaz sangat memikirkan keinginan papanya itu .
(" natasha maafkan aku jika aku membuatmu kebingungan aku pun sebenarnya tak menginginkan ini namun aku sangat memikirkan keinginan papa , terlebih akhir-akhir ini aku mengkhawatirkan kesehatan papa yang terkadang memburuk dan kesehatan papa pun membaik jika dekat dan berbincang denganmu , mama kumohon maafkan aku dan rayna selamanya kau akan menjadi cintaku maafkan aku ray " - batin Faaz sembari menatap natasha )
" natasha , aku akan segera memberitahu papa juga adik-adik ku malam ini . kuharap kau tidak merubah pikiranmu . terimakasih natasha sudah mau membantuku " seru Faaz sembari berjalan meninggalkan natasha , natasha masih terdiam seraya melihat punguk Faaz yang berjalan membelakanginya .
" Apa yang aku lakukan mama , mengapa aku menerima pernikahan ini . aku tidak yakin tuan Faaz akan mencintaiku dan hidup denganku layaknya pasangan suami istri seperti biasanya tetapi mengapa aku tidak bisa menolaknya .. kuatkan aku mama ... ku mohonn " - gumam natasha setelah Faaz meninggalkannya , dia merasa tidak percaya akan apa yang akan dilakukannya setelah menerima permintaan Faaz untuk menikahinya .
" natasha , mengapa kau malah terdiam disini ? apa yang di bicarakan kaka sehingga membuat mu melamun seperti ini ? katakanllah padaku ? " seru maliQh yang berusaha menyadarkan natasha dari lamunannya .
" tidak tuan , aku baik-baik saja . aku permisi tuan .. aku harus menemui nona kecil " ucap natasha seraya meninggalkan maliQ , maliQ memikirkan sikap natasha yang sepertinya sedang kebingungan .
.
.
.
" apa yang mereka bicarakan sehingga membuat natasha kebingungan seperti itu , aku harus mencari tahu apa yang membuat natasha bersikap seperti itu " gerutu maliQ , sepertinya maliQ memang sudah menyukai natasha dan sebelumnya maliQ sudah berniat akan mengutarakan rasa sukanya itu . sebanrnya maliQ adalah typecal lelaki yang tidak suka mengejar wanita , dan banyak sekali wanita yang mengejar-ngejar dirinya namun maliQ melihat sosok yang sangat beda terhadap natasha yang membuatnya menyukai natasha .
.
.
.
*****
di tempat lain Fizzy dan aidil sedang menunggu kedatangan Faaz karena aidil akan membicarakan Hal yang sangat penting mengenai perusahaan Asic group yang berada di indonesia . Fizzy memang wanita yang sangat tangguh dalam berbisnis dia membuktikan ketangguhannya dengan berhasil mengembangkan usaha-usaha dibidang lainnya walaupun masih memakai nama besar Asic group walau begitu bagi Faaz ' saudara kembarnya adalah partner terbaik untuk memajukan perusahaan peninggalan kakek dan ayahnya itu .
" hey , Faaz disini loh . apa ada hal buruk mengenai perusahaan kita ? " tanya Faaz kembali dengan mengerutkan dahinya .
" baiklah kita makan saja dulu , jika kalian lapar pesan lah yang kalian mau jangan hanya meminum kopi . kata mama meminum kopi yang terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan !! " seru Faaz , Faaz tetap melihat raut wajah Fizzy juga aidil yang tak bergeming walaupun Faaz menggoda mereka dengan kalimatnya itu . Faaz menajamkan kedua bola matanya menoleh ke arah bergantian .
" apa kau tau Faaz kami .............." ucap aidil , Fizzy melirik kearah aidil seolah ingin menghentikan apa yang akan aidil bicarakan , aidil terdiam Faaz semakin penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan .
" BAIKLAH.................." SERU FIZZY MENGHELA NAFAS PANJANG , LALU MELANJUTKAN KEMBALI KALIMAT YANG AKAN IA BICARAKAN ,,
" KITA.... BERHASIL MEMENANGKAN 10 TENDER TERBAIK DI INDONESIA , DAN ITU SEMUA KARENA MU FAAZ ... " SERU Fizzy seraya bersorak atas kemenangannya ,
" oh iya ... ini bukan karena ku ,, ini karena kerja kerasmu sodara kembar ku kau memang terbaik bagi kami " ucap Faaz sembari memeluk saudara kembarnya itu , Faaz sangat bahagia mendengar kabar ini dia juga tak segan memeluk aidil dan mengucapkan terimakasih karena telah membantu Fizzy mencapai kesuksesannya.
" terimakasih kau memang sahabatku , aku sangat bangga kepada kalian " ucap Faaz sembari menunjukan senyuman yang menyeringai di wajah nya
" tidak , bukan hanya aku yang membantunya tetapi ini juga berkat mu Faaz " ucap aidil
" ini kerja keras kita , bukan hanya aku dan aidil saja " seru Fizzy sembari tersenyum sangat manis , aidil sangat menyukai senyuman dari Fizzy itu baginya setelah melihat senyuman Fizzy terpancar membuatnya selalu bersemangat dalam menjalani tugas apapun .
mereka sedang merayakan pencapaian yang telah mereka Raih dengan memesan banyak makanan , tak lupa Faaz pun memberikan hadiah berlibur untuk aidil namun aidil menolaknya dan Faaz berjanji akan menggantinya dengan satu buah mobil yang sangat aidil inginkan . Faaz berpamitan terlebih dahulu kepada Fizzy juga aidil karena Faaz sudah janji kepada ayana akan menjemputnya di suatu tempat dan pulang bersama ayana .
" Fizzy kau sangat cantik memakai hijab ini , jika saja kau mau menjadi pendampingku aku akan sangat bahagia menjadi suamimu " goda aidil sembari memegang tangan Fizzy , fizzy hanya terdiam karena orang yang dicintainya hanyalah AliQ seorang namun Fizzy tak berani mengutarakannya karena Fizzy tau betul bahwa aliQ menyukai adiknya Alea .